Wamenkes Dante Sebut Vaksinasi Covid-19 Bukan Satu-satunya Game Charger
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Wamenkes Dante Sebut Vaksinasi Covid-19 Bukan Satu-satunya Game Charger

...
RILIS.ID
Jakarta
7 September 2021 - 6:08 WIB
Kesehatan | RILISID
...
Wamenkes Dante Saksono Harbuwono. Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden

RILISID, Jakarta — Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengingatkan semua pihak untuk tetap waspada dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Dante menegaskan penurunan kasus bukan membuat semua pihak terlena, melainkan melakukan penguatan terhadap ketahanan medis.

"Ketahanan medis itu dipentingkan karena beberapa kasus itu terjadi juga peningkatan di beberapa tempat,” ujarnya dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, Selasa (7/9/2021).

Saat ini, ungkap Dante, eskalasi kasus masih terjadi di sejumlah negara tetangga Indonesia, seperti di Malaysia, Filipina, dan Vietnam.

Lonjakan kasus juga kembali terjadi bahkan di negara dengan capaian vaksinasi tertinggi, seperti Amerika Serikat yang angka vaksinasinya mencapai 52 persen, Inggris 63 persen, dan Israel 63 persen.

Menurut Dante, hal itu disebabkan karena mereka mengabaikan protokol kesehatan (prokes) karena merasa sudah dilakukan vaksinasi.

"Jadi vaksinasi bukan satu-satunya game changer (Pengubah permainan), tetapi merupakan salah satu komponen yang penting untuk dilakukan, tetapi yang (juga) penting adalah protokol (kesehatan) masyarakat,” jelasnya.

Selain percepatan vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan, Dante juga menekankan pentingnya untuk tetap meningkatkan upaya deteksi guna terus menekan laju penularan Covid-19.

“Dari berbagai macam strategi penanganan yang perlu dilanjutkan, maka yang paling penting adalah tes epidemiologi, kemudian rasio kontak erat yang dilacak, dan percepatan vaksinasi pada saat kita sekarang sudah melalui masa-masa sulit,” paparnya.

Dante mengungkapkan, saat ini positivity rate secara nasional semakin menurun dan mendekati 6,97 persen.

Oleh sebab itu, jumlah penelusuran atau tracing  yang sekarang sudah mencapai 7,98 persen harus ditingkatkan kembali dan diharapkan dapat mencapai rasio 10 kontak erat per kasus konfirmasi.

“Untuk daerah-daerah yang tinggi ini diharapkan untuk melakukan kegiatan tracing lebih optimal ketika kasusnya sudah mulai ringan seperti sekarang ini, sehingga kita menghindari dari lonjakan kasus berikutnya yang mungkin sekali lebih berat,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Dante juga mengingatkan mengenai potensi peningkatan kasus Covid-19 seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat.

“Yang harus kita hati-hati adalah peningkatan kasus akibat aktivitas yang meningkat, yang mungkin akan terjadi menghadapi libur peringatan Maulid Nabi yang nanti akan ada di bulan depan,” ujarnya.

Oleh karena itu, ujar Dante, implementasi PPKM Level 1-4 harus tetap dilakukan. Begitu juga dengan penerapan protokol kesehatan yang didukung oleh aplikasi PeduliLindungi.

“Kita sudah mempunyai PeduliLindungi. Dengan PeduliLindungi ini, masyarakat dipantau, kemudian dimitigasi, serta dievaluasi status mobilisasinya,” terangnya.

Diungkapkan Dante, penggunaan PeduliLindungi telah dilakukan pada enam sektor utama dan segera akan digunakan di beberapa sektor yang lainnya.

Dalam aplikasi PeduliLindungi terdapat empat kriteria, yaitu kriteria hijau, kuning, merah, dan hitam. Kriteria hitam adalah mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan memiliki kontak erat dengan pasien corona lainnya.

Hingga saat ini, PeduliLindungi telah berhasil menjaring masyarakat yang terdeteksi sebagai kriteria hitam sebanyak 1.625 kasus, yang umumnya terdeteksi saat memasuki sektor perdagangan terutama mal.

“Jadi ini penting sekali. Proteksi dengan menggunakan PeduliLindungi ini untuk menjaga masyarakat supaya tidak terjadi kontak yang erat,” tandasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Wamenkes Dante Sebut Vaksinasi Covid-19 Bukan Satu-satunya Game Charger

...
RILIS.ID
Jakarta
7 September 2021 - 6:08 WIB
Kesehatan | RILISID
...
Wamenkes Dante Saksono Harbuwono. Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden

RILISID, Jakarta — Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengingatkan semua pihak untuk tetap waspada dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Dante menegaskan penurunan kasus bukan membuat semua pihak terlena, melainkan melakukan penguatan terhadap ketahanan medis.

"Ketahanan medis itu dipentingkan karena beberapa kasus itu terjadi juga peningkatan di beberapa tempat,” ujarnya dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, Selasa (7/9/2021).

Saat ini, ungkap Dante, eskalasi kasus masih terjadi di sejumlah negara tetangga Indonesia, seperti di Malaysia, Filipina, dan Vietnam.

Lonjakan kasus juga kembali terjadi bahkan di negara dengan capaian vaksinasi tertinggi, seperti Amerika Serikat yang angka vaksinasinya mencapai 52 persen, Inggris 63 persen, dan Israel 63 persen.

Menurut Dante, hal itu disebabkan karena mereka mengabaikan protokol kesehatan (prokes) karena merasa sudah dilakukan vaksinasi.

"Jadi vaksinasi bukan satu-satunya game changer (Pengubah permainan), tetapi merupakan salah satu komponen yang penting untuk dilakukan, tetapi yang (juga) penting adalah protokol (kesehatan) masyarakat,” jelasnya.

Selain percepatan vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan, Dante juga menekankan pentingnya untuk tetap meningkatkan upaya deteksi guna terus menekan laju penularan Covid-19.

“Dari berbagai macam strategi penanganan yang perlu dilanjutkan, maka yang paling penting adalah tes epidemiologi, kemudian rasio kontak erat yang dilacak, dan percepatan vaksinasi pada saat kita sekarang sudah melalui masa-masa sulit,” paparnya.

Dante mengungkapkan, saat ini positivity rate secara nasional semakin menurun dan mendekati 6,97 persen.

Oleh sebab itu, jumlah penelusuran atau tracing  yang sekarang sudah mencapai 7,98 persen harus ditingkatkan kembali dan diharapkan dapat mencapai rasio 10 kontak erat per kasus konfirmasi.

“Untuk daerah-daerah yang tinggi ini diharapkan untuk melakukan kegiatan tracing lebih optimal ketika kasusnya sudah mulai ringan seperti sekarang ini, sehingga kita menghindari dari lonjakan kasus berikutnya yang mungkin sekali lebih berat,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Dante juga mengingatkan mengenai potensi peningkatan kasus Covid-19 seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat.

“Yang harus kita hati-hati adalah peningkatan kasus akibat aktivitas yang meningkat, yang mungkin akan terjadi menghadapi libur peringatan Maulid Nabi yang nanti akan ada di bulan depan,” ujarnya.

Oleh karena itu, ujar Dante, implementasi PPKM Level 1-4 harus tetap dilakukan. Begitu juga dengan penerapan protokol kesehatan yang didukung oleh aplikasi PeduliLindungi.

“Kita sudah mempunyai PeduliLindungi. Dengan PeduliLindungi ini, masyarakat dipantau, kemudian dimitigasi, serta dievaluasi status mobilisasinya,” terangnya.

Diungkapkan Dante, penggunaan PeduliLindungi telah dilakukan pada enam sektor utama dan segera akan digunakan di beberapa sektor yang lainnya.

Dalam aplikasi PeduliLindungi terdapat empat kriteria, yaitu kriteria hijau, kuning, merah, dan hitam. Kriteria hitam adalah mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan memiliki kontak erat dengan pasien corona lainnya.

Hingga saat ini, PeduliLindungi telah berhasil menjaring masyarakat yang terdeteksi sebagai kriteria hitam sebanyak 1.625 kasus, yang umumnya terdeteksi saat memasuki sektor perdagangan terutama mal.

“Jadi ini penting sekali. Proteksi dengan menggunakan PeduliLindungi ini untuk menjaga masyarakat supaya tidak terjadi kontak yang erat,” tandasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya