Hadapi Gelombang Ketiga Covid-19, Pemerintah Siapkan 5 Langkah Ini
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Hadapi Gelombang Ketiga Covid-19, Pemerintah Siapkan 5 Langkah Ini

...
RILIS.ID
Jakarta
18 Oktober 2021 - 16:14 WIB
Nasional | RILISID
...
Ilustrasi: Rilisid/Kalbi Rikardo

RILISID, Jakarta — Pandemi Covid-19 belum juga menunjukkan tanda-tanda hilang dari muka bumi ini. Bahkan serangan ketiga gelombang virus corona berpotensi terjadi di akhir 2021.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ganip Warsito mengungkapkan, potensi gelombang ketiga berkaca dari lonjakan kasus virus corona yang terjadi pada akhir 2020 dan pertengahan tahun ini.

Saat itu, lanjut Ganip, terjadi peningkatan mobilitas yang tinggi saat perayaan hari besar keagamaan.

“Ancaman gelombang ketiga yang diprediksi oleh para ahli akan terjadi Desember karena di situlah Nataru, di situlah pergantian cuaca. Ini yang menjadi ancaman peningkatan Covid-19,” ujar Ganip dalam siaran persnya yang dikutip dari laman covid19.go.id, Senin (18/10/2021).

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Sonny Harry B. Harmadi menuturkan pemerintah telah melakukan langkah-langkah untuk menghadapi potensi terjadinya gelombang ketiga Covid-19.

Pertama, meningkatkan kapasitas tes Covid-19. Kedua, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Sonny menilai kebijakan PPKM juga tetap diberlakukan di berbagai daerah, meski di beberapa daerah telah dilakukan pembukaan berbagai aktivitas masyarakat.

Ketiga, lanjutnya, sosialisasi perlu dilakukan untuk mendorong kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin.

"Protokol kesehatan dimaksud adalah 5M; memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak fisik, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas," ujarnya.

Keempat, percepatan vaksinasi dengan target sasaran sebanyak 208.265.270 jiwa.

Kelima, memperketat akses masuk dari luar negeri ke Indonesia untuk mencegah masuknya varian baru Covid-19.

"Titik masuk kita sudah sangat dibatasi, (akses) udara hanya di Soekarno-Hatta dan Sam Ratulangi, Manado, lalu kemudian darat hanya boleh di Entikong, Aruk, Nunukan dan Motaain di Timor Leste dan laut juga hanya dua, Batam dan Tanjungpinang," ungkapnya.

Sama halnya dengan masuknya para pekerja migran Indonesia (PMI). Mereka juga langsung menjalani tes PCR setelah tiba di Indonesia.

"Kementerian Kesehatan juga sudah mengirimkan (alat) tes cepat molekuler sehingga kita tidak perlu menunggu lama, dalam waktu satu jam sudah bisa memisahkan orang yang positif dan yang negatif," tambah Sonny.

Oleh sebab itu, untuk mencegah potensi terjadinya gelombang ketiga Covid-19 tidak bisa hanya mengandalkan upaya yang dilakukan pemerintah bersama pihak terkait saja.

"Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan untuk keberhasilan kita melawan virus corona," pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Hadapi Gelombang Ketiga Covid-19, Pemerintah Siapkan 5 Langkah Ini

...
RILIS.ID
Jakarta
18 Oktober 2021 - 16:14 WIB
Nasional | RILISID
...
Ilustrasi: Rilisid/Kalbi Rikardo

RILISID, Jakarta — Pandemi Covid-19 belum juga menunjukkan tanda-tanda hilang dari muka bumi ini. Bahkan serangan ketiga gelombang virus corona berpotensi terjadi di akhir 2021.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ganip Warsito mengungkapkan, potensi gelombang ketiga berkaca dari lonjakan kasus virus corona yang terjadi pada akhir 2020 dan pertengahan tahun ini.

Saat itu, lanjut Ganip, terjadi peningkatan mobilitas yang tinggi saat perayaan hari besar keagamaan.

“Ancaman gelombang ketiga yang diprediksi oleh para ahli akan terjadi Desember karena di situlah Nataru, di situlah pergantian cuaca. Ini yang menjadi ancaman peningkatan Covid-19,” ujar Ganip dalam siaran persnya yang dikutip dari laman covid19.go.id, Senin (18/10/2021).

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Sonny Harry B. Harmadi menuturkan pemerintah telah melakukan langkah-langkah untuk menghadapi potensi terjadinya gelombang ketiga Covid-19.

Pertama, meningkatkan kapasitas tes Covid-19. Kedua, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Sonny menilai kebijakan PPKM juga tetap diberlakukan di berbagai daerah, meski di beberapa daerah telah dilakukan pembukaan berbagai aktivitas masyarakat.

Ketiga, lanjutnya, sosialisasi perlu dilakukan untuk mendorong kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin.

"Protokol kesehatan dimaksud adalah 5M; memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak fisik, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas," ujarnya.

Keempat, percepatan vaksinasi dengan target sasaran sebanyak 208.265.270 jiwa.

Kelima, memperketat akses masuk dari luar negeri ke Indonesia untuk mencegah masuknya varian baru Covid-19.

"Titik masuk kita sudah sangat dibatasi, (akses) udara hanya di Soekarno-Hatta dan Sam Ratulangi, Manado, lalu kemudian darat hanya boleh di Entikong, Aruk, Nunukan dan Motaain di Timor Leste dan laut juga hanya dua, Batam dan Tanjungpinang," ungkapnya.

Sama halnya dengan masuknya para pekerja migran Indonesia (PMI). Mereka juga langsung menjalani tes PCR setelah tiba di Indonesia.

"Kementerian Kesehatan juga sudah mengirimkan (alat) tes cepat molekuler sehingga kita tidak perlu menunggu lama, dalam waktu satu jam sudah bisa memisahkan orang yang positif dan yang negatif," tambah Sonny.

Oleh sebab itu, untuk mencegah potensi terjadinya gelombang ketiga Covid-19 tidak bisa hanya mengandalkan upaya yang dilakukan pemerintah bersama pihak terkait saja.

"Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan untuk keberhasilan kita melawan virus corona," pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya