Kementerian PUPR Target Tiga Venue PON XX Papua Rampung pada Akhir Juli
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Kementerian PUPR Target Tiga Venue PON XX Papua Rampung pada Akhir Juli

...
RILIS.ID
Jakarta
13 Juli 2021 - 17:56 WIB
Nasional | RILISID
...
Ilustrasi: Rilis.id/Kalbi

RILISID, Jakarta — Pemerintah terus mengebut pengerjaan prasarana olahraga untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang akan digelar pada 2 Oktober 2021 mendatang.

Hal itu disampaikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono usai mengikuti Rapat Terbatas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui konferensi video, Selasa (13/7/2021).

Menurutnya, ada tiga venue yang masih dalam tahap pengerjaan. Yakni arena atau venue sepatu roda, panahan, dan dayung.

"Arena sepatu roda, panahan, dan venue dayung di Teluk Youtefa ini (progresnya) sudah mencapai 95,85 persen dan akan selesai pada akhir Juli ini," kata Basuki sebagaimana dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, Selasa (13/7).

"Sehingga pasti sudah selesai semuanya venue yang ditugaskan kepada Kementerian PUPR untuk dapat dimanfaatkan di PON Oktober nanti,” lanjutnya.

Basuki memaparkan, pihaknya bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mendapatkan tiga tugas untuk mendukung pelaksanaan PON XX. Selain penyiapan venue pertandingan, terdapat juga akomodasi bagi para atlet dan ofisial serta penataan kawasan di sekitar venue.

Kata Basuki, dari 37 cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan sebagian venue dikerjakan oleh Pemprov Papua dan sebagian lagi dikerjakan oleh Kementerian PUPR.

"Venue nya ada sebagian dikerjakan oleh Pemprov Papua, seperti (Stadion) Papua Bangkit itu, Gelora-nya itu, yang utamanya yang akan sebagai tempat untuk pembukaan dan penutupan sudah selesai dikerjakan, dibiayai oleh APBD Pemprov Papua," paparnya.

Sedangkan Kementerian PUPR, menurut Basuki, mengerjakan delapan arena pertandingan dan lima di antaranya sudah rampung.

Antara lain arena akuatik berstandar internasional, Istora PON, lapangan kriket, dan lapangan hoki baik dalam maupun ruangan. Keempat venue tersebut telah diserahkan ke Pemprov Papua.

"Sedangkan (venue) yang kelima adalah jalur untuk olahraga bermotor di Merauke," ujarnya.

Untuk akomodasi, Basuki mengaku sudah membangun sebanyak 15 tower rumah susun (rusun) sebagai tambahan akomodasi bagi atlet dan ofisial. Sesuai arahan Presiden Jokowi, imbuhnya, pembangunan fasilitas ini dilakukan dengan mempertimbangkan kemanfaatan pasca PON XX ini.

"Rusun-rusun ini kami sudah bangun dengan mempertimbangkan pemanfaatannya pasca PON. Sehingga kini kami bangun, satu untuk kebutuhan MBR (Masyarakat berpenghasilan rendah) nanti, sehingga itu dikelola oleh pemkab atau pun pemkot,” ungkapnya.

Kementerian PUPR juga membangun rusun di kawasan gereja dan universitas, yang nantinya bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa. Selain itu juga dibangun rusun di kawasan Mako Brimob di Koya Koso dan Rusun Polda Papua di Sentani.

"Ini harapannya semua nanti setelah pasca PON bisa dimanfaatkan. Kemudian juga rumah susun-rumah susun untuk ASN, baik ASN kabupaten sendiri seperti Kabupaten Merauke, maupun ASN PU di Jayapura, dan ASN di Merauke,” tambah Basuki.

Terakhir, kementerian juga telah menyelesaikan penataan Kampung Harapan dan Doyo Baru. Penataan ini juga dilakukan untuk penunjang pengendalian banjir.

"Ini juga untuk memperbaiki kawasan sekalian, sehingga pelaksanaan PON ini mempunyai dampak pada pengembangan wilayah di Jayapura dan di empat klaster lainnya,” pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Kementerian PUPR Target Tiga Venue PON XX Papua Rampung pada Akhir Juli

...
RILIS.ID
Jakarta
13 Juli 2021 - 17:56 WIB
Nasional | RILISID
...
Ilustrasi: Rilis.id/Kalbi

RILISID, Jakarta — Pemerintah terus mengebut pengerjaan prasarana olahraga untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang akan digelar pada 2 Oktober 2021 mendatang.

Hal itu disampaikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono usai mengikuti Rapat Terbatas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui konferensi video, Selasa (13/7/2021).

Menurutnya, ada tiga venue yang masih dalam tahap pengerjaan. Yakni arena atau venue sepatu roda, panahan, dan dayung.

"Arena sepatu roda, panahan, dan venue dayung di Teluk Youtefa ini (progresnya) sudah mencapai 95,85 persen dan akan selesai pada akhir Juli ini," kata Basuki sebagaimana dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, Selasa (13/7).

"Sehingga pasti sudah selesai semuanya venue yang ditugaskan kepada Kementerian PUPR untuk dapat dimanfaatkan di PON Oktober nanti,” lanjutnya.

Basuki memaparkan, pihaknya bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mendapatkan tiga tugas untuk mendukung pelaksanaan PON XX. Selain penyiapan venue pertandingan, terdapat juga akomodasi bagi para atlet dan ofisial serta penataan kawasan di sekitar venue.

Kata Basuki, dari 37 cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan sebagian venue dikerjakan oleh Pemprov Papua dan sebagian lagi dikerjakan oleh Kementerian PUPR.

"Venue nya ada sebagian dikerjakan oleh Pemprov Papua, seperti (Stadion) Papua Bangkit itu, Gelora-nya itu, yang utamanya yang akan sebagai tempat untuk pembukaan dan penutupan sudah selesai dikerjakan, dibiayai oleh APBD Pemprov Papua," paparnya.

Sedangkan Kementerian PUPR, menurut Basuki, mengerjakan delapan arena pertandingan dan lima di antaranya sudah rampung.

Antara lain arena akuatik berstandar internasional, Istora PON, lapangan kriket, dan lapangan hoki baik dalam maupun ruangan. Keempat venue tersebut telah diserahkan ke Pemprov Papua.

"Sedangkan (venue) yang kelima adalah jalur untuk olahraga bermotor di Merauke," ujarnya.

Untuk akomodasi, Basuki mengaku sudah membangun sebanyak 15 tower rumah susun (rusun) sebagai tambahan akomodasi bagi atlet dan ofisial. Sesuai arahan Presiden Jokowi, imbuhnya, pembangunan fasilitas ini dilakukan dengan mempertimbangkan kemanfaatan pasca PON XX ini.

"Rusun-rusun ini kami sudah bangun dengan mempertimbangkan pemanfaatannya pasca PON. Sehingga kini kami bangun, satu untuk kebutuhan MBR (Masyarakat berpenghasilan rendah) nanti, sehingga itu dikelola oleh pemkab atau pun pemkot,” ungkapnya.

Kementerian PUPR juga membangun rusun di kawasan gereja dan universitas, yang nantinya bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa. Selain itu juga dibangun rusun di kawasan Mako Brimob di Koya Koso dan Rusun Polda Papua di Sentani.

"Ini harapannya semua nanti setelah pasca PON bisa dimanfaatkan. Kemudian juga rumah susun-rumah susun untuk ASN, baik ASN kabupaten sendiri seperti Kabupaten Merauke, maupun ASN PU di Jayapura, dan ASN di Merauke,” tambah Basuki.

Terakhir, kementerian juga telah menyelesaikan penataan Kampung Harapan dan Doyo Baru. Penataan ini juga dilakukan untuk penunjang pengendalian banjir.

"Ini juga untuk memperbaiki kawasan sekalian, sehingga pelaksanaan PON ini mempunyai dampak pada pengembangan wilayah di Jayapura dan di empat klaster lainnya,” pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya