Mahfud MD Tak Ingin Korupsi Disebut Budaya Bangsa - RILIS.ID
Mahfud MD Tak Ingin Korupsi Disebut Budaya Bangsa
Zulhamdi Yahmin
Jumat | 03/07/2020 11.30 WIB
Mahfud MD Tak Ingin Korupsi Disebut Budaya Bangsa
Menkopolhukam Mahfud MD. FOTO: Kemenkopolhukam

RILIS.ID, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD tak ingin bila perilaku korupsi dianggap sebagai budaya. Karena, menurut dia, budaya merupakan produk akal budi manusia yang baik, sehingga tidak mungkin korupsi dianggap sebagai budaya Indonesia.

Mahfud menyampaikan itu dalam Sarasehan Online bertema Kembali Pancasila Jati Diri Bangsa,  yang diselenggarakan oleh Dewan Guru Besar UGM pada Jumat (3/7/2020). 

Mahfud yang juga Guru Besar Hukum Tata Negara ini mengatakan, selama ini budaya Indonesia disebut sebagai  budaya adiluhung, budaya yang hebat dan berperadaban tinggi.

"Maka itu korupsi tidak bisa disebut budaya, melainkan harus dipandang sebagai kejahatan yang jika berkembang di dalam masyarakat harus diluruskan melalui politik kebudayaan dan politik hukum," kata Mahfud. 

Sarasehan online ini dihadiri para Guru Besar Universitas Gadjah Mada, hadir pula sebagai pembicara, AM Hendroproyono selaku Ketua Dewan Guru Besar Sekolah Tinggi Hukum Militer, dan Agus Widjojo, selaku Gubernur Lemhanas. 

Dalam kesempatan itu, Mahfud  menjelaskan bahwa kebiasaan yang buruk seperti perilaku koruptif tidak boleh dianggap sebagai budaya. Sebab kalau ia dianggap budaya, menurutnya, berarti tunduk dan pasrah alias bersikap fatalistik terhadap kenyataan.

Padahal kebudayaan itu bersifat dinamis, bisa diarahkan atau direvitalisasi melalui politik kebudayaan. 

“Kita bisa mencatat, ketika dunia politik didominasi oleh para negarawan dan politisi yang bersih maka negara kita relatif bersih dari korupsi. Ketika perekrutan politik berhasil menjaring orang-orang yang bersih dan tegas, maka korupsi bisa diminimalisir, seperti yang terjadi pada awal-awal kemerdekaan sampai akhir 1950-an dan pada periode-periode lain saat institusi-institusi negara dikendalikan dengan politik bersih," paparnya. 


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID