AHY: Terima Kasih dan Penghargaan Setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden Joko Widodo
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

AHY: Terima Kasih dan Penghargaan Setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden Joko Widodo

...
RILIS.ID
Jakarta
31 Maret 2021 - 17:23 WIB
Nasional | RILISID
...
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. FOTO: ISTIMEWA

RILISID, Jakarta — Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengapresiasi keputusan pemerintah yang menolak hasil Kongres Luar Biasa atau KLB Sibolangit, Deliserdang, Sumatera Utara.

"Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah SWT, Tuhan yang Maha Esa, bahwa apa yang telah diputuskan oleh pemerintah hari ini adalah penegasan terhadap kebenaran, legalitas, dan konstitusionalitas Partai Demokrat terkait kepemimpinan, kepengurusan serta konstitusi partai yakni AD/ART yang berkekuatan hukum tetap dan telah disahkan oleh negara," kata AHY dalam keterangannya, Rabu (31/3/2021).

AHY mengaku menerima keputusan tersebut dengan rendah hati. Menurutnya, keputusan pemerintah adalah kabar baik untuk Partai Demokrat dan juga bagi kehidupan demokrasi di Tanah Air.

Ia menyatakan pemerintah telah menegakkan hukum dengan sebenar-benarnya dan seadil-adilnya. Dengan keputusan itu, AHY menegaskan tidak ada lagi dualisme di tubuh Demokrat.

"Atas nama segenap pimpinan, pengurus, kader, dan simpatisan Partai Demokrat di seluruh Indonesia, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo, yang telah menunaikan janji pemerintah untuk menegakkan hukum dengan sebenar-benarnya dan seadil-adilnya, dalam kasus KLB yang ilegal dan inkonstitusional ini," ujar AHY.

Putra sulung SBY ini juga mengapresiasi kesetiaan, loyalitas, soliditas, kerja keras dan dedikasi yang luar biasa dari para pimpinan dan pengurus partai. Mulai dari DPP, DPD, DPC, DPAC, tingkat ranting hingga anak ranting, termasuk organisasi sayap, DPLN, dan seluruh kader dan simpatisan Demokrat di seluruh Indonesia.

"Terlebih terima kasih dan penghormatan kepada kepada ketua dan anggota Majelis Tinggi, Dewan Pertimbangan, Dewan Kehormatan dan Mahkamah Partai, serta para sahabat, pimpinan, ketua dan anggota fraksi Partai Demokrat baik DPR RI, DPRD provinsi hingga kabupaten/kota," ucapnya.

Menurut AHY, KLB Sibolangit telah menjadi ancaman serius bagi perkembangan demokrasi dan agenda regenerasi kepemimpinan partai politik di Indonesia.

"Kita tahu bahwa jalan untuk memperjuangkan demokrasi memang tidak mudah; membangun partai juga tidak mudah, membutuhkan kerja keras, keringat dan air mata, kegigihan, dan kesabaran untuk membesarkannya," tuturnya.

Sementara itu, kata AHY, tidak sedikit orang-orang yang berusaha mencari jalan pintas dengan menghalalkan segala cara, termasuk melakukan perampokan partai politik melalui cara-cara tidak etis, ilegal dan inkonstitusional.

"Kita tahu fenomena dan ancaman post-truth politics juga terus membayangi demokrasi kita, di mana kebohongan yang diulang-ulang bisa dipercaya oleh sebagian masyarakat, menjadi kebenaran yang baru," ia menambahkan.

"Misalnya, ada upaya-upaya untuk merekayasa opini publik terkait legalitas partai, dan juga upaya memanipulasi sejarah pendirian Partai Demokrat," lanjut AHY.

Ia mengajak para kader Demokrat untuk melanjutkan perjuangan. Termasuk menjadikan peristiwa KLB sebagai hikmah dan pelajaran berharga untuk meningkatkan soliditas dan menjadi momentum bagi kita untuk bangkit kembali.

"Hindari fitnah dan hoax. Sampaikan pendapat, terutama di media sosial, secara bertanggung jawab. Jangan euforia yang berlebih-lebihan. Ingat karakter Demokrat, sebagai partai yang cerdas dan santun. Harus tetap rendah hati, harus tetap mawas diri. Terus kuatkan silaturahmi dan kolaborasi kita, dengan masyarakat sipil dan segenap elemen bangsa lainnya," pintanya.

Terakhir, AHY mengajak kadernya untuk terus berkoalisi dengan rakyat demi memperjuangkan harapan rakyat.

"Insyaallah, niat baik ini dan perjuangan kita semua akan diridhoi oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa," pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

AHY: Terima Kasih dan Penghargaan Setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden Joko Widodo

...
RILIS.ID
Jakarta
31 Maret 2021 - 17:23 WIB
Nasional | RILISID
...
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. FOTO: ISTIMEWA

RILISID, Jakarta — Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengapresiasi keputusan pemerintah yang menolak hasil Kongres Luar Biasa atau KLB Sibolangit, Deliserdang, Sumatera Utara.

"Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah SWT, Tuhan yang Maha Esa, bahwa apa yang telah diputuskan oleh pemerintah hari ini adalah penegasan terhadap kebenaran, legalitas, dan konstitusionalitas Partai Demokrat terkait kepemimpinan, kepengurusan serta konstitusi partai yakni AD/ART yang berkekuatan hukum tetap dan telah disahkan oleh negara," kata AHY dalam keterangannya, Rabu (31/3/2021).

AHY mengaku menerima keputusan tersebut dengan rendah hati. Menurutnya, keputusan pemerintah adalah kabar baik untuk Partai Demokrat dan juga bagi kehidupan demokrasi di Tanah Air.

Ia menyatakan pemerintah telah menegakkan hukum dengan sebenar-benarnya dan seadil-adilnya. Dengan keputusan itu, AHY menegaskan tidak ada lagi dualisme di tubuh Demokrat.

"Atas nama segenap pimpinan, pengurus, kader, dan simpatisan Partai Demokrat di seluruh Indonesia, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo, yang telah menunaikan janji pemerintah untuk menegakkan hukum dengan sebenar-benarnya dan seadil-adilnya, dalam kasus KLB yang ilegal dan inkonstitusional ini," ujar AHY.

Putra sulung SBY ini juga mengapresiasi kesetiaan, loyalitas, soliditas, kerja keras dan dedikasi yang luar biasa dari para pimpinan dan pengurus partai. Mulai dari DPP, DPD, DPC, DPAC, tingkat ranting hingga anak ranting, termasuk organisasi sayap, DPLN, dan seluruh kader dan simpatisan Demokrat di seluruh Indonesia.

"Terlebih terima kasih dan penghormatan kepada kepada ketua dan anggota Majelis Tinggi, Dewan Pertimbangan, Dewan Kehormatan dan Mahkamah Partai, serta para sahabat, pimpinan, ketua dan anggota fraksi Partai Demokrat baik DPR RI, DPRD provinsi hingga kabupaten/kota," ucapnya.

Menurut AHY, KLB Sibolangit telah menjadi ancaman serius bagi perkembangan demokrasi dan agenda regenerasi kepemimpinan partai politik di Indonesia.

"Kita tahu bahwa jalan untuk memperjuangkan demokrasi memang tidak mudah; membangun partai juga tidak mudah, membutuhkan kerja keras, keringat dan air mata, kegigihan, dan kesabaran untuk membesarkannya," tuturnya.

Sementara itu, kata AHY, tidak sedikit orang-orang yang berusaha mencari jalan pintas dengan menghalalkan segala cara, termasuk melakukan perampokan partai politik melalui cara-cara tidak etis, ilegal dan inkonstitusional.

"Kita tahu fenomena dan ancaman post-truth politics juga terus membayangi demokrasi kita, di mana kebohongan yang diulang-ulang bisa dipercaya oleh sebagian masyarakat, menjadi kebenaran yang baru," ia menambahkan.

"Misalnya, ada upaya-upaya untuk merekayasa opini publik terkait legalitas partai, dan juga upaya memanipulasi sejarah pendirian Partai Demokrat," lanjut AHY.

Ia mengajak para kader Demokrat untuk melanjutkan perjuangan. Termasuk menjadikan peristiwa KLB sebagai hikmah dan pelajaran berharga untuk meningkatkan soliditas dan menjadi momentum bagi kita untuk bangkit kembali.

"Hindari fitnah dan hoax. Sampaikan pendapat, terutama di media sosial, secara bertanggung jawab. Jangan euforia yang berlebih-lebihan. Ingat karakter Demokrat, sebagai partai yang cerdas dan santun. Harus tetap rendah hati, harus tetap mawas diri. Terus kuatkan silaturahmi dan kolaborasi kita, dengan masyarakat sipil dan segenap elemen bangsa lainnya," pintanya.

Terakhir, AHY mengajak kadernya untuk terus berkoalisi dengan rakyat demi memperjuangkan harapan rakyat.

"Insyaallah, niat baik ini dan perjuangan kita semua akan diridhoi oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa," pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya