Arema FC Maafkan Ulah Bonek yang Merusak Bus di Yogyakarta
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Arema FC Maafkan Ulah Bonek yang Merusak Bus di Yogyakarta

...
Iwan Irawan
Yogyakarta
22 Oktober 2021 - 15:32 WIB
Daerah | RILISID
...
Tersangka perusakan berinisial Y (kaus hijau) bersama manajemen Persebaya dan Arema FC di Mapolresta Yogyakarta, Kamis (21/10/21). Foto: Ist

RILISID, Yogyakarta — Polresta Yogyakarta berhasil mengamankan salah satu dari 10 pelaku perusakan bus milik Arema FC saat menginap di Hotel Yogyakarta, pada Rabu (20/10/2021) malam.

Arema FC sendiri berada di Hotel Yogyakarta dalam rangka mengikuti Liga 1 melawan Persiraja Banda Aceh di Stadion Maguharjo, Sleman pada Sabtu (23/10/2021) nanti.

Dalam aksi itu, polisi mengungkap salah satu pelaku pengerusakan bus adalah anak di bawah umur berinisial Y (15), warga Sidoarjo.

Sementara, identitas lima pelaku lainnya sudah diketahui oleh pihak berwajib.

Menyikapi permasalahan itu, manajemen Arema FC berjiwa besar dengan memaafkan ulah para pelaku sehingga tidak membawanya ke jalur hukum.

Pernyataan itu disampaikan oleh media officer Arema FC Sudarmaji didampingi Sekretaris tim Rahmat Taufiq Hentihu.

Pihak Persebaya sendiri diwakili Asisten Manajer Persebaya FC Alex Tualeka. Proses mediasi berlangsung di Mapolresta Yogyakarta, pada Kamis (21/10/21) malam.

Media officer Arema FC Sudarmadji mengatakan, berdasarkan arahan dari Presiden Arema FC, pihaknya menerima permohonan maaf Persebaya atas perusakan bus milik Arema FC.

"Karena hakekatnya kita (Arema) dan Persebaya adalah klub sama-sama asal Jawa Timur. Berkomitmen membawa nama baik atau citra Jawa Timur menggapai prestasi, khususnya di dunia sepak bola," kata Sudarmaji saat konferensi pers di Mapolresta Yogyakarta, Kamis.

Pihaknya tidak ingin melanjutkan permasalahan perusakan berlanjut ke ranah hukum.

"Kita kembalikan adik Y ini ke Persebaya FC untuk dilakukan pembinaan seperti apa mestinya. Termasuk, diberikan pembinaan oleh Polresta Yogyakarta," tambahnya.

Meski tidak melanjutkan ke ranah hukum, Sudarmadji menyerahkan sepenuhnya proses tersebut kepada Polresta Yogyakarta.

"Selanjutnya kami akan lebih fokus ke pertandingan rivalitas yang berkualitas, bagaimana di lapangan selama 2x45 menit pertandingan nantinya bisa menunjukkan kualitas dan prestasinya," ujarnya.

"Harapannya, kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi semuanya guna saling instropeksi dan evalusi. Dan suporter sendiri bagaimana memberikan dukungan positifnya secara berkreativitas menghantarkan klubnya berprestasi," ia menambahkan.

Sementara, Asisten Manajer Persebaya FC Alex Tualeka menuturkan, demi rasa kemanusiaan dan sepak bola nasional. Persebaya dan Arema FC bersepakat mengakhiri permasalahannya, dimana Arema FC sepakat tidak memproses ke jalur hukum. 

"Kami pun menawarkan diri untuk memperbaiki bus yang rusak tersebut, namun Arema FC berlapang dada dengan jiwa besarnya melakukan perbaikan sendiri," tutur Alex.

Adanya permasalahan ini, manajemen Persebaya FC meminta para "Bonek" kembali ke Surabaya. Jadikan ini pelajaran penting dan tidak diulangi di lain kesempatan.

"Kami tidak ingin hal positif yang sudah terbangun baik oleh Persebaya dan Bonek Mania diciderai oknum tidak bertanggungjawab," pungkasnya.

Pada kesempatan itu, pelaku perusakan bus berinisial Y mengaku menyesali perbuatannya.

"Saya merasa menyesal dan meminta maaf kepada semuanya sekaligus tidak mengulanginya lagi. Di sisi lain, saya telah merugikan Arema FC serta merusak nama baik tim saya sendiri Persebaya," ucapnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Arema FC Maafkan Ulah Bonek yang Merusak Bus di Yogyakarta

...
Iwan Irawan
Yogyakarta
22 Oktober 2021 - 15:32 WIB
Daerah | RILISID
...
Tersangka perusakan berinisial Y (kaus hijau) bersama manajemen Persebaya dan Arema FC di Mapolresta Yogyakarta, Kamis (21/10/21). Foto: Ist

RILISID, Yogyakarta — Polresta Yogyakarta berhasil mengamankan salah satu dari 10 pelaku perusakan bus milik Arema FC saat menginap di Hotel Yogyakarta, pada Rabu (20/10/2021) malam.

Arema FC sendiri berada di Hotel Yogyakarta dalam rangka mengikuti Liga 1 melawan Persiraja Banda Aceh di Stadion Maguharjo, Sleman pada Sabtu (23/10/2021) nanti.

Dalam aksi itu, polisi mengungkap salah satu pelaku pengerusakan bus adalah anak di bawah umur berinisial Y (15), warga Sidoarjo.

Sementara, identitas lima pelaku lainnya sudah diketahui oleh pihak berwajib.

Menyikapi permasalahan itu, manajemen Arema FC berjiwa besar dengan memaafkan ulah para pelaku sehingga tidak membawanya ke jalur hukum.

Pernyataan itu disampaikan oleh media officer Arema FC Sudarmaji didampingi Sekretaris tim Rahmat Taufiq Hentihu.

Pihak Persebaya sendiri diwakili Asisten Manajer Persebaya FC Alex Tualeka. Proses mediasi berlangsung di Mapolresta Yogyakarta, pada Kamis (21/10/21) malam.

Media officer Arema FC Sudarmadji mengatakan, berdasarkan arahan dari Presiden Arema FC, pihaknya menerima permohonan maaf Persebaya atas perusakan bus milik Arema FC.

"Karena hakekatnya kita (Arema) dan Persebaya adalah klub sama-sama asal Jawa Timur. Berkomitmen membawa nama baik atau citra Jawa Timur menggapai prestasi, khususnya di dunia sepak bola," kata Sudarmaji saat konferensi pers di Mapolresta Yogyakarta, Kamis.

Pihaknya tidak ingin melanjutkan permasalahan perusakan berlanjut ke ranah hukum.

"Kita kembalikan adik Y ini ke Persebaya FC untuk dilakukan pembinaan seperti apa mestinya. Termasuk, diberikan pembinaan oleh Polresta Yogyakarta," tambahnya.

Meski tidak melanjutkan ke ranah hukum, Sudarmadji menyerahkan sepenuhnya proses tersebut kepada Polresta Yogyakarta.

"Selanjutnya kami akan lebih fokus ke pertandingan rivalitas yang berkualitas, bagaimana di lapangan selama 2x45 menit pertandingan nantinya bisa menunjukkan kualitas dan prestasinya," ujarnya.

"Harapannya, kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi semuanya guna saling instropeksi dan evalusi. Dan suporter sendiri bagaimana memberikan dukungan positifnya secara berkreativitas menghantarkan klubnya berprestasi," ia menambahkan.

Sementara, Asisten Manajer Persebaya FC Alex Tualeka menuturkan, demi rasa kemanusiaan dan sepak bola nasional. Persebaya dan Arema FC bersepakat mengakhiri permasalahannya, dimana Arema FC sepakat tidak memproses ke jalur hukum. 

"Kami pun menawarkan diri untuk memperbaiki bus yang rusak tersebut, namun Arema FC berlapang dada dengan jiwa besarnya melakukan perbaikan sendiri," tutur Alex.

Adanya permasalahan ini, manajemen Persebaya FC meminta para "Bonek" kembali ke Surabaya. Jadikan ini pelajaran penting dan tidak diulangi di lain kesempatan.

"Kami tidak ingin hal positif yang sudah terbangun baik oleh Persebaya dan Bonek Mania diciderai oknum tidak bertanggungjawab," pungkasnya.

Pada kesempatan itu, pelaku perusakan bus berinisial Y mengaku menyesali perbuatannya.

"Saya merasa menyesal dan meminta maaf kepada semuanya sekaligus tidak mengulanginya lagi. Di sisi lain, saya telah merugikan Arema FC serta merusak nama baik tim saya sendiri Persebaya," ucapnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya