Dubes Arab Saudi Surati Puan soal Ibadah Haji, Begini Tanggapan Wakil Ketua DPR
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Dubes Arab Saudi Surati Puan soal Ibadah Haji, Begini Tanggapan Wakil Ketua DPR

...
RILIS.ID
Jakarta
4 Juni 2021 - 19:23 WIB
Nasional | RILISID
...
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco. FOTO: DOK RILIS.ID

RILISID, Jakarta — Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco menanggapi surat Duta Besar (Dubes) Arab Saudi yang dikirimkan kepada Ketua DPR Puan Maharani terkait ibadah haji 2021.

Dalam suratnya, Dubes Arab Saudi untuk Indonesia Essam bin Abed Al-Thaqafi menyebut Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco telah menyebarkan kabar tidak benar terkait ibadah haji 2021.

”Pada Senin (31/5/2021) selepas paripurna, saya diminta tanggapan oleh wartawan. Salah satunya soal masalah haji dan vaksin Sinovac yang belum disetujui oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi bagi calon jamaah haji,” kata politisi Gerindra ini dalam keterangan tertulisnya, Jumat (4/6/2021).

”Pada saat itu, saya menjawab: "Sementara kita enggak usah bahas soal vaksinnya itu dulu. Karena kita musti memastikan kita dapat kuota haji atau tidak karena info terbaru yang saya dengar bahwa kita enggak dapat kuota haji. Jadi mesti dipastikan dulu soal kuota haji tersebut,” sambungnya.

Dasco menyatakan tidak bermaksud membuat kegaduhan. Ia hanya ingin menekankan soal vaksin Sinovac tidak dibahas terlebih dahulu.

”Tetapi dipastikan dulu, apakah Indonesia mendapatkan kuota haji atau tidak? Karena informasi terbaru yang saya dapatkan itu Indonesia tidak mendapatkan kuota haji karena adanya pembatasan karena pandemi Covid-19,” jelasnya.

Selaku pimpinan DPR, Dasco mengaku telah berkomunikasi dengan banyak pihak, termasuk dengan otoritas (sebagaimana yang disebutkan di dalam surat) terkait dengan perkembangan kuota haji tahun ini.

Sampai dengan 28 Mei 2021 adalah batas permintaan pemerintah Indonesia untuk diberikan informasi dari pemerintah Arab Saudi tentang kuota haji yang belum ada kepastian.

Di sisi lain, masih menurut Dasco, pemerintah Indonesia perlu mempersiapkan banyak hal. Mulai vaksinasi Covid-19, persiapan katering bagi calon jemaah haji, pesawat, pemondokan dan lain sebagainya.

”Maka dari itu, saya mengapresiasi keputusan dari Menteri Agama Republik Indonesia yang mengambil keputusan untuk tidak memberangkatkan jemaah haji asal Indonesia. Di samping karena belum adanya informasi resmi dari pemerintah Arab Saudi, juga secara tenggat waktu tidak memungkinan bagi Indonesia memberangkatkan jemaah haji,” tambahnya.

Menurut Dasco, keputusan kuota haji tahun ini adalah kewenangan dari pemerintah Arab Saudi. Ia pun meminta kepada Dubes Saudi untuk tidak merespons secara berlebihan terkait polemik ini.

“Cukup memastikan dan menyampaikan informasi resmi kepada pemerintah Indonesia terkait dengan keputusan pemerintah Kerajaan Arab Saudi dalam hal pelaksanaan ibadah haji tahun ini di tengah pandemi Covid-19,” pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Dubes Arab Saudi Surati Puan soal Ibadah Haji, Begini Tanggapan Wakil Ketua DPR

...
RILIS.ID
Jakarta
4 Juni 2021 - 19:23 WIB
Nasional | RILISID
...
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco. FOTO: DOK RILIS.ID

RILISID, Jakarta — Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco menanggapi surat Duta Besar (Dubes) Arab Saudi yang dikirimkan kepada Ketua DPR Puan Maharani terkait ibadah haji 2021.

Dalam suratnya, Dubes Arab Saudi untuk Indonesia Essam bin Abed Al-Thaqafi menyebut Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco telah menyebarkan kabar tidak benar terkait ibadah haji 2021.

”Pada Senin (31/5/2021) selepas paripurna, saya diminta tanggapan oleh wartawan. Salah satunya soal masalah haji dan vaksin Sinovac yang belum disetujui oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi bagi calon jamaah haji,” kata politisi Gerindra ini dalam keterangan tertulisnya, Jumat (4/6/2021).

”Pada saat itu, saya menjawab: "Sementara kita enggak usah bahas soal vaksinnya itu dulu. Karena kita musti memastikan kita dapat kuota haji atau tidak karena info terbaru yang saya dengar bahwa kita enggak dapat kuota haji. Jadi mesti dipastikan dulu soal kuota haji tersebut,” sambungnya.

Dasco menyatakan tidak bermaksud membuat kegaduhan. Ia hanya ingin menekankan soal vaksin Sinovac tidak dibahas terlebih dahulu.

”Tetapi dipastikan dulu, apakah Indonesia mendapatkan kuota haji atau tidak? Karena informasi terbaru yang saya dapatkan itu Indonesia tidak mendapatkan kuota haji karena adanya pembatasan karena pandemi Covid-19,” jelasnya.

Selaku pimpinan DPR, Dasco mengaku telah berkomunikasi dengan banyak pihak, termasuk dengan otoritas (sebagaimana yang disebutkan di dalam surat) terkait dengan perkembangan kuota haji tahun ini.

Sampai dengan 28 Mei 2021 adalah batas permintaan pemerintah Indonesia untuk diberikan informasi dari pemerintah Arab Saudi tentang kuota haji yang belum ada kepastian.

Di sisi lain, masih menurut Dasco, pemerintah Indonesia perlu mempersiapkan banyak hal. Mulai vaksinasi Covid-19, persiapan katering bagi calon jemaah haji, pesawat, pemondokan dan lain sebagainya.

”Maka dari itu, saya mengapresiasi keputusan dari Menteri Agama Republik Indonesia yang mengambil keputusan untuk tidak memberangkatkan jemaah haji asal Indonesia. Di samping karena belum adanya informasi resmi dari pemerintah Arab Saudi, juga secara tenggat waktu tidak memungkinan bagi Indonesia memberangkatkan jemaah haji,” tambahnya.

Menurut Dasco, keputusan kuota haji tahun ini adalah kewenangan dari pemerintah Arab Saudi. Ia pun meminta kepada Dubes Saudi untuk tidak merespons secara berlebihan terkait polemik ini.

“Cukup memastikan dan menyampaikan informasi resmi kepada pemerintah Indonesia terkait dengan keputusan pemerintah Kerajaan Arab Saudi dalam hal pelaksanaan ibadah haji tahun ini di tengah pandemi Covid-19,” pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya