265 Pasien Corona Meninggal saat Isoman, Pemerintah Disebut Abai soal Faskes Kolaps
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

265 Pasien Corona Meninggal saat Isoman, Pemerintah Disebut Abai soal Faskes Kolaps

...
RILIS.ID
Jakarta
4 Juli 2021 - 13:35 WIB
Nasional | RILISID
...
Ilustrasi lahan pemakaman pasien Covid-19 di DKI Jakarta. Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Sebanyak 265 pasien positif corona dilaporkan meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri (isoman) di luar fasilitas kesehatan (Faskes).

Hal ini disampaikan Lapor Covid-19, kanal komunitas peduli hak asasi manusia dan kesehatan masyarakat terkait pandemi.

Menurut Lapor Covid-19, banyak masyarakat melaporkan kematian anggota keluarga atau rekan mereka di rumah saat menjalani isolasi mandiri. Fenomena ini menjadi potret nyata kolapsnya fasilitas kesehatan yang menyebabkan pasien kesulitan mendapatkan layanan medis yang layak.

Situasi ini diperparah oleh komunikasi risiko yang buruk, yang menyebabkan sebagian masyarakat menghindari untuk ke rumah sakit dan memilih isolasi mandiri.

Jumlah tersebut berdasarkan hasil penelusuran tim LaporCovid19 di sosial media Twitter, berita online, dan laporan warga.

"Kami menemukan sedikitnya 265 korban jiwa yang meninggal dunia positif Covid-19 dengan kondisi sedang isolasi mandiri di rumah, saat berupaya mencari fasilitas kesehatan, dan ketika menunggu antrean di IGD," kata Lapor Covid-19 dalam siaran persnya, dikutip Minggu (4/7/2021).

Kematian di luar fasilitas kesehatan ini terjadi hanya dalam kurun Juni hingga 2 Juli 2021. Kondisi ini menunjukkan bahwa pemerintah abai dalam memenuhi hak atas kesehatan warganya di masa pandemi, seperti yang dijamin oleh Undang-undang Kekarantinaan Kesehatan No. 6 Tahun 2018.

Padahal UU itu menjamin bahwa di masa pandemi, di mana setiap warga negara berhak mendapatkan layanan medis yang semestinya. Hal ini juga bagian dari pelanggaran hak asasi manusia yang dijamin UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Lapor Covid-19 melaporkan sebanyak 265 korban jiwa tersebut tersebar di 47 kota dan kabupaten. Provinsi yang terekam cukup banyak mengalami kematian di luar RS adalah Jawa Barat dengan 97 kematian dari 11 kota/kabupaten.

Meski begitu, jumlah tersebut belum mewakili kondisi sesungguhnya di komunitas, karena tidak semua orang melaporkannya ke LaporCovid-19, media sosial, atau diberitakan media massa.

"Kami mengkhawatirkan hal ini merupakan fenomena puncak gunung es dan harus segera diantisipasi untuk mencegah semakin banyaknya korban jiwa di luar fasilitas kesehatan. Selain memperkuat fasilitas kesehatan dan sumber daya tenaga kesehatan, harus ada pembatasn mobilitas secara ketat untuk mencegah terus melonjaknya laju penularan kasus yang akan meningkatkan risiko kematian," ujarnya.

Berikut ini rincian jumlah kematian per provinsi:

1. Jawa Barat

Jumlah kematian di luar RS: 97 orang

Sebaran: 11 kabupaten/kota

2. DI Yogyakarta

Jumlah kematian di luar RS: 63 orang

Sebaran: 5 kabupaten/kota

3. Banten

Jumlah kematian di luar RS: 40 orang

Sebaran: 3 kabupaten/kota

4. Jawa Tengah

Jumlah kematian di luar RS: 22 orang

Sebaran: 12 kabupaten/kota

5. Jawa Timur

Jumlah kematian di luar RS: 18 orang

Sebaran: 7 kabupaten/kota

6. DKI Jakarta

Jumlah kematian di luar RS: 17 orang

Sebaran: 5 kabupaten/kota

7. Riau

Jumlah kematian di luar RS: 5 orang

Sebaran: 1 kabupaten/kota

8. Lampung

Jumlah kematian di luar RS: 2 orang

Sebaran: 1 kabupaten/kota

9. Kepulauan Riau

Jumlah kematian di luar RS: 1 orang

Sebaran: 1 kabupaten/kota

10. Nusa Tenggara Timur

Jumlah kematian di luar RS: 1 orang

Sebaran: 1 kabupaten/kota

(*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

265 Pasien Corona Meninggal saat Isoman, Pemerintah Disebut Abai soal Faskes Kolaps

...
RILIS.ID
Jakarta
4 Juli 2021 - 13:35 WIB
Nasional | RILISID
...
Ilustrasi lahan pemakaman pasien Covid-19 di DKI Jakarta. Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Sebanyak 265 pasien positif corona dilaporkan meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri (isoman) di luar fasilitas kesehatan (Faskes).

Hal ini disampaikan Lapor Covid-19, kanal komunitas peduli hak asasi manusia dan kesehatan masyarakat terkait pandemi.

Menurut Lapor Covid-19, banyak masyarakat melaporkan kematian anggota keluarga atau rekan mereka di rumah saat menjalani isolasi mandiri. Fenomena ini menjadi potret nyata kolapsnya fasilitas kesehatan yang menyebabkan pasien kesulitan mendapatkan layanan medis yang layak.

Situasi ini diperparah oleh komunikasi risiko yang buruk, yang menyebabkan sebagian masyarakat menghindari untuk ke rumah sakit dan memilih isolasi mandiri.

Jumlah tersebut berdasarkan hasil penelusuran tim LaporCovid19 di sosial media Twitter, berita online, dan laporan warga.

"Kami menemukan sedikitnya 265 korban jiwa yang meninggal dunia positif Covid-19 dengan kondisi sedang isolasi mandiri di rumah, saat berupaya mencari fasilitas kesehatan, dan ketika menunggu antrean di IGD," kata Lapor Covid-19 dalam siaran persnya, dikutip Minggu (4/7/2021).

Kematian di luar fasilitas kesehatan ini terjadi hanya dalam kurun Juni hingga 2 Juli 2021. Kondisi ini menunjukkan bahwa pemerintah abai dalam memenuhi hak atas kesehatan warganya di masa pandemi, seperti yang dijamin oleh Undang-undang Kekarantinaan Kesehatan No. 6 Tahun 2018.

Padahal UU itu menjamin bahwa di masa pandemi, di mana setiap warga negara berhak mendapatkan layanan medis yang semestinya. Hal ini juga bagian dari pelanggaran hak asasi manusia yang dijamin UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Lapor Covid-19 melaporkan sebanyak 265 korban jiwa tersebut tersebar di 47 kota dan kabupaten. Provinsi yang terekam cukup banyak mengalami kematian di luar RS adalah Jawa Barat dengan 97 kematian dari 11 kota/kabupaten.

Meski begitu, jumlah tersebut belum mewakili kondisi sesungguhnya di komunitas, karena tidak semua orang melaporkannya ke LaporCovid-19, media sosial, atau diberitakan media massa.

"Kami mengkhawatirkan hal ini merupakan fenomena puncak gunung es dan harus segera diantisipasi untuk mencegah semakin banyaknya korban jiwa di luar fasilitas kesehatan. Selain memperkuat fasilitas kesehatan dan sumber daya tenaga kesehatan, harus ada pembatasn mobilitas secara ketat untuk mencegah terus melonjaknya laju penularan kasus yang akan meningkatkan risiko kematian," ujarnya.

Berikut ini rincian jumlah kematian per provinsi:

1. Jawa Barat

Jumlah kematian di luar RS: 97 orang

Sebaran: 11 kabupaten/kota

2. DI Yogyakarta

Jumlah kematian di luar RS: 63 orang

Sebaran: 5 kabupaten/kota

3. Banten

Jumlah kematian di luar RS: 40 orang

Sebaran: 3 kabupaten/kota

4. Jawa Tengah

Jumlah kematian di luar RS: 22 orang

Sebaran: 12 kabupaten/kota

5. Jawa Timur

Jumlah kematian di luar RS: 18 orang

Sebaran: 7 kabupaten/kota

6. DKI Jakarta

Jumlah kematian di luar RS: 17 orang

Sebaran: 5 kabupaten/kota

7. Riau

Jumlah kematian di luar RS: 5 orang

Sebaran: 1 kabupaten/kota

8. Lampung

Jumlah kematian di luar RS: 2 orang

Sebaran: 1 kabupaten/kota

9. Kepulauan Riau

Jumlah kematian di luar RS: 1 orang

Sebaran: 1 kabupaten/kota

10. Nusa Tenggara Timur

Jumlah kematian di luar RS: 1 orang

Sebaran: 1 kabupaten/kota

(*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya