Caplok PT PBJ, Taiko Plantations Didenda Rp1,5 Miliar karena Terlambat Lapor
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Caplok PT PBJ, Taiko Plantations Didenda Rp1,5 Miliar karena Terlambat Lapor

...
RILIS.ID
Jakarta
16 Maret 2021 - 17:43 WIB
Nasional | RILISID
...
ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/Kalbi Rikardo

RILISID, Jakarta — Taiko Plantations PTE. Limited dijatuhi hukuman denda Rp1,5 miliar karena terlambat melaporkan pemberitahuan atau notifikasi pengambilalihan saham PT Putra Bongan Jaya (PT PBJ).

Kasus bernomor register 18/KPPU-M/2020 ini berawal dari penyelidikan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) atas pemberitahuan yang dilakukan oleh Taiko Plantations dalam transaksi pengambilalihan 95 persen saham PT PBJ, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit.

"Menyatakan Taiko Plantations telah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 29 UU No. 5 Tahun 1999 juncto pasal 5 PP No. 57 Tahun 2010 dan menghukum Taiko Plantations untuk membayar denda sebesar Rp1,5 miliar," demikian bunyi putusan Majelis Komisi yang diterima Rilis.id, Selasa (16/3/2021).

Majelis Komisi juga mewajibkan Taiko Plantations menyetorkan denda tersebut ke kas negara selambat-lambatnya 30 hari setelah putusan berkekuatan hukum tetap (inkrah).

Dalam prosesnya, diketahui tanggal efektif yuridis transaksi adalah 25 Juli 2018 dan seharusnya dilakukan pemberitahuan kepada KPPU paling lambat 6 September 2018.

Akan tetapi, Taiko Plantations baru menyampaikan pemberitahuan secara tertulis kepada KPPU pada 8 April 2020.

Majelis Komisi juga merekomendasikan kepada Menteri ATR/BPN untuk berkoordinasi dengan KPPU terkait pemetaan kekuasaan lahan sawit di Indonesia, khususnya komposisi penguasaan lahan sawit oleh pelaku usaha asing dan afiliasinya.

Juga merekomendasikan kepala daerah yang berwenang untuk mengeluarkan izin lokasi dan izin usaha perkebunan untuk berkoordinasi dengan KPPU terkait penguasaan lahan sawit di Indonesia. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Caplok PT PBJ, Taiko Plantations Didenda Rp1,5 Miliar karena Terlambat Lapor

...
RILIS.ID
Jakarta
16 Maret 2021 - 17:43 WIB
Nasional | RILISID
...
ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/Kalbi Rikardo

RILISID, Jakarta — Taiko Plantations PTE. Limited dijatuhi hukuman denda Rp1,5 miliar karena terlambat melaporkan pemberitahuan atau notifikasi pengambilalihan saham PT Putra Bongan Jaya (PT PBJ).

Kasus bernomor register 18/KPPU-M/2020 ini berawal dari penyelidikan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) atas pemberitahuan yang dilakukan oleh Taiko Plantations dalam transaksi pengambilalihan 95 persen saham PT PBJ, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit.

"Menyatakan Taiko Plantations telah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 29 UU No. 5 Tahun 1999 juncto pasal 5 PP No. 57 Tahun 2010 dan menghukum Taiko Plantations untuk membayar denda sebesar Rp1,5 miliar," demikian bunyi putusan Majelis Komisi yang diterima Rilis.id, Selasa (16/3/2021).

Majelis Komisi juga mewajibkan Taiko Plantations menyetorkan denda tersebut ke kas negara selambat-lambatnya 30 hari setelah putusan berkekuatan hukum tetap (inkrah).

Dalam prosesnya, diketahui tanggal efektif yuridis transaksi adalah 25 Juli 2018 dan seharusnya dilakukan pemberitahuan kepada KPPU paling lambat 6 September 2018.

Akan tetapi, Taiko Plantations baru menyampaikan pemberitahuan secara tertulis kepada KPPU pada 8 April 2020.

Majelis Komisi juga merekomendasikan kepada Menteri ATR/BPN untuk berkoordinasi dengan KPPU terkait pemetaan kekuasaan lahan sawit di Indonesia, khususnya komposisi penguasaan lahan sawit oleh pelaku usaha asing dan afiliasinya.

Juga merekomendasikan kepala daerah yang berwenang untuk mengeluarkan izin lokasi dan izin usaha perkebunan untuk berkoordinasi dengan KPPU terkait penguasaan lahan sawit di Indonesia. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya