BKSP DPD RI Sebut IK-CEPA Wadah UMKM Menuju Pasar Global
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

BKSP DPD RI Sebut IK-CEPA Wadah UMKM Menuju Pasar Global

...
RILIS.ID
Jakarta
17 September 2021 - 18:26 WIB
Ekonomi | RILISID
...
Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) DPD RI mengadakan seminar dialog Indonesia-Korea Selatan bertemakan “Indonesia Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) dan UMKM Daerah, Kolaborasi Ekonomi dan Fasilitasi Perdagangan Ke Pasar Korea Selatan”.

Seminar dialog ini dibuka oleh Wakil Ketua DPD RI Mahyudin yang dilaksanakan secara fisik dan daring bertempat di Bandung, Jawa Barat, pada Jumat (17/9/2021).

Mahyudin mengatakan bahwa hubungan Indonesia dan Korea Selatan tidak dapat dipungkiri memiliki kedekatan yang unik, terutama dalam pendekatan budaya.

Kedekatan seperti ini, menurutnya, merupakan modal kuat untuk hubungan yang lebih dalam lagi bagi masyarakat kedua negara.

“Bagaimanapun budaya dapat menjadi salah satu sarana komunikasi efektif yang berdampak pada peningkatan hubungan bisnis, kedekatan itu semakin tercermin melalui penandatanganan perjanjian IK-CEPA yang ditandatangani pada 18 Desember tahun lalu,” ujarnya.

Mahyudin menambahkan DPD RI sebagai wakil rakyat daerah melalui BKSP berupaya untuk menjembatani berbagai kerja sama antar negara yang tidak terbatas hanya pada bidang keparlemenan saja. Melainkan juga mencoba untuk memfasilitasi kerjasama ekonomi, sosial, budaya antar negara dengan pendekatan antar-parlemen.

“Untuk itulah kami berharap bahwa kegiatan kita pada hari ini akan berdampak positif dan semakin eratnya kerjasama bisnis antara para pelaku usaha dari berbagai skala terutama UMKM di daerah dengan para pelaku usaha di Republik Korea Selatan sehingga menjadi stimulus utama bagi pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi nantinya,” tambah senator asal Kalimantan Timur ini.

Hal senada disampaikan Ketua BKSP Gusti Farid Hasan Aman. Menurutnya, kedua negara bisa menjalin komunikasi dalam rangka meningkatkan sinergi dan kolaborasi dalam implementasi IK-CEPA.

“Acara ini kami namakan sinergi dengan maksud agar semua pihak dan stakeholder di kedua negara bisa menjalin komunikasi dalam implementasi IK-CEPA. Kami secara khusus mengambil tema yang berkaitan dengan pemberdayaan UMKM mengingat UMKM memiliki potensi yang sangat besar,” ucapnya.

Adapun harapan yang disampaikan oleh Senator asal Kalimantan Selatan ini UMKM daerah bisa mendapatkan manfaat dari IK-CEPA agar dapat meningkatkan pemasaran dan kemampuan teknologi dan sistem kerja.

“Kami secara khusus berharap agar konteks perjanjian perdagangan IK-CEPA dapat berjalan optimal dan dapat memberikan manfaat bagi UMKM agar bisa melakuan upscaling, bukan hanya dalam peningkatan pemasaran tetapi juga dalam meningkatkan kemampuan teknologi dan sistem kerja yang makin efisien,” tukasnya.

Dalam kegiatan ini hadir juga Duta Besar Korea Park Tae Sung secara virtual, yang menyampaikan bahwa kemitraan Indonesia dan Korea sudah berjalan dengan adanya pabrik sel baterai kendaraan listrik di Karawang dan diharapkan Indonesia menjadi rantai pemasok komprehensif kendaraan listrik pertama di dunia.

“IK-CEPA ini menandakan hubungan kemitraan Indonesia dan Korea Selatan semakin strategis yang dibuktikan dengan dibangunnya pabrik sel baterai kendaraan listrik di Karawang sebagai satu-satunya pabrik kompenen listrik di ASEAN yang nantinya akan menjadi pemasok komprehensif kendaraan listrik pertama di dunia,”tegasnya.

Park Tae Sung beharap ada dukungan besar dari semua pihak khususnya DPD RI terhadap tindak lanjut kerja sama IK-CEPA ini. Melalui ratifikasi perjanjian kerja sama ini dapat segera terealisasi sehingga terwujud kemitraan strategis yang semakin kuat antara Indonesia dan Korea Selatan serta membuka pintu yg seluas-luasnya bagi UMKM Indonesia untuk melakukan ekspor ke berbagai sektor perdagangan serta dan investasi.

Sementara, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengatakan kegiatan ini sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kerja sama dan kemitaraan dengan berbagai negara guna meningkatkan neraca perdagangan Indonesia sesuai arahan Presiden Jokowi.

“Indonesia patut bersyukur dan berbangga bahwa neraca perdagangan Indonesia saat ini tercatat mengalami surplus. Dan sesuai arahan presiden kepada kemendag agar terus berupaya meningkatan volume ekspor Indonesia ke seluruh dunia,” ujarnya.

Kegiatan ini dihadiri juga oleh Richard Pasaribu (Wakil Ketua I BKSP DPD RI ), Ali Ridho Azhari (Wakil Ketua II BKSP DPD RI), Amang Syafrudin (Anggota DPD RI Jawa Barat), Eni Sumarni (Anggota DPD RI Jawa Barat ) dan sejumlah Anggota DPD RI lainnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

BKSP DPD RI Sebut IK-CEPA Wadah UMKM Menuju Pasar Global

...
RILIS.ID
Jakarta
17 September 2021 - 18:26 WIB
Ekonomi | RILISID
...
Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) DPD RI mengadakan seminar dialog Indonesia-Korea Selatan bertemakan “Indonesia Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) dan UMKM Daerah, Kolaborasi Ekonomi dan Fasilitasi Perdagangan Ke Pasar Korea Selatan”.

Seminar dialog ini dibuka oleh Wakil Ketua DPD RI Mahyudin yang dilaksanakan secara fisik dan daring bertempat di Bandung, Jawa Barat, pada Jumat (17/9/2021).

Mahyudin mengatakan bahwa hubungan Indonesia dan Korea Selatan tidak dapat dipungkiri memiliki kedekatan yang unik, terutama dalam pendekatan budaya.

Kedekatan seperti ini, menurutnya, merupakan modal kuat untuk hubungan yang lebih dalam lagi bagi masyarakat kedua negara.

“Bagaimanapun budaya dapat menjadi salah satu sarana komunikasi efektif yang berdampak pada peningkatan hubungan bisnis, kedekatan itu semakin tercermin melalui penandatanganan perjanjian IK-CEPA yang ditandatangani pada 18 Desember tahun lalu,” ujarnya.

Mahyudin menambahkan DPD RI sebagai wakil rakyat daerah melalui BKSP berupaya untuk menjembatani berbagai kerja sama antar negara yang tidak terbatas hanya pada bidang keparlemenan saja. Melainkan juga mencoba untuk memfasilitasi kerjasama ekonomi, sosial, budaya antar negara dengan pendekatan antar-parlemen.

“Untuk itulah kami berharap bahwa kegiatan kita pada hari ini akan berdampak positif dan semakin eratnya kerjasama bisnis antara para pelaku usaha dari berbagai skala terutama UMKM di daerah dengan para pelaku usaha di Republik Korea Selatan sehingga menjadi stimulus utama bagi pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi nantinya,” tambah senator asal Kalimantan Timur ini.

Hal senada disampaikan Ketua BKSP Gusti Farid Hasan Aman. Menurutnya, kedua negara bisa menjalin komunikasi dalam rangka meningkatkan sinergi dan kolaborasi dalam implementasi IK-CEPA.

“Acara ini kami namakan sinergi dengan maksud agar semua pihak dan stakeholder di kedua negara bisa menjalin komunikasi dalam implementasi IK-CEPA. Kami secara khusus mengambil tema yang berkaitan dengan pemberdayaan UMKM mengingat UMKM memiliki potensi yang sangat besar,” ucapnya.

Adapun harapan yang disampaikan oleh Senator asal Kalimantan Selatan ini UMKM daerah bisa mendapatkan manfaat dari IK-CEPA agar dapat meningkatkan pemasaran dan kemampuan teknologi dan sistem kerja.

“Kami secara khusus berharap agar konteks perjanjian perdagangan IK-CEPA dapat berjalan optimal dan dapat memberikan manfaat bagi UMKM agar bisa melakuan upscaling, bukan hanya dalam peningkatan pemasaran tetapi juga dalam meningkatkan kemampuan teknologi dan sistem kerja yang makin efisien,” tukasnya.

Dalam kegiatan ini hadir juga Duta Besar Korea Park Tae Sung secara virtual, yang menyampaikan bahwa kemitraan Indonesia dan Korea sudah berjalan dengan adanya pabrik sel baterai kendaraan listrik di Karawang dan diharapkan Indonesia menjadi rantai pemasok komprehensif kendaraan listrik pertama di dunia.

“IK-CEPA ini menandakan hubungan kemitraan Indonesia dan Korea Selatan semakin strategis yang dibuktikan dengan dibangunnya pabrik sel baterai kendaraan listrik di Karawang sebagai satu-satunya pabrik kompenen listrik di ASEAN yang nantinya akan menjadi pemasok komprehensif kendaraan listrik pertama di dunia,”tegasnya.

Park Tae Sung beharap ada dukungan besar dari semua pihak khususnya DPD RI terhadap tindak lanjut kerja sama IK-CEPA ini. Melalui ratifikasi perjanjian kerja sama ini dapat segera terealisasi sehingga terwujud kemitraan strategis yang semakin kuat antara Indonesia dan Korea Selatan serta membuka pintu yg seluas-luasnya bagi UMKM Indonesia untuk melakukan ekspor ke berbagai sektor perdagangan serta dan investasi.

Sementara, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengatakan kegiatan ini sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kerja sama dan kemitaraan dengan berbagai negara guna meningkatkan neraca perdagangan Indonesia sesuai arahan Presiden Jokowi.

“Indonesia patut bersyukur dan berbangga bahwa neraca perdagangan Indonesia saat ini tercatat mengalami surplus. Dan sesuai arahan presiden kepada kemendag agar terus berupaya meningkatan volume ekspor Indonesia ke seluruh dunia,” ujarnya.

Kegiatan ini dihadiri juga oleh Richard Pasaribu (Wakil Ketua I BKSP DPD RI ), Ali Ridho Azhari (Wakil Ketua II BKSP DPD RI), Amang Syafrudin (Anggota DPD RI Jawa Barat), Eni Sumarni (Anggota DPD RI Jawa Barat ) dan sejumlah Anggota DPD RI lainnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya