Waket DPD-Wali Kota Southampton Jajaki Peluang Ekspor Rempah dan Kopi
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Waket DPD-Wali Kota Southampton Jajaki Peluang Ekspor Rempah dan Kopi

...
RILIS.ID
Jakarta
14 November 2021 - 14:05 WIB
Mancanegara | RILISID
...
Kunjungan Waket DPD dan rombongan di Southampton. Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Wakil Ketua (Waket) DPD Sultan B Najamudin bersama beberapa senator diundang secara khusus oleh Wali Kota Southampton, Inggris, pada Rabu (10/11/2021). Kegiatan itu dalam rangkaian COP26 di Glasgow.

Kedatangan Sultan dan rombongan disambut hangat oleh Mayor of Southampton John Slade dan Wali Kota Councillor Daniel Fitzhenry, pejabat setingkat gubernur, ketua Kadin, kepala otoritas pelabuhan dan beberapa pengusaha.

Upacara penyambutan kecil secara kenegaraan tersebut ditandai dengan pengibaran bendera merah putih oleh otoritas Southampton.

Pada kesempatan itu, Waket DPD bersama rombongan menjajaki peluang kerja sama dalam kegiatan ekspor komoditas unggalan Indonesia. Seperti rempah-rempah dan kopi.

Selain penjajakan kerja sama pada sektor bisnis, undangan tersebut menjadi momentum bagi para senator Indonesia untuk memahami mekanisme tata kelola daerah dan kota di United Kingdom (UK).

"Ini menjadi pengalaman pertama bagi kami, di mana ada serombongan pejabat legislatif negara berkembang bersedia menghadiri undangan seorang wali kota, Mereka pantas disambut secara kenegaraan," ujar salah seorang pejabat teras Southampton dalam siaran pers DPD, Minggu (14/11/2021).

Sebagai wakil daerah, rombongan DPD dan semua pejabat dan stakeholder Southampton melakukan dialog dan diskusi intensif terkait masa depan ekonomi global pascapandemi.

Sekaligus berupaya membuka peluang kerja sama dagang dan bisnis antara kedua belah pihak.

"Dalam suasana ketidakpastian global seperti saat ini, Indonesia memiliki posisi tawar dan daya tarik tersendiri bagi negara-negara maju. Maka Selain berupaya membuka peluang kerjasama bisnis, ini merupakan cara kita berdiplomasi dan turut serta dalam upaya mewujudkan ketertiban dunia, di atas prinsip-prinsip kemanusiaan," ungkap Sultan.

Menurutnya, Inggris saat ini sedang dilanda krisis energi, pangan dan jasa setelah memutuskan untuk berpisah dari Uni Eropa. Hal ini menjadi peluang tersendiri bagi Indonesia dalam menindaklanjuti peluang kerja sama ini.

"Mereka sudah bersedia untuk menyiapkan satu tempat khusus bagi Indonesia dalam Southampton Bisnis Expo yang akan diselenggarakan pada Juni mendatang, karena mereka membutuhkan banyak produk pertanian Indonesia seperti rempah-rempah dan kopi," katanya.

Pada kesempatan itu, Sultan bersama rombongan diajak untuk melihat langsung aktivitas bongkar muat di Southampton Port, yang merupakan pelabuhan terbesar Inggris dan menjadi salah satu pelabuhan terbaik dan terpadat di dunia saat ini.

Kehadiran Sultan di pelabuhan nomor satu Inggris itu disambut hangat oleh Associated British Port dan kepala pengelola Southampton Port atau yang disebut denganĀ Southampton Head quarters Ocean Gate to be greeted by General Manager, Craig Barbour.

Kedatangan Sultan ditemani oleh senator Ema Yohana, Dedy Iskandar Batu Bara, Evi Zaenal, Denty, Darmansyah Husein, Mambero, Intsiawati Ayus, dan Wali Kota Southampton.

Mereka disambut langsung oleh kepala otoritas pelabuhan dan kemudian dilanjutkan dengan jamuan makan siang dan diskusi ringan bersama tuan rumah dan beberapa pengusaha.

"Kota Southampton adalah pintu masuk paling besar bagi produk-produk luar ke UK. Selain membutuhkan bahan pangan dan rempah, mereka juga butuh banyak pekerja di pelabuhan," ujar Sultan.

Dalam kunjungan luar negeri kali ini, Sultan bersama rombongan anggota DPD lainnya benar-benar memanfaatkan setiap kesempatan untuk membuka peluang-peluang diplomatik dengan semua stakeholder di negara-negara sahabat.

Hal ini menjadi bukti bahwa etos politik diplomasi senator Indonesia turut menghasilkan kontribusi yang sangat positif bagi kepentingan nasional di percaturan ekonomi, politik dan pergaulan sosial global. Terutama bagi kepentingan daerah. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Waket DPD-Wali Kota Southampton Jajaki Peluang Ekspor Rempah dan Kopi

...
RILIS.ID
Jakarta
14 November 2021 - 14:05 WIB
Mancanegara | RILISID
...
Kunjungan Waket DPD dan rombongan di Southampton. Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Wakil Ketua (Waket) DPD Sultan B Najamudin bersama beberapa senator diundang secara khusus oleh Wali Kota Southampton, Inggris, pada Rabu (10/11/2021). Kegiatan itu dalam rangkaian COP26 di Glasgow.

Kedatangan Sultan dan rombongan disambut hangat oleh Mayor of Southampton John Slade dan Wali Kota Councillor Daniel Fitzhenry, pejabat setingkat gubernur, ketua Kadin, kepala otoritas pelabuhan dan beberapa pengusaha.

Upacara penyambutan kecil secara kenegaraan tersebut ditandai dengan pengibaran bendera merah putih oleh otoritas Southampton.

Pada kesempatan itu, Waket DPD bersama rombongan menjajaki peluang kerja sama dalam kegiatan ekspor komoditas unggalan Indonesia. Seperti rempah-rempah dan kopi.

Selain penjajakan kerja sama pada sektor bisnis, undangan tersebut menjadi momentum bagi para senator Indonesia untuk memahami mekanisme tata kelola daerah dan kota di United Kingdom (UK).

"Ini menjadi pengalaman pertama bagi kami, di mana ada serombongan pejabat legislatif negara berkembang bersedia menghadiri undangan seorang wali kota, Mereka pantas disambut secara kenegaraan," ujar salah seorang pejabat teras Southampton dalam siaran pers DPD, Minggu (14/11/2021).

Sebagai wakil daerah, rombongan DPD dan semua pejabat dan stakeholder Southampton melakukan dialog dan diskusi intensif terkait masa depan ekonomi global pascapandemi.

Sekaligus berupaya membuka peluang kerja sama dagang dan bisnis antara kedua belah pihak.

"Dalam suasana ketidakpastian global seperti saat ini, Indonesia memiliki posisi tawar dan daya tarik tersendiri bagi negara-negara maju. Maka Selain berupaya membuka peluang kerjasama bisnis, ini merupakan cara kita berdiplomasi dan turut serta dalam upaya mewujudkan ketertiban dunia, di atas prinsip-prinsip kemanusiaan," ungkap Sultan.

Menurutnya, Inggris saat ini sedang dilanda krisis energi, pangan dan jasa setelah memutuskan untuk berpisah dari Uni Eropa. Hal ini menjadi peluang tersendiri bagi Indonesia dalam menindaklanjuti peluang kerja sama ini.

"Mereka sudah bersedia untuk menyiapkan satu tempat khusus bagi Indonesia dalam Southampton Bisnis Expo yang akan diselenggarakan pada Juni mendatang, karena mereka membutuhkan banyak produk pertanian Indonesia seperti rempah-rempah dan kopi," katanya.

Pada kesempatan itu, Sultan bersama rombongan diajak untuk melihat langsung aktivitas bongkar muat di Southampton Port, yang merupakan pelabuhan terbesar Inggris dan menjadi salah satu pelabuhan terbaik dan terpadat di dunia saat ini.

Kehadiran Sultan di pelabuhan nomor satu Inggris itu disambut hangat oleh Associated British Port dan kepala pengelola Southampton Port atau yang disebut denganĀ Southampton Head quarters Ocean Gate to be greeted by General Manager, Craig Barbour.

Kedatangan Sultan ditemani oleh senator Ema Yohana, Dedy Iskandar Batu Bara, Evi Zaenal, Denty, Darmansyah Husein, Mambero, Intsiawati Ayus, dan Wali Kota Southampton.

Mereka disambut langsung oleh kepala otoritas pelabuhan dan kemudian dilanjutkan dengan jamuan makan siang dan diskusi ringan bersama tuan rumah dan beberapa pengusaha.

"Kota Southampton adalah pintu masuk paling besar bagi produk-produk luar ke UK. Selain membutuhkan bahan pangan dan rempah, mereka juga butuh banyak pekerja di pelabuhan," ujar Sultan.

Dalam kunjungan luar negeri kali ini, Sultan bersama rombongan anggota DPD lainnya benar-benar memanfaatkan setiap kesempatan untuk membuka peluang-peluang diplomatik dengan semua stakeholder di negara-negara sahabat.

Hal ini menjadi bukti bahwa etos politik diplomasi senator Indonesia turut menghasilkan kontribusi yang sangat positif bagi kepentingan nasional di percaturan ekonomi, politik dan pergaulan sosial global. Terutama bagi kepentingan daerah. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya