Duka Mahasiswa Lampung asal Palestina: Rumah Saya Hancur Dihantam Roket Israel
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Duka Mahasiswa Lampung asal Palestina: Rumah Saya Hancur Dihantam Roket Israel

...
Dwi Des Saputra
Bandarlampung
19 Mei 2021 - 23:10 WIB
Nasional | RILISID
...
Kondisi rumah Mohammed di Jalur Gaza yang terkena roket Israel. FOTO: MOHAMMED FOR RILIS.ID

RILISID, Bandarlampung — Trauma Mohammed, yang berusaha ditekan selama dirinya berkuliah di Universitas Lampung (Unila), kini terbuka lebar.

Pemuda asal Palestina ini benar-benar merasa tak berdaya ketika mendengar agresi gila-gilaan Israel di Jalur Gaza pada Senin (17/5/2021).

“Bahkan, rumah saya yang terletak tepat di Jalur Gaza hancur dihantam roket Israel, tuturnya kepada rilisidlampung (grup rilis.id), Rabu (19/5/2021).

Agresi brutal ini telah menyebabkan 212 orang warga Palestina meninggal dunia dan 1.400 lainnya luka-luka.

Sebuah konflik Israel dan Palestina yang paling serius dalam sejarah beberapa tahun terakhir. Bahkan, 61 anak dan 36 wanita di antaranya tewas.

Ya, Mohammed memang berasal dari Palestina yang memeroleh kesempatan untuk meninggalkan krisis di negaranya dan kemudian kuliah di Unila.

Ia kini tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

Mohammed menuturkan, Palestina dari hari ke hari makin sulit. Tidak ada tempat aman di sana.

Titik konflik antara Palestina dan Israel memang terjadi di Jalur Gaza, yang sudah dikuasai gerakan politik Islam militan, Hamas, sejak tahun 2007.

Jalur Gaza merupakan salah satu wilayah terpadat di dunia. Sebagian penduduknya hidup dalam kemiskinan dan bergantung pada bantuan kemanusiaan dari luar negeri.

Mahasiswa jurusan Ilmu Komputer angkatan 2019 ini sempat berusaha menghubungi saudaranya di Palestina. Hanya jawaban singkat yang ia peroleh, ”Alhamdulillah”.

Ia bersyukur meski saudaranya tak mau menjelaskan detail keadaannya sekarang, dia masih hidup dan dapat menjawab teleponnya.

Terakhir ia menghubungi keluarganya sekitar pukul 14.00 WIB atau 10.00 waktu Palestina, Rabu (19/5/2021).

Namun ia menolak merincikan apa hasil komunikasinya dengan keluarga yang tinggal persis di Jalur Gaza itu.

"Semua keluarga di sana tetap semangat, karena Palestina itu punya kita. Al-Aqsa itu hak kita," tandas sulung dari sembilan bersaudara ini.

Ia meminta doa untuk keluarga dan seluruh rakyat Palestina yang saat ini berjuang dari bombardir Israel. (*)

Lihat video menarik lainnya:

Editor : gueade

TAG:

Berita Lainnya

Duka Mahasiswa Lampung asal Palestina: Rumah Saya Hancur Dihantam Roket Israel

...
Dwi Des Saputra
Bandarlampung
19 Mei 2021 - 23:10 WIB
Nasional | RILISID
...
Kondisi rumah Mohammed di Jalur Gaza yang terkena roket Israel. FOTO: MOHAMMED FOR RILIS.ID

RILISID, Bandarlampung — Trauma Mohammed, yang berusaha ditekan selama dirinya berkuliah di Universitas Lampung (Unila), kini terbuka lebar.

Pemuda asal Palestina ini benar-benar merasa tak berdaya ketika mendengar agresi gila-gilaan Israel di Jalur Gaza pada Senin (17/5/2021).

“Bahkan, rumah saya yang terletak tepat di Jalur Gaza hancur dihantam roket Israel, tuturnya kepada rilisidlampung (grup rilis.id), Rabu (19/5/2021).

Agresi brutal ini telah menyebabkan 212 orang warga Palestina meninggal dunia dan 1.400 lainnya luka-luka.

Sebuah konflik Israel dan Palestina yang paling serius dalam sejarah beberapa tahun terakhir. Bahkan, 61 anak dan 36 wanita di antaranya tewas.

Ya, Mohammed memang berasal dari Palestina yang memeroleh kesempatan untuk meninggalkan krisis di negaranya dan kemudian kuliah di Unila.

Ia kini tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

Mohammed menuturkan, Palestina dari hari ke hari makin sulit. Tidak ada tempat aman di sana.

Titik konflik antara Palestina dan Israel memang terjadi di Jalur Gaza, yang sudah dikuasai gerakan politik Islam militan, Hamas, sejak tahun 2007.

Jalur Gaza merupakan salah satu wilayah terpadat di dunia. Sebagian penduduknya hidup dalam kemiskinan dan bergantung pada bantuan kemanusiaan dari luar negeri.

Mahasiswa jurusan Ilmu Komputer angkatan 2019 ini sempat berusaha menghubungi saudaranya di Palestina. Hanya jawaban singkat yang ia peroleh, ”Alhamdulillah”.

Ia bersyukur meski saudaranya tak mau menjelaskan detail keadaannya sekarang, dia masih hidup dan dapat menjawab teleponnya.

Terakhir ia menghubungi keluarganya sekitar pukul 14.00 WIB atau 10.00 waktu Palestina, Rabu (19/5/2021).

Namun ia menolak merincikan apa hasil komunikasinya dengan keluarga yang tinggal persis di Jalur Gaza itu.

"Semua keluarga di sana tetap semangat, karena Palestina itu punya kita. Al-Aqsa itu hak kita," tandas sulung dari sembilan bersaudara ini.

Ia meminta doa untuk keluarga dan seluruh rakyat Palestina yang saat ini berjuang dari bombardir Israel. (*)

Lihat video menarik lainnya:

Editor : gueade

TAG:

Berita Lainnya