Ketua DPD RI Minta Menkeu Segera Sahkan Dana untuk Anak Yatim Piatu
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Ketua DPD RI Minta Menkeu Segera Sahkan Dana untuk Anak Yatim Piatu

...
RILIS.ID
Jakarta
23 September 2021 - 15:04 WIB
Nasional | RILISID
...
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti meminta kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati segera menyetujui anggaran untuk anak yatim piatu yang telah disahkan oleh Komisi VIII DPR RI.

LaNyalla menegaskan kesiapan lembaganya untuk mengawal penyaluran anggaran anak yatim yang telah resmi disahkan tersebut.

"Saya kira anggaran untuk anak yatim piatu ini amat penting untuk dialokasikan, terlebih di tengah masa pandemi Covid-19, di mana banyak anak-anak kehilangan orang tua mereka akibat terpapar Covid-19," tuturnya, Kamis (23/9/2021).

Diketahui, Komisi VIII DPR RI telah menyetujui alokasi anggaran untuk anak yatim piatu. Namun sampai saat ini, Menkeu belum mencairkannya. Totalnya sekitar Rp11,6 triliun yang diperuntukkan bagi 4 juta lebih anak pada 2022.

LaNyalla pun akan meminta para senator untuk bersama-sama melakukan monitoring terhadap anggaran tersebut. Ia tak mau anggaran tersebut jatuh kepada tangan yang tak berhak menerima, apalagi jika sampai diselewengkan.

"Kita harus mengawal anggaran ini agar sampai kepada anak yatim piatu yang berhak mendapatkan bantuan. Tidak boleh ada data yang keliru karena ini amanat," imbuhnya.

Menurut LaNyalla, anggaran ini merupakan bentuk komitmen pemerintah terhadap anak-anak yatim piatu karena menjadi korban Covid-19.

"Kita ketahui bersama jumlah anak yatim piatu bertambah cukup signifikan yang disebabkan orang tua mereka meninggal karena Covid-19," ujarnya.

Senator asal Jawa Timur ini mengajak masyarakat ikut mengawal penyaluran anggaran agar sampai kepada mereka yang benar-benar sesuai kriteria. Mulai dari pendataan hingga pencairan.

"Masyarakat yang mengetahui terdapat anak yatim piatu, apalagi yang disebabkan Covid-19, maka harus membantu memasukkan datanya," seru LaNyalla.

"Mungkin ada anggota masyarakat yang tidak memahami mekanismenya sehingga tidak mendaftarkan. Dalam kasus seperti ini masyarakat harus membantu anak yatim tersebut," tutupnya. (*)

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya

Ketua DPD RI Minta Menkeu Segera Sahkan Dana untuk Anak Yatim Piatu

...
RILIS.ID
Jakarta
23 September 2021 - 15:04 WIB
Nasional | RILISID
...
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti meminta kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati segera menyetujui anggaran untuk anak yatim piatu yang telah disahkan oleh Komisi VIII DPR RI.

LaNyalla menegaskan kesiapan lembaganya untuk mengawal penyaluran anggaran anak yatim yang telah resmi disahkan tersebut.

"Saya kira anggaran untuk anak yatim piatu ini amat penting untuk dialokasikan, terlebih di tengah masa pandemi Covid-19, di mana banyak anak-anak kehilangan orang tua mereka akibat terpapar Covid-19," tuturnya, Kamis (23/9/2021).

Diketahui, Komisi VIII DPR RI telah menyetujui alokasi anggaran untuk anak yatim piatu. Namun sampai saat ini, Menkeu belum mencairkannya. Totalnya sekitar Rp11,6 triliun yang diperuntukkan bagi 4 juta lebih anak pada 2022.

LaNyalla pun akan meminta para senator untuk bersama-sama melakukan monitoring terhadap anggaran tersebut. Ia tak mau anggaran tersebut jatuh kepada tangan yang tak berhak menerima, apalagi jika sampai diselewengkan.

"Kita harus mengawal anggaran ini agar sampai kepada anak yatim piatu yang berhak mendapatkan bantuan. Tidak boleh ada data yang keliru karena ini amanat," imbuhnya.

Menurut LaNyalla, anggaran ini merupakan bentuk komitmen pemerintah terhadap anak-anak yatim piatu karena menjadi korban Covid-19.

"Kita ketahui bersama jumlah anak yatim piatu bertambah cukup signifikan yang disebabkan orang tua mereka meninggal karena Covid-19," ujarnya.

Senator asal Jawa Timur ini mengajak masyarakat ikut mengawal penyaluran anggaran agar sampai kepada mereka yang benar-benar sesuai kriteria. Mulai dari pendataan hingga pencairan.

"Masyarakat yang mengetahui terdapat anak yatim piatu, apalagi yang disebabkan Covid-19, maka harus membantu memasukkan datanya," seru LaNyalla.

"Mungkin ada anggota masyarakat yang tidak memahami mekanismenya sehingga tidak mendaftarkan. Dalam kasus seperti ini masyarakat harus membantu anak yatim tersebut," tutupnya. (*)

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya