Obat-obatan Terapi Covid-19 Bisa Dicek Lewat Aplikasi Farmaplus
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Obat-obatan Terapi Covid-19 Bisa Dicek Lewat Aplikasi Farmaplus

...
RILIS.ID
Jakarta
10 Juli 2021 - 22:26 WIB
Kesehatan | RILISID
...
Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses fasilitas layanan kesehatan, termasuk akses ketersediaan obat di apotek.

Kemudahan itu bisa dicek lewat aplikasi Farmaplus, yang memungkinkan masyarakat dapat mengakses ketersediaan obat di apotek sebelum membelinya.

Masyarakat dapat mengakses ketersediaan obat melalui laman https://farmaplus.kemkes.go.id.

“Farmaplus ini bisa diakses dengan mudah. Kita bisa ketahui di apotek mana obat yang sedang kita cari berada,” kata Plt Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes Arianti Anaya, dikutip dari laman Kemenkes Sabtu (10/7/2021).

Aplikasi Farmaplus ini, lanjut Arianti, akan dikembangkan dengan jejaring apotek sampai ke seluruh Indonesia.

Untuk memenuhi kebutuhan obat yang meningkat sejalan dengan lonjakan kasus konfirmasi COVID-19, pemerintah telah mendorong seluruh industri farmasi.

Baik swasta maupun BUMN untuk meningkatkan kapasitas produksinya. Termasuk mempercepat proses importasi obat.

“Setelah itu kita mendorong dan memantau industri agar sesegera mungkin mendistribusikan obat-obat ke Faskes dan ke apotek-apotek sehingga tidak ada penimbunan obat-obatan di industri ataupun di PBF (Pedagang Besar Farmasi) agar masyarakat bisa terus mengakses obat-obatan yang diperlukan,” jelas Arianti.

Dia mengimbau kepada seluruh anggota masyarakat sebelum membeli obat-obatan terapi COVID-19 harus berkonsultasi dahulu dengan dokter, kecuali vitamin.

“Semua obat-obatan terapi COVID-19 harus dibeli dengan menggunakan resep dokter karena obat tersebut mempunyai risiko kalau digunakan tidak sesuai resep dokter maka obat ini akan menjadi racun, bukan malah mengobati. Itu yang harus dipahami oleh para masyarakat,” tambahnya.

Arianti juga mengimbau para industri agar membantu pemerintah menanggulangi kondisi pandemi COVID-19 saat ini, mengingat lonjakan kasus yang cukup tinggi.

Pihaknya juga menekankan agar tidak ada penimbunan obat yang dapat merugikan masyarakat.

“Nanti kita juga bekerjasama dengan aparat agar tidak ada penimbunan-penimbunan obat. Kami ingatkan bahwa masyarakat berhak untuk mendapatkan pelayanan terapi COVID-19 yang sebaik-baiknya,” tandas Arianti. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Obat-obatan Terapi Covid-19 Bisa Dicek Lewat Aplikasi Farmaplus

...
RILIS.ID
Jakarta
10 Juli 2021 - 22:26 WIB
Kesehatan | RILISID
...
Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses fasilitas layanan kesehatan, termasuk akses ketersediaan obat di apotek.

Kemudahan itu bisa dicek lewat aplikasi Farmaplus, yang memungkinkan masyarakat dapat mengakses ketersediaan obat di apotek sebelum membelinya.

Masyarakat dapat mengakses ketersediaan obat melalui laman https://farmaplus.kemkes.go.id.

“Farmaplus ini bisa diakses dengan mudah. Kita bisa ketahui di apotek mana obat yang sedang kita cari berada,” kata Plt Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes Arianti Anaya, dikutip dari laman Kemenkes Sabtu (10/7/2021).

Aplikasi Farmaplus ini, lanjut Arianti, akan dikembangkan dengan jejaring apotek sampai ke seluruh Indonesia.

Untuk memenuhi kebutuhan obat yang meningkat sejalan dengan lonjakan kasus konfirmasi COVID-19, pemerintah telah mendorong seluruh industri farmasi.

Baik swasta maupun BUMN untuk meningkatkan kapasitas produksinya. Termasuk mempercepat proses importasi obat.

“Setelah itu kita mendorong dan memantau industri agar sesegera mungkin mendistribusikan obat-obat ke Faskes dan ke apotek-apotek sehingga tidak ada penimbunan obat-obatan di industri ataupun di PBF (Pedagang Besar Farmasi) agar masyarakat bisa terus mengakses obat-obatan yang diperlukan,” jelas Arianti.

Dia mengimbau kepada seluruh anggota masyarakat sebelum membeli obat-obatan terapi COVID-19 harus berkonsultasi dahulu dengan dokter, kecuali vitamin.

“Semua obat-obatan terapi COVID-19 harus dibeli dengan menggunakan resep dokter karena obat tersebut mempunyai risiko kalau digunakan tidak sesuai resep dokter maka obat ini akan menjadi racun, bukan malah mengobati. Itu yang harus dipahami oleh para masyarakat,” tambahnya.

Arianti juga mengimbau para industri agar membantu pemerintah menanggulangi kondisi pandemi COVID-19 saat ini, mengingat lonjakan kasus yang cukup tinggi.

Pihaknya juga menekankan agar tidak ada penimbunan obat yang dapat merugikan masyarakat.

“Nanti kita juga bekerjasama dengan aparat agar tidak ada penimbunan-penimbunan obat. Kami ingatkan bahwa masyarakat berhak untuk mendapatkan pelayanan terapi COVID-19 yang sebaik-baiknya,” tandas Arianti. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya