Beras Bansos Berkutu, Ketua DPD RI: Aneh! Mengapa Masih Saja Berulang
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Beras Bansos Berkutu, Ketua DPD RI: Aneh! Mengapa Masih Saja Berulang

...
RILIS.ID
Jawa Timur
5 Agustus 2021 - 20:13 WIB
Nasional | RILISID
...
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti/FOTO ISTIMEWA

RILISID, Jawa Timur — Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menyesalkan masih ditemukannya beras untuk bantuan sosial (bansos) yang berkutu. Ia meminta pihak terkait melakukan quality control sebelum mendistribusikan beras bansos.

LaNyalla juga meminta masyarakat mengembalikan beras bansos yang diterima jika berkutu dan kuning. Kementerian Sosial (Kemensos) pun diharapkan bertanggung jawab.

”Kembalikan saja kalau beras bansos yang diterima tidak laik konsumsi! Segera minta ganti dengan yang kualitasnya lebih bagus. Saya kira Kemensos dan Bulog akan meresponnya dengan baik,” ujarnya saat reses di Jawa Timur, Kamis (5/8/2021).

Diketahui, beras yang dipenuhi kutu itu dijumpai Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, di Kabupaten Bangkalan, Madura. Beras tersebut adalah bansos dari Kemensos dalam paket lima kilogram. 

Hal yang sama juga ditemukan di Kabupaten Jembrana, Bali. Puluhan kilogram beras bansos di masa PPKM dari Kemensos RI berwarna kekuningan.

”Pembagian beras bansos berkutu ini sudah berkali-kali terjadi. Saya anggap aneh! Mengapa masih saja berulang? Tidak belajar pada kejadian yang sebelum-sebelumnya. Artinya pemeriksaan produk dan quality controlnya tidak berjalan,” sesal LaNyalla dalam siaran persnya yang diterima Rilis.id, Kamis.

Menurutnya, sejak awal ketika bansos beras akan diberikan, ia sudah mengingatkan Kemensos dan Bulog terkait kualitas beras.

Ia meminta pemeriksaan beras bansos yang akan didistribusikan harus lebih teliti.

”Makanya saya pernah bilang, perlu ada tim monitoring dan evaluasi. Selain menjaga kualitas beras, juga mengevaluasi proses distribusi dan memecahkan masalah di lapangan,” ucapnya.

LaNyalla juga menyinggung kemungkinan kasus serupa terjadi di daerah lain. Karenanya, ia berharap pemerintah daerah dan Bulog di wilayah perlu untuk mengecek kembali stok-stok beras di gudangnya masing-masing.

”Tidak semua bansos dari pemerintah kualitasnya jelek, tetapi poin yang ingin saya sampaikan adalah pentingnya kontrol kualitas secara rutin. Biasanya kualitas beras juga bergantung pada penyimpanan di gudang. Ini domain Bulog untuk memperhatikan stok beras yang ada,” pungkasnya.

Diketahui, Kemensos memang menyalurkan beras sebesar 5 kg untuk masyarakat pekerja sektor informal di kawasan Jawa-Bali yang terdampak PPKM.

Penerima bansos paket 5 kg itu adalah masyarakat yang tidak menerima atau di luar penerima tiga jenis bansos yang selama ini sudah berjalan. Yakni, Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)/Kartu Sembako dan Bantuan Sosial Tunai (BST).(*)

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya

Beras Bansos Berkutu, Ketua DPD RI: Aneh! Mengapa Masih Saja Berulang

...
RILIS.ID
Jawa Timur
5 Agustus 2021 - 20:13 WIB
Nasional | RILISID
...
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti/FOTO ISTIMEWA

RILISID, Jawa Timur — Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menyesalkan masih ditemukannya beras untuk bantuan sosial (bansos) yang berkutu. Ia meminta pihak terkait melakukan quality control sebelum mendistribusikan beras bansos.

LaNyalla juga meminta masyarakat mengembalikan beras bansos yang diterima jika berkutu dan kuning. Kementerian Sosial (Kemensos) pun diharapkan bertanggung jawab.

”Kembalikan saja kalau beras bansos yang diterima tidak laik konsumsi! Segera minta ganti dengan yang kualitasnya lebih bagus. Saya kira Kemensos dan Bulog akan meresponnya dengan baik,” ujarnya saat reses di Jawa Timur, Kamis (5/8/2021).

Diketahui, beras yang dipenuhi kutu itu dijumpai Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, di Kabupaten Bangkalan, Madura. Beras tersebut adalah bansos dari Kemensos dalam paket lima kilogram. 

Hal yang sama juga ditemukan di Kabupaten Jembrana, Bali. Puluhan kilogram beras bansos di masa PPKM dari Kemensos RI berwarna kekuningan.

”Pembagian beras bansos berkutu ini sudah berkali-kali terjadi. Saya anggap aneh! Mengapa masih saja berulang? Tidak belajar pada kejadian yang sebelum-sebelumnya. Artinya pemeriksaan produk dan quality controlnya tidak berjalan,” sesal LaNyalla dalam siaran persnya yang diterima Rilis.id, Kamis.

Menurutnya, sejak awal ketika bansos beras akan diberikan, ia sudah mengingatkan Kemensos dan Bulog terkait kualitas beras.

Ia meminta pemeriksaan beras bansos yang akan didistribusikan harus lebih teliti.

”Makanya saya pernah bilang, perlu ada tim monitoring dan evaluasi. Selain menjaga kualitas beras, juga mengevaluasi proses distribusi dan memecahkan masalah di lapangan,” ucapnya.

LaNyalla juga menyinggung kemungkinan kasus serupa terjadi di daerah lain. Karenanya, ia berharap pemerintah daerah dan Bulog di wilayah perlu untuk mengecek kembali stok-stok beras di gudangnya masing-masing.

”Tidak semua bansos dari pemerintah kualitasnya jelek, tetapi poin yang ingin saya sampaikan adalah pentingnya kontrol kualitas secara rutin. Biasanya kualitas beras juga bergantung pada penyimpanan di gudang. Ini domain Bulog untuk memperhatikan stok beras yang ada,” pungkasnya.

Diketahui, Kemensos memang menyalurkan beras sebesar 5 kg untuk masyarakat pekerja sektor informal di kawasan Jawa-Bali yang terdampak PPKM.

Penerima bansos paket 5 kg itu adalah masyarakat yang tidak menerima atau di luar penerima tiga jenis bansos yang selama ini sudah berjalan. Yakni, Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)/Kartu Sembako dan Bantuan Sosial Tunai (BST).(*)

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya