Kasus Covid-19 di Dunia Meningkat, Luhut: Kita Semua Harus Super Waspada!
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Kasus Covid-19 di Dunia Meningkat, Luhut: Kita Semua Harus Super Waspada!

...
RILIS.ID
Jakarta
30 Agustus 2021 - 23:22 WIB
Nasional | RILISID
...
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden

RILISID, Jakarta — Lonjakan kasus Covid-19 di berbagai negara membuat pemerintah Indonesia tetap waspada dengan melanjutkan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, 3, dan 2 terhitung mulai 31 Agustus hingga 6 September 2021.

PPKM yang dilakukan sejak 23-30 Agustus 2021 telah memicu penurunan angka penularan Covid-19 sehingga perkembangan penanganan kasus secara nasional juga terus menunjukkan perbaikan.

“Berbagai perkembangan baik yang telah kita capai harus kita syukuri bersama," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dalam siaran langsung di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (30/8/2021) malam.

"Namun, kita juga semua harus super waspada karena banyak negara lain di dunia ini yang masih menghadapi peningkatan kasus yang tinggi. Jika kita tidak hati-hati, kita juga bisa menghadapi peningkatan kasus lagi,” lanjutnya.

Menurur Luhut, tren kasus konfirmasi secara nasional turun hingga 90,4 persen pada hari ini. Di Jawa-Bali juga mengalami penurunan hingga 94 persen dari titik puncak pada 15 Juli 2021 lalu.

Tak cuma itu, jumlah kabupaten dan kota yang masuk PPKM Level 2 bertambah dari 10 menjadi 27 daerah. Kemudian yang masuk kategori level 3 bertambah dari 67 daerah menjadi 76. Sementara level 4 berkurang dari 51 wilayah menjadi 25 daerah.

Untuk wilayah Jawa-Bali terdapat penambahan wilayah aglomerasi yang masuk ke Level 3, yakni Malang Raya dan Solo Raya.

"Sehingga dalam penerapan PPKM Jawa-Bali wilayah yang masuk ke dalam Level 3 pada penerapan minggu ini adalah aglomerasi Jabodetabek, Bandung Raya, Surabaya Raya, Malang Raya, dan Solo Raya. Sementara Semarang Raya turun dari Level 3 ke evel 2, jadi membaik,” terang Luhut.

Menko Marves mengungkapkan, saat ini masih terdapat dua wilayah aglomerasi yang termasuk dalam kategori Level 4, yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta dan Bali.

Namun, kedua wilayah tersebut diperkirakan secepatnya dapat masuk ke dalam kategori Level 3 dalam beberapa hari mendatang.

“Khusus untuk wilayah Bali, dalam arahan Presiden, beliau meminta secara khusus untuk segera dilakukan pengecekan dan intervensi di lapangan.

Untuk itu, kami akan kembali turun ke lapangan untuk kembali melihat kendala yang dihadapi supaya tren perbaikannya dapat dipercepat,” ujarnya.

Pihaknya juga telah menerima laporan bahwa tren perkembangan kasus Covid-19 di Bali telah mengalami perbaikan.

Seiring dengan tren kasus yang menurun dan makin banyaknya kabupaten/kota dengan situasi penanganan Covid-19 membaik, Luhut melihat pemulihan ekonomi juga dapat berjalan lebih cepat dari yang diperkirakan.

Hal tersebut terlihat dari survei yang dikeluarkan oleh Mandiri Institute, yang menunjukkan peningkatan indeks belanja dan kunjungan ke tempat belanja di Jawa-Bali.

Selain itu juga terlihat dari mobilitas masyarakat pada sektor retail dan wisata yang meningkat pesat. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Kasus Covid-19 di Dunia Meningkat, Luhut: Kita Semua Harus Super Waspada!

...
RILIS.ID
Jakarta
30 Agustus 2021 - 23:22 WIB
Nasional | RILISID
...
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden

RILISID, Jakarta — Lonjakan kasus Covid-19 di berbagai negara membuat pemerintah Indonesia tetap waspada dengan melanjutkan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, 3, dan 2 terhitung mulai 31 Agustus hingga 6 September 2021.

PPKM yang dilakukan sejak 23-30 Agustus 2021 telah memicu penurunan angka penularan Covid-19 sehingga perkembangan penanganan kasus secara nasional juga terus menunjukkan perbaikan.

“Berbagai perkembangan baik yang telah kita capai harus kita syukuri bersama," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dalam siaran langsung di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (30/8/2021) malam.

"Namun, kita juga semua harus super waspada karena banyak negara lain di dunia ini yang masih menghadapi peningkatan kasus yang tinggi. Jika kita tidak hati-hati, kita juga bisa menghadapi peningkatan kasus lagi,” lanjutnya.

Menurur Luhut, tren kasus konfirmasi secara nasional turun hingga 90,4 persen pada hari ini. Di Jawa-Bali juga mengalami penurunan hingga 94 persen dari titik puncak pada 15 Juli 2021 lalu.

Tak cuma itu, jumlah kabupaten dan kota yang masuk PPKM Level 2 bertambah dari 10 menjadi 27 daerah. Kemudian yang masuk kategori level 3 bertambah dari 67 daerah menjadi 76. Sementara level 4 berkurang dari 51 wilayah menjadi 25 daerah.

Untuk wilayah Jawa-Bali terdapat penambahan wilayah aglomerasi yang masuk ke Level 3, yakni Malang Raya dan Solo Raya.

"Sehingga dalam penerapan PPKM Jawa-Bali wilayah yang masuk ke dalam Level 3 pada penerapan minggu ini adalah aglomerasi Jabodetabek, Bandung Raya, Surabaya Raya, Malang Raya, dan Solo Raya. Sementara Semarang Raya turun dari Level 3 ke evel 2, jadi membaik,” terang Luhut.

Menko Marves mengungkapkan, saat ini masih terdapat dua wilayah aglomerasi yang termasuk dalam kategori Level 4, yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta dan Bali.

Namun, kedua wilayah tersebut diperkirakan secepatnya dapat masuk ke dalam kategori Level 3 dalam beberapa hari mendatang.

“Khusus untuk wilayah Bali, dalam arahan Presiden, beliau meminta secara khusus untuk segera dilakukan pengecekan dan intervensi di lapangan.

Untuk itu, kami akan kembali turun ke lapangan untuk kembali melihat kendala yang dihadapi supaya tren perbaikannya dapat dipercepat,” ujarnya.

Pihaknya juga telah menerima laporan bahwa tren perkembangan kasus Covid-19 di Bali telah mengalami perbaikan.

Seiring dengan tren kasus yang menurun dan makin banyaknya kabupaten/kota dengan situasi penanganan Covid-19 membaik, Luhut melihat pemulihan ekonomi juga dapat berjalan lebih cepat dari yang diperkirakan.

Hal tersebut terlihat dari survei yang dikeluarkan oleh Mandiri Institute, yang menunjukkan peningkatan indeks belanja dan kunjungan ke tempat belanja di Jawa-Bali.

Selain itu juga terlihat dari mobilitas masyarakat pada sektor retail dan wisata yang meningkat pesat. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya