Kemenkes Bersiap Hadapi Kondisi Terburuk Kasus Covid-19 Usai Libur Lebaran
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Kemenkes Bersiap Hadapi Kondisi Terburuk Kasus Covid-19 Usai Libur Lebaran

...
RILIS.ID
Jakarta
12 Mei 2021 - 11:17 WIB
Nasional | RILISID
...
Ilustrasi: Rilis.id

RILISID, Jakarta — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tengah bersiap menghadapi tren lonjakan kasus positif virus corona atau Covid-19 usai libur Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah.

Persiapan Kemenkes ini berdasarkan data perkembangan kasus sebelumnya, bahwa selalu terjadi tren lonjakan kasus pasca libur panjang.

Untuk mengantisipasi hal itu, Kemenkes akan melakukan sejumlah langkah. Di antaranya mendata seluruh kapasitas tempat tidur di seluruh fasilitas kesehatan, pendataan farmasi dan alat kesehatan serta melakukan pendampingan ketat pada daerah yang terindikasi terjadi tren kenaikan kasus.

”Lebaran sudah dekat. Tugas kami adalah mempersiapkan kondisi terburuk, saya merasa dan berharap Insyaallah ini tidak terjadi, tetapi kalaupun terjadi peningkatan penularan kita ingin melakukan antisipasi agar kita tidak kaget,” kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin seperti dikutip Rilis.id di laman resmi Kemenkes, Rabu (12/5/2021).

”Sejak Januari yang penting diantisipasi adalah kesediaan tempat tidur RS (rumah sakit), kesiapan obat-obatan dan fasilitas lainnya yakni oksigen,” lanjutnya.

Berdasarkan data Kemenkes, jumlah tempat tidur yang tersedia sebanyak 390 ribu unit, di mana 70 ribu digunakan untuk pelayanan pasien Covid-19.

Saat ini, tingkat keterisian tempat tidur untuk pasien Covid-19 mencapai sekitar 23 ribu lebih. Semantara untuk ruang ICU, ada sekitar 22 ribu dan untuk pasien Covid-19 sebanyak 7.500 unit dengan tingkat keterisian ICU sekitar 2.500.

”Kapasitas RS dan ICU yang kita miliki, itu masih tiga kali lebih besar dibandingkan yang kita dedikasikan untuk Covid-19,” ujar Budi.

Dari kalkulasi ini, Menkes memperkirakan masih ada ketersediaan tempat tidur hingga dua kali lipat untuk mengantisi apabila sewaktu-waktu terjadi lonjakan kasus Covid-19, terutama pascalibur Lebaran 2021.

Juga apabila terdapat kekurangan permintaan tempat tidur maupun ICU, pihaknya siap melakukan relaksasi dengan mengonversi RS menjadi RS khusus Covid-19.

”Sejumlah persiapan telah kita lakukan, saya berdoa persiapan itu tidak terpakai dan tetap kosong, tapi kalau ada setidaknya kita sudah melakukan persiapan,” imbuhnya.

Selain ketersediaan tempat tidur, Kemenkes juga melakukan monitoring terhadap kapasitas tempat tidur bagi pasien Covid-19 di seluruh daerah, terutama daerah yang mengalami kenaikan kasus signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Karenanya Menkes meminta kepada seluruh kepala daerah untuk turut melakukan langkah antisipasi sekaligus pencegahan agar tidak terjadi kenaikan kasus Covid-19 yang tinggi pascalibur panjang lebaran.

Adapun delapan daerah yang mengindikasikan peningkatan keterisian ruang perawatan dan ruang ICU khusus Covid-19, di antaranya Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Lampung, dan Nusa Tenggara Timur.

”Beberapa provinsi jauh lebih tinggi kasusnya, ini yang harus menjadi perhatian kami pemerintah pusat dan harus menjadi perhatian pemerintah daerah. Kepada Gubernur, Bupati dan Walikota, tolong ini dijaga,” ucap Budi.

Disamping aktif melakukan pendataan kapasitas RS, Kemenkes saat ini juga berupaya keras untuk menjaga ketersediaan obat-obatan serta oksigen di seluruh tanah air agar tidak terjadi kekosongan.

Budi mengimbau kepada daerah untuk dapat menyampaikannya ke Kemenkes agar bisa segera diupayakan untuk dipenuhi. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Kemenkes Bersiap Hadapi Kondisi Terburuk Kasus Covid-19 Usai Libur Lebaran

...
RILIS.ID
Jakarta
12 Mei 2021 - 11:17 WIB
Nasional | RILISID
...
Ilustrasi: Rilis.id

RILISID, Jakarta — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tengah bersiap menghadapi tren lonjakan kasus positif virus corona atau Covid-19 usai libur Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah.

Persiapan Kemenkes ini berdasarkan data perkembangan kasus sebelumnya, bahwa selalu terjadi tren lonjakan kasus pasca libur panjang.

Untuk mengantisipasi hal itu, Kemenkes akan melakukan sejumlah langkah. Di antaranya mendata seluruh kapasitas tempat tidur di seluruh fasilitas kesehatan, pendataan farmasi dan alat kesehatan serta melakukan pendampingan ketat pada daerah yang terindikasi terjadi tren kenaikan kasus.

”Lebaran sudah dekat. Tugas kami adalah mempersiapkan kondisi terburuk, saya merasa dan berharap Insyaallah ini tidak terjadi, tetapi kalaupun terjadi peningkatan penularan kita ingin melakukan antisipasi agar kita tidak kaget,” kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin seperti dikutip Rilis.id di laman resmi Kemenkes, Rabu (12/5/2021).

”Sejak Januari yang penting diantisipasi adalah kesediaan tempat tidur RS (rumah sakit), kesiapan obat-obatan dan fasilitas lainnya yakni oksigen,” lanjutnya.

Berdasarkan data Kemenkes, jumlah tempat tidur yang tersedia sebanyak 390 ribu unit, di mana 70 ribu digunakan untuk pelayanan pasien Covid-19.

Saat ini, tingkat keterisian tempat tidur untuk pasien Covid-19 mencapai sekitar 23 ribu lebih. Semantara untuk ruang ICU, ada sekitar 22 ribu dan untuk pasien Covid-19 sebanyak 7.500 unit dengan tingkat keterisian ICU sekitar 2.500.

”Kapasitas RS dan ICU yang kita miliki, itu masih tiga kali lebih besar dibandingkan yang kita dedikasikan untuk Covid-19,” ujar Budi.

Dari kalkulasi ini, Menkes memperkirakan masih ada ketersediaan tempat tidur hingga dua kali lipat untuk mengantisi apabila sewaktu-waktu terjadi lonjakan kasus Covid-19, terutama pascalibur Lebaran 2021.

Juga apabila terdapat kekurangan permintaan tempat tidur maupun ICU, pihaknya siap melakukan relaksasi dengan mengonversi RS menjadi RS khusus Covid-19.

”Sejumlah persiapan telah kita lakukan, saya berdoa persiapan itu tidak terpakai dan tetap kosong, tapi kalau ada setidaknya kita sudah melakukan persiapan,” imbuhnya.

Selain ketersediaan tempat tidur, Kemenkes juga melakukan monitoring terhadap kapasitas tempat tidur bagi pasien Covid-19 di seluruh daerah, terutama daerah yang mengalami kenaikan kasus signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Karenanya Menkes meminta kepada seluruh kepala daerah untuk turut melakukan langkah antisipasi sekaligus pencegahan agar tidak terjadi kenaikan kasus Covid-19 yang tinggi pascalibur panjang lebaran.

Adapun delapan daerah yang mengindikasikan peningkatan keterisian ruang perawatan dan ruang ICU khusus Covid-19, di antaranya Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Lampung, dan Nusa Tenggara Timur.

”Beberapa provinsi jauh lebih tinggi kasusnya, ini yang harus menjadi perhatian kami pemerintah pusat dan harus menjadi perhatian pemerintah daerah. Kepada Gubernur, Bupati dan Walikota, tolong ini dijaga,” ucap Budi.

Disamping aktif melakukan pendataan kapasitas RS, Kemenkes saat ini juga berupaya keras untuk menjaga ketersediaan obat-obatan serta oksigen di seluruh tanah air agar tidak terjadi kekosongan.

Budi mengimbau kepada daerah untuk dapat menyampaikannya ke Kemenkes agar bisa segera diupayakan untuk dipenuhi. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya