Kabar Baik, Obat Covid-19 Diproduksi pada April 2022
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Kabar Baik, Obat Covid-19 Diproduksi pada April 2022

...
RILIS.ID
Jakarta
15 Januari 2022 - 13:59 WIB
Kesehatan | RILISID
...
Ilustrasi: Rilisid

RILISID, Jakarta — Setelah hampir tiga tahun pandemi Covid-19 masuk Indonesia, pemerintah akhirnya menyiapkan ketersediaan obat Covid-19.

Obat antivirus yang sedang disiapkan pemerintah adalah molnupiravir dan paxlovid.

Bahkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah mengamankan 400 ribu tablet molnupiravir yang sudah disiapkan oleh PT Amarox.

PT Amarox juga akan memproduksi sendiri molnupiravir yang rencananya akan dimulai April atau Mei 2022.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta PT Amarox juga bisa memproduksi paxlovid untuk menghadapi pandemi berikutnya.

Indonesia saat ini, kata Budi, sedang dalam tahap masuk ke gelombang berikutnya varian Omicron. Diperlukan ketersediaan obat Covid-19 untuk membantu penanganan pandemi di Tanah Air.

“Beberapa varian obat yang pasti kita butuhkan adalah obat-obat anti virus seperti favipiravir dan juga molnupiravir. Kalau kita bisa dengan segera mendapat akses ke obat-obat tersebut akan sangat membantu untuk penanganan Covid-19 ini,” katanya dikutip dari laman resmi Kemenkes, Sabtu (15/1/2022).

Indonesia, lanjut Budi, merasa sangat penting bukan hanya ketersediaan obat Covid-19 tapi juga pembuatan obatnya dilakukan di dalam negeri.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya saat terjadi lonjakan kasus di beberapa negara, Indonesia mengalami kesulitan dari logistik pengiriman obat-obatan ke Indonesia.

“Ini jadi penting sekali kalau kita bisa memproduksi obat dalam negeri dan manufacturing nya juga dibangun di sini,” ucap Budi.

Ia mengapresiasi keberadaan PT Amarox sebagai penyedia farmasi di Indonesia. Menurutnya, ada dua hal yang dibutuhkan dalam kerja sama dengan PT Amarox.

Dalam jangka pendek, PT Amarox bisa membantu mengatasi pandemi Covid-19. Sementara jangka menengah, perusahaan tersebut bisa mendukung kemandirian obat dalam negeri.

“Diharapkan bahwa semua produk-produk yang kritikal bagi bangsa kita itu diproduksi di dalam negeri dan kita akan memastikan bahwa banyak perusahaan obat dan alat kesehatan di Indonesia sehingga kalau ada pandemi selanjutnya kita tidak bergantung kepada negara lain,” tuturnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Kabar Baik, Obat Covid-19 Diproduksi pada April 2022

...
RILIS.ID
Jakarta
15 Januari 2022 - 13:59 WIB
Kesehatan | RILISID
...
Ilustrasi: Rilisid

RILISID, Jakarta — Setelah hampir tiga tahun pandemi Covid-19 masuk Indonesia, pemerintah akhirnya menyiapkan ketersediaan obat Covid-19.

Obat antivirus yang sedang disiapkan pemerintah adalah molnupiravir dan paxlovid.

Bahkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah mengamankan 400 ribu tablet molnupiravir yang sudah disiapkan oleh PT Amarox.

PT Amarox juga akan memproduksi sendiri molnupiravir yang rencananya akan dimulai April atau Mei 2022.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta PT Amarox juga bisa memproduksi paxlovid untuk menghadapi pandemi berikutnya.

Indonesia saat ini, kata Budi, sedang dalam tahap masuk ke gelombang berikutnya varian Omicron. Diperlukan ketersediaan obat Covid-19 untuk membantu penanganan pandemi di Tanah Air.

“Beberapa varian obat yang pasti kita butuhkan adalah obat-obat anti virus seperti favipiravir dan juga molnupiravir. Kalau kita bisa dengan segera mendapat akses ke obat-obat tersebut akan sangat membantu untuk penanganan Covid-19 ini,” katanya dikutip dari laman resmi Kemenkes, Sabtu (15/1/2022).

Indonesia, lanjut Budi, merasa sangat penting bukan hanya ketersediaan obat Covid-19 tapi juga pembuatan obatnya dilakukan di dalam negeri.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya saat terjadi lonjakan kasus di beberapa negara, Indonesia mengalami kesulitan dari logistik pengiriman obat-obatan ke Indonesia.

“Ini jadi penting sekali kalau kita bisa memproduksi obat dalam negeri dan manufacturing nya juga dibangun di sini,” ucap Budi.

Ia mengapresiasi keberadaan PT Amarox sebagai penyedia farmasi di Indonesia. Menurutnya, ada dua hal yang dibutuhkan dalam kerja sama dengan PT Amarox.

Dalam jangka pendek, PT Amarox bisa membantu mengatasi pandemi Covid-19. Sementara jangka menengah, perusahaan tersebut bisa mendukung kemandirian obat dalam negeri.

“Diharapkan bahwa semua produk-produk yang kritikal bagi bangsa kita itu diproduksi di dalam negeri dan kita akan memastikan bahwa banyak perusahaan obat dan alat kesehatan di Indonesia sehingga kalau ada pandemi selanjutnya kita tidak bergantung kepada negara lain,” tuturnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya