BNPB Sebut 68 Korban Tewas Akibat Banjir Bandang-Tanah Longsor di NTT
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

BNPB Sebut 68 Korban Tewas Akibat Banjir Bandang-Tanah Longsor di NTT

...
Segan Simanjuntak
Jakarta
5 April 2021 - 15:41 WIB
Nasional | RILISID
...
FOTO: BNPB Indonesia

RILISID, Jakarta — Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB  Raditya Jati menyebut ada 68 korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di beberapa wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu (4/4/2021) dini hari pukul 01.00 WITA.

"Hingga 14.00 WIB, ada 44 orang di Kabupaten Flores Timur, 11 orang di Kabupaten Lembata, 11 orang di Kabupaten Alor, dan dua orang di Kabupaten Ende. Ini adalah total (Korban meninggal dunia) yang kami dapatkan informasi terakhir," kata Raditya dalam konferensi pers yang dilihat Rilis.id di kanal YouTube BNPB Indonesia, Senin (5/4/2021).

Selain korban tewas, BNPB juga mencatat ada 70 orang hilang akibat bencana tersebut. Rinciannya, 26 orang di Flores Timur, 16 orang di Lembata dan 28 orang di Alor.

Kemudian sebanyak 15 orang luka-luka yang tersebar di Kabupaten Flores Timur 9 orang, 5 orang di Kabupaten Alor, dan satu orang di Kabupaten Ngada.

"938 KK atau 2.655 jiwa terdampak (dalam pendataan)," ujar Raditya.

BNPB juga melaporkan kerugian materil berupa 25 unit rumah rusak berat, 114 rumah rusak sedang, 17 rumah hanyut, 60 rumah terendam, 743 rumah terdampak, 40 titik akses jalan tertutup pohon tumbang, lima jembatan putus, satu fasilitas umum terdampak, dan satu unit kapal tenggelam.

"Ada 10 kabupaten dan satu kota. Yakni Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur, Malaka Tengah, Lembata, Ngada, Alor, Sumba Timur, Rote Ndao, Sabu Raijua, Timor Tengah Selatan (TTS), dan Ende," urai Raditya.

Sebelumnya, BNPB telah menyalurkan bantuan untuk warga terdampak bencana banjir bandang dan longsor pada Senin (5/4/2021) pagi.

Adapun bantuan yang disalurkan berupa makanan siap saji sebanyak 1.002 paket, makanan tambahan gizi 1.002 paket, makanan lauk pauk 1.002 paket, selimut 3.000 lembar, sarung 2.000 lembar, alat tes cepat antigen 10.000 unit, masker kain 1.000 lembar dan masker medis 1.000 lembar.

"Bersama dengan pesawat juga ada barang-barang logistik yang dibutuhkan seperti selimut, makanan siap saji hingga obat-obatan,” kata Kepala BNPB Doni Monardo.

Hingga hari ini, kendala yang dihadapi adalah akses transportasi menuju titik lokasi kejadian hanya dapat dicapai menggunakan moda penyeberangan laut ke Pulau Adonara. Jaringan komunikasi dan internet dilaporkan juga tidak stabil sehingga menyulitkan tim lapangan dalam pelaporan kondisi terkini. (*)

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya

BNPB Sebut 68 Korban Tewas Akibat Banjir Bandang-Tanah Longsor di NTT

...
Segan Simanjuntak
Jakarta
5 April 2021 - 15:41 WIB
Nasional | RILISID
...
FOTO: BNPB Indonesia

RILISID, Jakarta — Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB  Raditya Jati menyebut ada 68 korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di beberapa wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu (4/4/2021) dini hari pukul 01.00 WITA.

"Hingga 14.00 WIB, ada 44 orang di Kabupaten Flores Timur, 11 orang di Kabupaten Lembata, 11 orang di Kabupaten Alor, dan dua orang di Kabupaten Ende. Ini adalah total (Korban meninggal dunia) yang kami dapatkan informasi terakhir," kata Raditya dalam konferensi pers yang dilihat Rilis.id di kanal YouTube BNPB Indonesia, Senin (5/4/2021).

Selain korban tewas, BNPB juga mencatat ada 70 orang hilang akibat bencana tersebut. Rinciannya, 26 orang di Flores Timur, 16 orang di Lembata dan 28 orang di Alor.

Kemudian sebanyak 15 orang luka-luka yang tersebar di Kabupaten Flores Timur 9 orang, 5 orang di Kabupaten Alor, dan satu orang di Kabupaten Ngada.

"938 KK atau 2.655 jiwa terdampak (dalam pendataan)," ujar Raditya.

BNPB juga melaporkan kerugian materil berupa 25 unit rumah rusak berat, 114 rumah rusak sedang, 17 rumah hanyut, 60 rumah terendam, 743 rumah terdampak, 40 titik akses jalan tertutup pohon tumbang, lima jembatan putus, satu fasilitas umum terdampak, dan satu unit kapal tenggelam.

"Ada 10 kabupaten dan satu kota. Yakni Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur, Malaka Tengah, Lembata, Ngada, Alor, Sumba Timur, Rote Ndao, Sabu Raijua, Timor Tengah Selatan (TTS), dan Ende," urai Raditya.

Sebelumnya, BNPB telah menyalurkan bantuan untuk warga terdampak bencana banjir bandang dan longsor pada Senin (5/4/2021) pagi.

Adapun bantuan yang disalurkan berupa makanan siap saji sebanyak 1.002 paket, makanan tambahan gizi 1.002 paket, makanan lauk pauk 1.002 paket, selimut 3.000 lembar, sarung 2.000 lembar, alat tes cepat antigen 10.000 unit, masker kain 1.000 lembar dan masker medis 1.000 lembar.

"Bersama dengan pesawat juga ada barang-barang logistik yang dibutuhkan seperti selimut, makanan siap saji hingga obat-obatan,” kata Kepala BNPB Doni Monardo.

Hingga hari ini, kendala yang dihadapi adalah akses transportasi menuju titik lokasi kejadian hanya dapat dicapai menggunakan moda penyeberangan laut ke Pulau Adonara. Jaringan komunikasi dan internet dilaporkan juga tidak stabil sehingga menyulitkan tim lapangan dalam pelaporan kondisi terkini. (*)

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya