Kasus Covid-19 Melonjak, Menag Terbitkan SE Pembatasan Kegiatan di Rumah Ibadah
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Kasus Covid-19 Melonjak, Menag Terbitkan SE Pembatasan Kegiatan di Rumah Ibadah

...
RILIS.ID
JAKARTA
17 Juni 2021 - 13:04 WIB
Nasional | RILISID
...
Menag Yaqut Cholil Qoumas./FOTO DOKUMEN RILIS.ID

RILISID, JAKARTA — Dalam satu bulan terakhir ini, kasus Covid-19 kembali meningkat tajam di berbagai daerah. Bahkan, lonjakan kasus kali ini dibarengi dengan munculnya varian baru.

Terkait kondisi itu, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan surat edaran (SE) untuk menjadi pedoman masyarakat dalam kegiatan di rumah ibadah.

Melalui SE Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pembatasan Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah, Yaqut berharap umat beragama tetap bisa menjalankan aktivitas ibadah sekaligus terjaga keselamatan jiwanya dengan cara menyesuaikan kondisi terkini di wilayahnya.

”Saya telah menerbitkan SE, sebagai panduan upaya pencegahan, pengendalian, dan pemutusan mata-rantai penyebaran Covid-19 di rumah ibadah,” ujarnya yang dikutip Rilis.id dari setkab.go.id, Rabu (16/6/2021).

Menag menjelaskan, kegiatan keagamaan di daerah zona merah untuk sementara ditiadakan sampai wilayah tersebut dinyatakan aman dari Covid-19. Penetapan perubahan wilayah zona dilakukan pemerintah daerah masing-masing.

”Kegiatan sosial keagamaan dan kemasyarakatan, seperti pengajian umum, pertemuan, pesta pernikahan, dan sejenisnya di ruang serbaguna di lingkungan rumah ibadah juga dihentikan sementara di daerah zona merah dan zona oranye sampai dengan kondisi memungkinkan,” katanya.

Yaqut melanjutkan, kegiatan peribadatan di rumah ibadah di daerah yang dinyatakan aman dari penyebaran Covid-19, hanya boleh dilakukan warga lingkungan setempat dengan tetap menerapkan standar protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

Untuk teknis pelaksanaannya, Kemenag sudah mengatur hal tersebut melalui SE Menag Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Protokol Penanganan Covid-19 pada Rumah Ibadah.

Menag juga meminta untuk jajarannya memantau pelaksanaan SE tersebut secara berjenjang. Demikian juga para Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan, Penyuluh Agama, Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan Keagamaan, dan pengurus rumah ibadat juga diinstruksikan melakukan pemantauan.

”Lakukan koordinasi secara intensif dengan pemerintah daerah dan Satuan Tugas Covid-19 setempat,” pungkasnya.(*)

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya

Kasus Covid-19 Melonjak, Menag Terbitkan SE Pembatasan Kegiatan di Rumah Ibadah

...
RILIS.ID
JAKARTA
17 Juni 2021 - 13:04 WIB
Nasional | RILISID
...
Menag Yaqut Cholil Qoumas./FOTO DOKUMEN RILIS.ID

RILISID, JAKARTA — Dalam satu bulan terakhir ini, kasus Covid-19 kembali meningkat tajam di berbagai daerah. Bahkan, lonjakan kasus kali ini dibarengi dengan munculnya varian baru.

Terkait kondisi itu, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan surat edaran (SE) untuk menjadi pedoman masyarakat dalam kegiatan di rumah ibadah.

Melalui SE Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pembatasan Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah, Yaqut berharap umat beragama tetap bisa menjalankan aktivitas ibadah sekaligus terjaga keselamatan jiwanya dengan cara menyesuaikan kondisi terkini di wilayahnya.

”Saya telah menerbitkan SE, sebagai panduan upaya pencegahan, pengendalian, dan pemutusan mata-rantai penyebaran Covid-19 di rumah ibadah,” ujarnya yang dikutip Rilis.id dari setkab.go.id, Rabu (16/6/2021).

Menag menjelaskan, kegiatan keagamaan di daerah zona merah untuk sementara ditiadakan sampai wilayah tersebut dinyatakan aman dari Covid-19. Penetapan perubahan wilayah zona dilakukan pemerintah daerah masing-masing.

”Kegiatan sosial keagamaan dan kemasyarakatan, seperti pengajian umum, pertemuan, pesta pernikahan, dan sejenisnya di ruang serbaguna di lingkungan rumah ibadah juga dihentikan sementara di daerah zona merah dan zona oranye sampai dengan kondisi memungkinkan,” katanya.

Yaqut melanjutkan, kegiatan peribadatan di rumah ibadah di daerah yang dinyatakan aman dari penyebaran Covid-19, hanya boleh dilakukan warga lingkungan setempat dengan tetap menerapkan standar protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

Untuk teknis pelaksanaannya, Kemenag sudah mengatur hal tersebut melalui SE Menag Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Protokol Penanganan Covid-19 pada Rumah Ibadah.

Menag juga meminta untuk jajarannya memantau pelaksanaan SE tersebut secara berjenjang. Demikian juga para Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan, Penyuluh Agama, Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan Keagamaan, dan pengurus rumah ibadat juga diinstruksikan melakukan pemantauan.

”Lakukan koordinasi secara intensif dengan pemerintah daerah dan Satuan Tugas Covid-19 setempat,” pungkasnya.(*)

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya