Dipecat KPK, Jenderal Sigit Siap Tampung Novel Baswedan Cs Jadi ASN Polri
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Dipecat KPK, Jenderal Sigit Siap Tampung Novel Baswedan Cs Jadi ASN Polri

...
RILIS.ID
Jakarta
28 September 2021 - 21:15 WIB
Nasional | RILISID
...
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengaku telah mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) perihal 56 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terancam dipecat karena tak lolos tes wawasan kebangsaan atau TWK.

Tawaran Jenderal Sigit ini sebagai bagian dari solusi terkait polemik 56 pegawai KPK yang tak lolos TWK dan akan diberhentikan pada 30 September 2021 nanti.

Kapolri pun mengaku siap merekrut 56 pegawai KPK itu untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bareskrim Polri.

"Hari Jumat yang lalu, saya telah berkirim surat kepada Bapak Presiden untuk memenuhi kebutuhan organisasi Polri terkait pengembangan tugas-tugas di Bareskrim Polri, khususnya di Tipikor (tindak pidana korupsi),” kata Sigit dalam keterangannya, Selasa (28/9/2021).

Karena menurutnya, Polri saat ini memiliki tugas tambahan terkait upaya pencegahan korupsi terutama dalam rangka mengawal penanggulangan Covid-19 dan juga pemulihan ekonomi nasional (PEN).

"Di mana ada tugas-tugas tambahan terkait dengan upaya-upaya pencegahan dan ada upaya-upaya lain yang harus kita lakukan dalam rangka mengawal penanggulangan covid dan juga pemulihan ekonomi nasional, serta kebijakan-kebijakan strategis yang lain,” ujar Kapolri.

Surat tersebut telah dikirimkan Kapolri ke Sekretariat Negara (Setneg) pada Jumat (24/9/2021) lalu. Ia mengaku mendapat lampu hijau terkait permohonan perekrutan 56 pegawai KPK tersebut.

"Surat kepada Bapak Presiden untuk memohon terhadap 56 orang yang melaksanakan tes TWK, yang tidak lulus dites, tidak dilantik jadi ASN KPK, untuk bisa kami tarik, kemudian kami rekrut menjadi ASN Polri,” terang Sigit.

Surat Kapolri direspons langsung oleh Presiden Jokowi melalui Mensesneg pada Senin (27/9/2021).

"Kami mendapatkan surat jawaban dari Bapak Presiden melalui Mensesneg secara tertulis, prinsipnya beliau setuju 56 pegawai KPK tersebut untuk bisa menjadi ASN Polri,” pungkas Kapolri. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Dipecat KPK, Jenderal Sigit Siap Tampung Novel Baswedan Cs Jadi ASN Polri

...
RILIS.ID
Jakarta
28 September 2021 - 21:15 WIB
Nasional | RILISID
...
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengaku telah mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) perihal 56 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terancam dipecat karena tak lolos tes wawasan kebangsaan atau TWK.

Tawaran Jenderal Sigit ini sebagai bagian dari solusi terkait polemik 56 pegawai KPK yang tak lolos TWK dan akan diberhentikan pada 30 September 2021 nanti.

Kapolri pun mengaku siap merekrut 56 pegawai KPK itu untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bareskrim Polri.

"Hari Jumat yang lalu, saya telah berkirim surat kepada Bapak Presiden untuk memenuhi kebutuhan organisasi Polri terkait pengembangan tugas-tugas di Bareskrim Polri, khususnya di Tipikor (tindak pidana korupsi),” kata Sigit dalam keterangannya, Selasa (28/9/2021).

Karena menurutnya, Polri saat ini memiliki tugas tambahan terkait upaya pencegahan korupsi terutama dalam rangka mengawal penanggulangan Covid-19 dan juga pemulihan ekonomi nasional (PEN).

"Di mana ada tugas-tugas tambahan terkait dengan upaya-upaya pencegahan dan ada upaya-upaya lain yang harus kita lakukan dalam rangka mengawal penanggulangan covid dan juga pemulihan ekonomi nasional, serta kebijakan-kebijakan strategis yang lain,” ujar Kapolri.

Surat tersebut telah dikirimkan Kapolri ke Sekretariat Negara (Setneg) pada Jumat (24/9/2021) lalu. Ia mengaku mendapat lampu hijau terkait permohonan perekrutan 56 pegawai KPK tersebut.

"Surat kepada Bapak Presiden untuk memohon terhadap 56 orang yang melaksanakan tes TWK, yang tidak lulus dites, tidak dilantik jadi ASN KPK, untuk bisa kami tarik, kemudian kami rekrut menjadi ASN Polri,” terang Sigit.

Surat Kapolri direspons langsung oleh Presiden Jokowi melalui Mensesneg pada Senin (27/9/2021).

"Kami mendapatkan surat jawaban dari Bapak Presiden melalui Mensesneg secara tertulis, prinsipnya beliau setuju 56 pegawai KPK tersebut untuk bisa menjadi ASN Polri,” pungkas Kapolri. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya