Harga Oksigen Melejit, KPPU Bakal Panggil Produsen dan Distributor
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Harga Oksigen Melejit, KPPU Bakal Panggil Produsen dan Distributor

...
RILIS.ID
Jakarta
7 Juli 2021 - 18:35 WIB
Nasional | RILISID
...
Ilustrasi Kalbi Rikardo/Rilis.id

RILISID, Jakarta — Kenaikan berbagai jenis obat Covid-19, tabung oksigen, dan isi oksigen terjadi hampir di seluruh Indonesia. Data itu berdasarkan hasil pantauan seluruh Kantor Wilayah Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Kondisi itu membuat KPPU RI akan lebih memprioritaskan penegakan hukum dengan memanggil produsen maupun distributor obat dan oksigen seluruh Indonesia.

Wakil Ketua KPPU RI Guntur Syahputra Saragih mengatakan, kondisi yang terjadi hampir di seluruh Indonesia itu harus segera ditangani, mengingat Indonesia sudah darurat Covid-19.

"Kita menyadari saat ini terjadi disparitas harga disebabkan permintaan tinggi namun supplier tidak mampu memenuhi kebutuhan pasar,” ujar Guntur saat zoom meeting dengan seluruh Kepala Kanwil KPPU se Indonesia, Rabu (7/7/2021).

Menurut Guntur, meski hasil peningkatan ini masih sebatas temuan pantauan, hal ini akan menjadi dasar melakukan investigasi untuk mengungkap fakta-fakta di lapangan.

”Kita akan memanggil produsen maupun distributor obat dan oksigen untuk menjelaskan indikasi kenaikan harga tersebut,” ucapnya.

Hal ini merupakan upaya KPPU untuk menciptakan harga yang wajar dan memastikan ketersediaan obat Covid-19 dan oksigen di pasaran.

Sementara, Kepala Kanwil II KPPU Bekti Anggoro memaparakan, harga tabung di 5 provinsi wilayah kerja yakni meliputi Lampung, Bengkulu, Bangka Belitung (Babel), Sumatera Selatan, dan Jambi mengalami kenaikan mencapai tiga kali lebih besar dari harga normal.

"Contohya di Lampung, harga tabung 1 meter kubik di awal pandemi sekitar Rp700 ribu, tapi sekarang mencapai Rp2 juta dan tertinggi ada di Bangka Belitung mencapai Rp4 juta. Sementara untuk isi ulang oksigen per meter kubik relatif stabil diharga Rp50 ribu,” jelas Bekti.

Sementara, harga obat dan stok obat-obatan yang diatur dalam keputusan Menkes No.HK.01.07/Menkes/4826/2021, terdapat beberapa daerah yang tidak memiliki stok. Seperti ketersediaan Ivermectin terbatas hanya di Lampung dan itupun di atas harga eceran tertinggi (HRT) yang ditetapkan pemerintah.

"Paling tinggi yakni Azithromycin 500 mg pertablet HET nya Rp1.700, namun dijual di Lampung sekitar Rp12.400. Di Bengkulu berkisar Rp10ribu, di Babel Rp8.400, di Sumsel Rp11 ribu dan Jambi Rp13.500,” pungkasnya.(*)

Laporan Dwi Des Saputra/Kontributor Rilisid Bandarlampung

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya

Harga Oksigen Melejit, KPPU Bakal Panggil Produsen dan Distributor

...
RILIS.ID
Jakarta
7 Juli 2021 - 18:35 WIB
Nasional | RILISID
...
Ilustrasi Kalbi Rikardo/Rilis.id

RILISID, Jakarta — Kenaikan berbagai jenis obat Covid-19, tabung oksigen, dan isi oksigen terjadi hampir di seluruh Indonesia. Data itu berdasarkan hasil pantauan seluruh Kantor Wilayah Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Kondisi itu membuat KPPU RI akan lebih memprioritaskan penegakan hukum dengan memanggil produsen maupun distributor obat dan oksigen seluruh Indonesia.

Wakil Ketua KPPU RI Guntur Syahputra Saragih mengatakan, kondisi yang terjadi hampir di seluruh Indonesia itu harus segera ditangani, mengingat Indonesia sudah darurat Covid-19.

"Kita menyadari saat ini terjadi disparitas harga disebabkan permintaan tinggi namun supplier tidak mampu memenuhi kebutuhan pasar,” ujar Guntur saat zoom meeting dengan seluruh Kepala Kanwil KPPU se Indonesia, Rabu (7/7/2021).

Menurut Guntur, meski hasil peningkatan ini masih sebatas temuan pantauan, hal ini akan menjadi dasar melakukan investigasi untuk mengungkap fakta-fakta di lapangan.

”Kita akan memanggil produsen maupun distributor obat dan oksigen untuk menjelaskan indikasi kenaikan harga tersebut,” ucapnya.

Hal ini merupakan upaya KPPU untuk menciptakan harga yang wajar dan memastikan ketersediaan obat Covid-19 dan oksigen di pasaran.

Sementara, Kepala Kanwil II KPPU Bekti Anggoro memaparakan, harga tabung di 5 provinsi wilayah kerja yakni meliputi Lampung, Bengkulu, Bangka Belitung (Babel), Sumatera Selatan, dan Jambi mengalami kenaikan mencapai tiga kali lebih besar dari harga normal.

"Contohya di Lampung, harga tabung 1 meter kubik di awal pandemi sekitar Rp700 ribu, tapi sekarang mencapai Rp2 juta dan tertinggi ada di Bangka Belitung mencapai Rp4 juta. Sementara untuk isi ulang oksigen per meter kubik relatif stabil diharga Rp50 ribu,” jelas Bekti.

Sementara, harga obat dan stok obat-obatan yang diatur dalam keputusan Menkes No.HK.01.07/Menkes/4826/2021, terdapat beberapa daerah yang tidak memiliki stok. Seperti ketersediaan Ivermectin terbatas hanya di Lampung dan itupun di atas harga eceran tertinggi (HRT) yang ditetapkan pemerintah.

"Paling tinggi yakni Azithromycin 500 mg pertablet HET nya Rp1.700, namun dijual di Lampung sekitar Rp12.400. Di Bengkulu berkisar Rp10ribu, di Babel Rp8.400, di Sumsel Rp11 ribu dan Jambi Rp13.500,” pungkasnya.(*)

Laporan Dwi Des Saputra/Kontributor Rilisid Bandarlampung

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya