Dukung Sumut Punya Stadion Terbesar Ketiga di Asia Tenggara, Komite III Siap Lobi Kementerian
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Dukung Sumut Punya Stadion Terbesar Ketiga di Asia Tenggara, Komite III Siap Lobi Kementerian

...
RILIS.ID
Jakarta
28 September 2021 - 18:11 WIB
Nasional | RILISID
...
Ketua Komite III DPD RI Sylviana Murni. Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Komite III DPD RI mendukung penuh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) dalam menyiapkan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang akan dihelat di provinsi tersebut.

Bentuk dukungan itu salah satunya merealisasikan pembangunan sport center sebagai stadion terbesar ketiga di Asia Tenggara yang juga menjadi tempat penyelenggaraan pesta olahraga empat tahunan tersebut.

“Komite III siap menampung masukan terkait kesiapan Sumut dalam PON XXI mendatang. Kami juga akan berjuang melobi kementerian-kementerian terkait pendanaannya,” ujar Ketua Komite III DPD RI Sylviana Murni dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/9/2021).

Hal senada disampaikan senator asal Sumatera Barat Muslim M. Yatim. Ia berpandangan bahwa pembangunan stadion seluas 300 hektare itu tidak mudah karena membutuhkan biaya besar.

"Lalu apa langkah Pemprov Sumut ketika pembangunan tersebut tidak dapat dibebankan pada APBN semata," ucapnya.

Senator asal Sumut Dedi Iskandar Batubara menjelaskan bahwa Komite III sedang memperjuangkan RUU Sistem Keolahragaan Nasional (SKN). Dalam RUU tersebut, terdapat usulan alokasi 2 persen dari APBN dan APBD yang akan berdampak besar bagi kemajuan olahraga.

“Salah satunya untuk mewujudkan kesejahteraan atlet pasca pensiun dan penyatuan KONI dan KOI juga, semoga bisa diwujudkan untuk kemajuan olahraga nasional,” tuturnya.

Sementara, senator asal Kalimantan Utara Hasan Basri menyoroti langkah Pemprov Sumut dalam menyiapkan penyelenggaran PON termasuk pembinaan atlet yang akan diikutsertakan.

“Berapa atlet Sumut dalam PON XX? Bagaimana upaya Sumut dalam menyiapkan atlet bertaraf nasional dan internasional? Koordinasi KONI dengan kementerian terkait? Apa saja kendalanya? Ini yang harus diperhatikan sebagai tuan rumah,” katanya.

Sekretaris Provinsi Sumut Afifi Lubis mengatakan bahwa pihaknya sudah siap menjadi tuan rumah PON XXI 2024. Ia optimistis jika Pemprov Sumut dapat menyiapkan infrastruktur maupun atlet.

"Kami harus berhasil dari aspek penyelenggaraan dan prestasi dan bersaing dengan atlet-atlet dari Pulau Jawa. Kami yakin bisa, karena pimpinan kami tipe petempur,” tegasnya.

Terkait kesiapan infrastruktur, Kadispora Sumut Ardan Noor mengungkapkan sebagian venue atau sport center yang akan digunakan, merupakan peninggalan PON III 1953.

Luas keseluruhan tempat tersebut adalah 300 hektare, di mana 200 hektare untuk venue dan 100 hektare untuk area komersial yang bisa dikelola swasta. Ia berharap pembangunan sport center mendapatkan alokasi dari APBN.

“Hasil pengelolaan 100 hektare venue itu untuk membiayai 200 venue lainnya. Lokasi venue atau stadion yang akan menjadi ketiga terbesar di Asia Tenggara itu dekat dengan Bandara Kualanamu. Di lokasi ini rencananya akan dibangun rumah sakit dan mal, khusus untuk atlet,” paparnya.

Ardan menambahkan bahwa venue untuk PON XXI akan membutuhkan perawatan. Karenanya, ia berharap setelah even PON XXI selesai, venue dan sport center tetap terpelihara dan tidak menimbulkan masalah hukum setelahnya.

“Saat ini, baru dalam tahap komunikasi dengan beberapa investor, kami belum mulai membangun,” katanya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Dukung Sumut Punya Stadion Terbesar Ketiga di Asia Tenggara, Komite III Siap Lobi Kementerian

...
RILIS.ID
Jakarta
28 September 2021 - 18:11 WIB
Nasional | RILISID
...
Ketua Komite III DPD RI Sylviana Murni. Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Komite III DPD RI mendukung penuh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) dalam menyiapkan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang akan dihelat di provinsi tersebut.

Bentuk dukungan itu salah satunya merealisasikan pembangunan sport center sebagai stadion terbesar ketiga di Asia Tenggara yang juga menjadi tempat penyelenggaraan pesta olahraga empat tahunan tersebut.

“Komite III siap menampung masukan terkait kesiapan Sumut dalam PON XXI mendatang. Kami juga akan berjuang melobi kementerian-kementerian terkait pendanaannya,” ujar Ketua Komite III DPD RI Sylviana Murni dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/9/2021).

Hal senada disampaikan senator asal Sumatera Barat Muslim M. Yatim. Ia berpandangan bahwa pembangunan stadion seluas 300 hektare itu tidak mudah karena membutuhkan biaya besar.

"Lalu apa langkah Pemprov Sumut ketika pembangunan tersebut tidak dapat dibebankan pada APBN semata," ucapnya.

Senator asal Sumut Dedi Iskandar Batubara menjelaskan bahwa Komite III sedang memperjuangkan RUU Sistem Keolahragaan Nasional (SKN). Dalam RUU tersebut, terdapat usulan alokasi 2 persen dari APBN dan APBD yang akan berdampak besar bagi kemajuan olahraga.

“Salah satunya untuk mewujudkan kesejahteraan atlet pasca pensiun dan penyatuan KONI dan KOI juga, semoga bisa diwujudkan untuk kemajuan olahraga nasional,” tuturnya.

Sementara, senator asal Kalimantan Utara Hasan Basri menyoroti langkah Pemprov Sumut dalam menyiapkan penyelenggaran PON termasuk pembinaan atlet yang akan diikutsertakan.

“Berapa atlet Sumut dalam PON XX? Bagaimana upaya Sumut dalam menyiapkan atlet bertaraf nasional dan internasional? Koordinasi KONI dengan kementerian terkait? Apa saja kendalanya? Ini yang harus diperhatikan sebagai tuan rumah,” katanya.

Sekretaris Provinsi Sumut Afifi Lubis mengatakan bahwa pihaknya sudah siap menjadi tuan rumah PON XXI 2024. Ia optimistis jika Pemprov Sumut dapat menyiapkan infrastruktur maupun atlet.

"Kami harus berhasil dari aspek penyelenggaraan dan prestasi dan bersaing dengan atlet-atlet dari Pulau Jawa. Kami yakin bisa, karena pimpinan kami tipe petempur,” tegasnya.

Terkait kesiapan infrastruktur, Kadispora Sumut Ardan Noor mengungkapkan sebagian venue atau sport center yang akan digunakan, merupakan peninggalan PON III 1953.

Luas keseluruhan tempat tersebut adalah 300 hektare, di mana 200 hektare untuk venue dan 100 hektare untuk area komersial yang bisa dikelola swasta. Ia berharap pembangunan sport center mendapatkan alokasi dari APBN.

“Hasil pengelolaan 100 hektare venue itu untuk membiayai 200 venue lainnya. Lokasi venue atau stadion yang akan menjadi ketiga terbesar di Asia Tenggara itu dekat dengan Bandara Kualanamu. Di lokasi ini rencananya akan dibangun rumah sakit dan mal, khusus untuk atlet,” paparnya.

Ardan menambahkan bahwa venue untuk PON XXI akan membutuhkan perawatan. Karenanya, ia berharap setelah even PON XXI selesai, venue dan sport center tetap terpelihara dan tidak menimbulkan masalah hukum setelahnya.

“Saat ini, baru dalam tahap komunikasi dengan beberapa investor, kami belum mulai membangun,” katanya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya