Kecurangan Seleksi CPNS di Buol Sulteng Diungkap, Ini Temuan BKN
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Kecurangan Seleksi CPNS di Buol Sulteng Diungkap, Ini Temuan BKN

...
RILIS.ID
Jakarta
25 Oktober 2021 - 20:49 WIB
Nasional | RILISID
...
Ilustrasi pelaksanaan seleksi CPNS sebelum pandemi. Foto: Dok Rilisid

RILISID, Jakarta — Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengungkap praktik kecurangan seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021 di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Kepala Biro Humas Hukum dan Kerja Sama BKN Satya Pratama mengatakan, praktik kecurangan tersebut diungkap bersama stakeholder terkait.

"BKN berkolaborasi dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta didukung penuh oleh Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) Pengadaan CASN 2021, untuk melakukan penyelidikan atas dugaan tersebut," kata Satya dalam keterangan tertulisnya, Senin (25/10/2021).

Dari hasil penyelidikan itu, BKN bersama BSSN menemukan adanya indikasi kecurangan dalam seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS di tilok mandiri instansi Pemerintah Kabupaten Buol.

Praktik ilegal itu dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang ingin merusak sistem seleksi CASN nasional dengan modus remote access.

"Dari hasil penyelidikan didapatkan beberapa barang bukti pendukung indikasi kecurangan," ujar Satya.

Di antaranya pengaduan masyarakat atas dugaan kecurangan, hasil audit trail aplikasi CAT BKN terhadap aktivitas peserta seleksi selama pelaksanaan seleksi, laporan kegiatan forensik digital pada perangkat yang digunakan.

Kemudian laporan penyelidikan internal oleh instansi Pemerintah Kabupaten Buol, hasil pemeriksaan terhadap petugas pelaksanaan seleksi baik dari BKN maupun instansi Pemerintah Kabupaten Buol, dan rekaman kamera pengawas (CCTV).

Lebih lanjut, Satya menegaskan bahwa pihaknya bakal menjatuhkan sanksi berupa diskualifikasi kepada peserta yang terbukti curang.

"Oknum yang terlibat juga akan diproses sesuai hukum dan perundang-undangan yang berlaku," tegasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Kecurangan Seleksi CPNS di Buol Sulteng Diungkap, Ini Temuan BKN

...
RILIS.ID
Jakarta
25 Oktober 2021 - 20:49 WIB
Nasional | RILISID
...
Ilustrasi pelaksanaan seleksi CPNS sebelum pandemi. Foto: Dok Rilisid

RILISID, Jakarta — Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengungkap praktik kecurangan seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021 di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Kepala Biro Humas Hukum dan Kerja Sama BKN Satya Pratama mengatakan, praktik kecurangan tersebut diungkap bersama stakeholder terkait.

"BKN berkolaborasi dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta didukung penuh oleh Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) Pengadaan CASN 2021, untuk melakukan penyelidikan atas dugaan tersebut," kata Satya dalam keterangan tertulisnya, Senin (25/10/2021).

Dari hasil penyelidikan itu, BKN bersama BSSN menemukan adanya indikasi kecurangan dalam seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS di tilok mandiri instansi Pemerintah Kabupaten Buol.

Praktik ilegal itu dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang ingin merusak sistem seleksi CASN nasional dengan modus remote access.

"Dari hasil penyelidikan didapatkan beberapa barang bukti pendukung indikasi kecurangan," ujar Satya.

Di antaranya pengaduan masyarakat atas dugaan kecurangan, hasil audit trail aplikasi CAT BKN terhadap aktivitas peserta seleksi selama pelaksanaan seleksi, laporan kegiatan forensik digital pada perangkat yang digunakan.

Kemudian laporan penyelidikan internal oleh instansi Pemerintah Kabupaten Buol, hasil pemeriksaan terhadap petugas pelaksanaan seleksi baik dari BKN maupun instansi Pemerintah Kabupaten Buol, dan rekaman kamera pengawas (CCTV).

Lebih lanjut, Satya menegaskan bahwa pihaknya bakal menjatuhkan sanksi berupa diskualifikasi kepada peserta yang terbukti curang.

"Oknum yang terlibat juga akan diproses sesuai hukum dan perundang-undangan yang berlaku," tegasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya