Kepala SMPN 12 Tangsel Akui Sempat Tampung Ratusan Buku LKS
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Kepala SMPN 12 Tangsel Akui Sempat Tampung Ratusan Buku LKS

...
Doni Marhendro Teguh
Tangerang Selatan
16 April 2021 - 16:40 WIB
Nasional | RILISID
...
Ilustrasi/Kalbi Rikardo

RILISID, Tangerang Selatan — Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 12 Tangerang Selatan (Tangsel), Nofiardy, akhirnya angkat bicara soal adanya surat edaran penjualan buku Lembar Kerja Siswa (LKS) di sekolahnya.

“Surat edaran itu baru rencana, belum saya tandatangani. Awalnya surat itu tersebar di grup WA orangtua siswa, tahu-tahu sudah ramai setelah diberitakan. Setelah itu saya minta Wakil Kepala Sekolah untuk mencabut, dan saya buat surat edaran baru bahwa tidak ada pembelian buku LKS,” terang Nofiardy kepada Rilis.id, Jumat (15/4/2021).

Berita Terkait Baca: Sekolah di Tangsel Jual Buku LKS Rp125 Ribu, Kadisdikbud: Kami Telah Melarang

Menurut Nofiardy, surat edaran yang sempat tersebar kepada orangtua murid itu akhirnya dicabut setelah ramai diperbincangkan, akibat banyaknya keluhan orangtua siswa perihal pembelian 10 lembar buku LKS seharga Rp125 ribu.

Nofiardy membeberkan bahwa pihaknya sempat menampung ratusan buku LKS di ruang koperasi sekolah. LKS tersebut, kata dia, untuk didistribusikan kepada 1125 siswa.

Lantaran kabar penjualan buku LKS ramai jadi perbincangan, Nofiardy mengklaim langsung mengembalikan buku LKS yang sempat dipesan dari salah satu perusahaan percetakan yang enggan disebut.

“Sempat buku LKS berada di ruang koperasi sekolah, buku itu akhirnya saya kembalikan ke percetakan. Itu setelah saya mengetahui kalau memang buku LKS dilarang, saat itu juga saya kembalikan,” jelas Nofiardy.

Seperti diberitakan sebelumnya, surat edaran penjualan buku LKS di SMPN 12 Tangsel mendapat sorotan dari berbagai pihak. Seperti pengamat kebijakan publik UIN Syarief Hidayatullah Zaki Mubarrak, Bagian Pemeriksaan Ombudsman Banten Zainal Muttaqin, dan Kepala Inspektorat Pemkot Tangsel Uus Kusnadi. (*)

Editor : Andry Kurniawan

TAG:

Berita Lainnya

Kepala SMPN 12 Tangsel Akui Sempat Tampung Ratusan Buku LKS

...
Doni Marhendro Teguh
Tangerang Selatan
16 April 2021 - 16:40 WIB
Nasional | RILISID
...
Ilustrasi/Kalbi Rikardo

RILISID, Tangerang Selatan — Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 12 Tangerang Selatan (Tangsel), Nofiardy, akhirnya angkat bicara soal adanya surat edaran penjualan buku Lembar Kerja Siswa (LKS) di sekolahnya.

“Surat edaran itu baru rencana, belum saya tandatangani. Awalnya surat itu tersebar di grup WA orangtua siswa, tahu-tahu sudah ramai setelah diberitakan. Setelah itu saya minta Wakil Kepala Sekolah untuk mencabut, dan saya buat surat edaran baru bahwa tidak ada pembelian buku LKS,” terang Nofiardy kepada Rilis.id, Jumat (15/4/2021).

Berita Terkait Baca: Sekolah di Tangsel Jual Buku LKS Rp125 Ribu, Kadisdikbud: Kami Telah Melarang

Menurut Nofiardy, surat edaran yang sempat tersebar kepada orangtua murid itu akhirnya dicabut setelah ramai diperbincangkan, akibat banyaknya keluhan orangtua siswa perihal pembelian 10 lembar buku LKS seharga Rp125 ribu.

Nofiardy membeberkan bahwa pihaknya sempat menampung ratusan buku LKS di ruang koperasi sekolah. LKS tersebut, kata dia, untuk didistribusikan kepada 1125 siswa.

Lantaran kabar penjualan buku LKS ramai jadi perbincangan, Nofiardy mengklaim langsung mengembalikan buku LKS yang sempat dipesan dari salah satu perusahaan percetakan yang enggan disebut.

“Sempat buku LKS berada di ruang koperasi sekolah, buku itu akhirnya saya kembalikan ke percetakan. Itu setelah saya mengetahui kalau memang buku LKS dilarang, saat itu juga saya kembalikan,” jelas Nofiardy.

Seperti diberitakan sebelumnya, surat edaran penjualan buku LKS di SMPN 12 Tangsel mendapat sorotan dari berbagai pihak. Seperti pengamat kebijakan publik UIN Syarief Hidayatullah Zaki Mubarrak, Bagian Pemeriksaan Ombudsman Banten Zainal Muttaqin, dan Kepala Inspektorat Pemkot Tangsel Uus Kusnadi. (*)

Editor : Andry Kurniawan

TAG:

Berita Lainnya