Lalin Mulai Ramai, Pimpinan MPR Minta Warga Jakarta Disiplin Terapkan PSBB - RILIS.ID
Lalin Mulai Ramai, Pimpinan MPR Minta Warga Jakarta Disiplin Terapkan PSBB
Nailin In Saroh
Jumat | 08/05/2020 22.00 WIB
Lalin Mulai Ramai, Pimpinan MPR Minta Warga Jakarta Disiplin Terapkan PSBB
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat meminta Pemerintah Provinsi dan warga DKI Jakarta tetap disiplin menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Sebab menurut Lestari, ancaman masa pandemi COVID-19 di Tanah Air masih berpotensi memanjang. 

"Saat ini lalu lintas di sejumlah ruas jalan di DKI Jakarta sudah mulai ramai. Padahal, kebijakan PSBB masih berlaku. Sebagai wilayah yang menjadi epicentrum penyebaran virus korona di Tanah Air kondisi ini sangat memprihatinkan,"ujar Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/5/2020).

Lestari menyatakan, sikap selalu waspada dalam menghadapi wabah COVID-19 di Indonesia sangat diperlukan, lantaran belum ada data yang cukup konsisten menunjukkan kondisi saat ini sudah lebih baik.

"Beberapa hari lalu memang ada tren menurunnya jumlah penambahan pasien positif COVID-19 di DKI Jakarta. Namun berdasarkan Data Dinas Kesehatan Pemprov DKI pada Selasa (5/5) jumlah pertambahan orang positif Covid-19 melonjak kembali sebanyak 169 kasus, walau pada Rabu (6/5) turun kembali dengan jumlah kasus positif baru ada 68," katanya.

Politisi Nasdem ini mengimbau masyarakat dan Pemprov DKI untuk jangan terlena dengan data yang kembali turun dan tetap harus selalu waspada. "Ini menunjukkan kita tidak bisa abai. Bila kita lengah sedikit saja bukan tidak mungkin bisa melonjak ke puncak lagi," tegasnya.

Lestari pun mempertanyakan prosedur dan teknis pengamanan, bila pemerintah benar-benar membuka kembali layanan transportasi antardaerah untuk orang berkebutuhan khusus. Dia mendesak pemerintah untuk terus konsisten dalam menerapkan kebijakan dalam menghadapi wabah COVID-19 ini.

Apalagi, kata dia, kondisi penyebaran COVID-19 di daerah seputar DKI Jakarta juga masih dalam fase pertambahan yang cukup signifikan. "Tanpa melaksanakan pembatasan sosial dan transportasi yang ketat antarwilayah, peluang untuk terpapar COVID-19 dari wilayah tetangga cukup besar" pungkasnya. 

 


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID