Ada Calo CPNS di Aceh, Ketua DPD: Ini Sangat Membahayakan
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Ada Calo CPNS di Aceh, Ketua DPD: Ini Sangat Membahayakan

...
RILIS.ID
Jakarta
12 Oktober 2021 - 22:25 WIB
Nasional | RILISID
...
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh untuk menindak tegas calo CPNS yang mulai marak.

Para calo mengiming-imingi masyarakat yang tengah mengikuti seleksi CPNS untuk bisa meloloskan dengan sejumlah imbalan tertentu.

Para calo mengaku bisa meluluskan peserta seleksi CPNS dengan syarat menyerahkan uang yang mencapai ratusan juta rupiah.

"Saya meminta kepada Pemprov Aceh untuk menindak tegas segala bentuk percaloan dan memberikan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku, bahkan pemberlakuan sanksi pidana bagi PNS pelaku calo PNS," kata LaNyalla dalam keterangan tertulisnya, Selasa (12/10/2021).

Senator asal Jawa Timur itu juga meminta kepada masyarakat untuk tidak tergoda dengan iming-iming yang ditawarkan calo PNS.

"Saya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak tergiur dengan tawaran para calo karena sudah pasti merugikan," tutur dia.

Menurut LaNyalla, aksi percaloan dalam bentuk apapun dapat dipastikan merugikan masyarakat. Apalagi, dengan dalih apapun tindakan tersebut tak dapat dibenarkan.

"Aksi percaloan dalam bentuk apapun pasti merugikan banyak pihak, termasuk merugikan peserta yang lulus, namun tidak punya uang dapat digeser dan digantikan oleh peserta yang tidak lulus tapi menggunakan uang sogokan. Ini sangat membahayakan, merugikan dan sangat tidak adil," tegas LaNyalla.

Bahkan dengan tegas LaNyalla menyerukan kepada masyarakat bahwa praktik percaloan tersebut merupakan bagian dari penipuan.

"Jika ada PNS yang menjanjikan peserta tes CPNS bisa lulus dengan syarat menyerahkan sejumlah uang, itu dapat dipastikan penipuan dan dapat dikenakan jeratan pasal 378 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun," ujar LaNyalla. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Ada Calo CPNS di Aceh, Ketua DPD: Ini Sangat Membahayakan

...
RILIS.ID
Jakarta
12 Oktober 2021 - 22:25 WIB
Nasional | RILISID
...
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh untuk menindak tegas calo CPNS yang mulai marak.

Para calo mengiming-imingi masyarakat yang tengah mengikuti seleksi CPNS untuk bisa meloloskan dengan sejumlah imbalan tertentu.

Para calo mengaku bisa meluluskan peserta seleksi CPNS dengan syarat menyerahkan uang yang mencapai ratusan juta rupiah.

"Saya meminta kepada Pemprov Aceh untuk menindak tegas segala bentuk percaloan dan memberikan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku, bahkan pemberlakuan sanksi pidana bagi PNS pelaku calo PNS," kata LaNyalla dalam keterangan tertulisnya, Selasa (12/10/2021).

Senator asal Jawa Timur itu juga meminta kepada masyarakat untuk tidak tergoda dengan iming-iming yang ditawarkan calo PNS.

"Saya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak tergiur dengan tawaran para calo karena sudah pasti merugikan," tutur dia.

Menurut LaNyalla, aksi percaloan dalam bentuk apapun dapat dipastikan merugikan masyarakat. Apalagi, dengan dalih apapun tindakan tersebut tak dapat dibenarkan.

"Aksi percaloan dalam bentuk apapun pasti merugikan banyak pihak, termasuk merugikan peserta yang lulus, namun tidak punya uang dapat digeser dan digantikan oleh peserta yang tidak lulus tapi menggunakan uang sogokan. Ini sangat membahayakan, merugikan dan sangat tidak adil," tegas LaNyalla.

Bahkan dengan tegas LaNyalla menyerukan kepada masyarakat bahwa praktik percaloan tersebut merupakan bagian dari penipuan.

"Jika ada PNS yang menjanjikan peserta tes CPNS bisa lulus dengan syarat menyerahkan sejumlah uang, itu dapat dipastikan penipuan dan dapat dikenakan jeratan pasal 378 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun," ujar LaNyalla. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya