Kontroversi Hari Musik Nasional dan Kelahiran WR Supratman - RILIS.ID
Kontroversi Hari Musik Nasional dan Kelahiran WR Supratman
Ning Triasih
Jumat | 09/03/2018 13.56 WIB
Kontroversi Hari Musik Nasional dan Kelahiran WR Supratman
FOTO: Instagram/@sparkographics

RILIS.ID, Jakarta – Hari ini Indonesia memperingati Hari Musik Nasional, Jumat (9/3/2018). Rupanya, ini bertepatan dengan hari lahir pahlawan nasional Wage Rudolf Soepratman (WR Supratman).

Hari Musik Nasional dan WR Supratman tak dapat dipisahkan. Pasalnya, perayaan yang dipersembahkan untuk para insan musik Tanah Air ini memang sengaja dicetuskan oleh Megawati Soekarnoputri saat jadi presiden. Tujuannya untuk mengenang dan mengapresiasi jasa WR Supratman.

Karenanya, tanggal lahir WR Supratman pada 9 Maret ini diresmikan sebagai Hari Musik Nasional.

Namun, tanggal lahir WR Supratman ini sebenarnya masih diperdebatkan. Pasalnya, ada pula pendapat yang menyatakan jika pencipta lagu Indonesia Raya itu bukan lahir pada 9 Maret.

Sebagian ahli sejarah menyebut, WR Supratman lahir pada 19 Maret di Dusun Trembelang, Desa Samongari, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Nama Wage sendiri menandakan jika ia lahir pada hari pasaran Wage berdasarkan penanggalan Jawa.

Simpang siur soal kelahiran WR Supratman membuat makna dan tujuan penetapan Hari Musik Nasional tak berjalan mulus. Setelah menunggu sekitar satu dekade, penetapan ini penuh kontroversi.

Hingga akhirnya, satu dekade berlalu, ketika Susilo Bambang Yudhoyono menjadi presiden, ia kemudian meresmikan Hari Musik Nasional pada 2013, disertai dengan keluarnya Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2013.

 


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID