logo rilis
Kritik Jubir untuk COVID-19, Politisi PDIP: Negara Seharusnya Tidak Bedakan Kaya-Miskin!
Kontributor
Nailin In Saroh
29 Maret 2020, 13:30 WIB
Kritik Jubir untuk COVID-19, Politisi PDIP: Negara Seharusnya Tidak Bedakan Kaya-Miskin!
Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Muchamad Nabil Haroen. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Muchamad Nabil Haroen mengkritik pernyataan kontroversial Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto ketika memberikan keterangan pers soal perkembangan kasus pandemi. 

Menurut Gus Nabil, negara seharusnya tidak membedakan kaya miskin, untuk melindungi semua warga. Negara, kata dia, sudah seharusnya memberi perlindungan merata dengan tidak bedakan kaya miskin. 

"Sesuai amanat UUD 1945, bahwa perlindungan, keadilan dan kesejahteraan itu bagi seluruh rakyat Indonesia. Warga Indonesia berhak mendapat keadilan dalam penanganan kesehatan secara merata, di tengah pandemi COVID-19 ini," ujar Gus Nabil dalam keterangannya, Minggu (29/3/2020).

Dia mengingatkan, juru bicara tersebut jangan blunder dan harus menyampaikan subtansi dengan cara dan gagasan disituasi yang benar. Seorang juru bicara, kata Nabil, seharusnya tidak mengkotak-kotakkan dengan atribut material seperti itu. 

"Ini saatnya kita bergotong royong menghadapi wabah COVID-19. Semuanya punya kewajiban dan tanggungjawab sesuai proporsi masing-masing. Penyakit tidak mengenal strata sosial dan bisa mengenai siapa saja," tegas Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama itu. 

"Saya kira, Presiden Joko Widodo harus evaluasi kinerja Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19. Evaluasi itu penting, jangan sampai karena juru bicaranya salah ucap, salah omong, atau blunder, jadi mengganggu gerak tim. Ini penting digarisbawahi," katanya menambahkan. 

Dilain sisi, Gus Nabil sangat mengapresiasi kinerja tim medis yang bertugas siang malam, juga segenap instansi yang membantu untuk menangani COVID-19 ini.

"Rakyat sudah bergerak, saatnya Pemerintah membuka informasi, serta ambil kebijakan progresif. Persebaran virus corona ini, tidak membedakan kaya miskin. Banyak sekali teman-teman saya, tidak ada beda kaya dan miskin, jadi korban. Kita harus gerak cepat, dengan koordinasi semua kepala daerah untuk menjaga kawasan masing-masing," jelasnya. 

Gus Nabil mengatakan, warga di desa-desa sudah aware dengan bahaya COVID-19. Mereka membatasi pergerakan pendatang, membersikan tempat ibadah dan tempat umum dengan fasilitas kebersihan mandiri, juga saling menjaga-saling mengingatkan untuk sama-sama menjaga kesehatan masing-masing. 

"Kita harus apresiasi pergerakan rakyat, tapi mereka ada batasnya. Selanjutnya, dibutuhkan kebijakan cepat, tepat, dan sekaligus informasi akurat dari pemerintah agar semua bersiap dan bergotong royong saling bantu," paparnya. 

Gus Nabil menambahkan, sudah saatnya membangkitkan gairah persatuan dan kerjasama, tanpa membedakan strata sosial. Karena keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. 

"Semoga kita semua mampu melewati musibah pandemi COVID-19 dengan selamat. Aamiin," tandasnya. 

Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto menyerukan imbauan kepada masyarakat saat mengumumkan informasi perkembangan kasus virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19. Namun pernyataannya justru menimbulkan polemik. 

"Yang kaya melindungi yang miskin agar bisa hidup dengan wajar, dan yang miskin melindungi yang kaya agar tidak menularkan penyakitnya. Ini menjadi kerja sama yang penting," kata Achmad Yurianto seperti yang dilansir dari tayangan Kompas TV pada menit ke 22:40, Jumat (27/3/2020). 

 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID