Ziarah ke Makam Adipati Singacala-Pangeran Usman, LaNyalla: Keteladanan Beliau Harus Kita Hargai
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Ziarah ke Makam Adipati Singacala-Pangeran Usman, LaNyalla: Keteladanan Beliau Harus Kita Hargai

...
RILIS.ID
Ciamis
25 Oktober 2021 - 19:51 WIB
Inspirasi | RILISID
...
Ketua DPD saat ziarah ke makam Adipati Singacala dan Pangeran Usman. Foto: Istimewa

RILISID, Ciamis — Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti meneladani penyebar agama Islam utusan Kesultanan Cirebon, Adipati Singacala dan Pangeran Usman.

Hal itu disampaikannya usai melakukan ziarah ke makam Adipati Singacala dan Pangeran Usman di objek wisata Situs Peradaban Sunda Galuh 'Astana Gede Kawali' yang berada di Dusun Indrayasa, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, pada Minggu (24/10/2021).

"Tentu keteladanan beliau dalam menyebarkan Islam di Ciamis ini harus kita hargai dan kontekstualisasi dalam spirit kehidupan kekinian," kata LaNyalla dalam keterangan tertulisnya, Senin (25/10/2021).

Menurutnya, ziarah makam dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada kedua tokoh yang berperan penting dalam penyebaran agama Islam di Kabupaten Ciamis.

"Nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Islam tak lekang oleh waktu. Oleh karenanya, mari kita terus teguhkan nilai-nilai keislaman untuk membangun peradaban bangsa ini ke arah yang semakin maju ke depannya," tutur LaNyalla.

Sekitar Abad ke-XVI, ketika pengaruh agama Islam mulai membumi di Tatar Sunda, Astana Gede Kawali menjadi pusat pemerintahan.

Pada era Kerajaan Galuh, Situs Astana Gede Kawali bukan hanya sekadar makam, tapi merupakan ibu Kota Kerajaan Galuh, sekaligus jejak akhir dari peradaban Kerajaan Sunda Galuh.

Astana Gede Kawali terletak di Dusun Indrayasa, Desa Kawali, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Jaraknya sekitar 40 menit dari pusat perkotaan Ciamis. Astana Gede Kawali kini sebagai tempat wisata yang dikelola oleh Dinas Pariwisata Ciamis dan ditetapkan sebagai cagar budaya.

Di lokasi ini terdapat beberapa peninggalan Raja Kerajaan Galuh berupa batu prasasti, yang dikenal ada enam prasasti yang ada di situs tersebut.

Prasasti ini memiliki tulisan Sunda kuno, bahkan ada juga cetakan telapak tangan dan kaki salah seorang Raja Galuh yakni Prabu Niskala Wastukencana. Ada juga batu tempat penobatan para Raja Galuh di Kawali. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Ziarah ke Makam Adipati Singacala-Pangeran Usman, LaNyalla: Keteladanan Beliau Harus Kita Hargai

...
RILIS.ID
Ciamis
25 Oktober 2021 - 19:51 WIB
Inspirasi | RILISID
...
Ketua DPD saat ziarah ke makam Adipati Singacala dan Pangeran Usman. Foto: Istimewa

RILISID, Ciamis — Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti meneladani penyebar agama Islam utusan Kesultanan Cirebon, Adipati Singacala dan Pangeran Usman.

Hal itu disampaikannya usai melakukan ziarah ke makam Adipati Singacala dan Pangeran Usman di objek wisata Situs Peradaban Sunda Galuh 'Astana Gede Kawali' yang berada di Dusun Indrayasa, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, pada Minggu (24/10/2021).

"Tentu keteladanan beliau dalam menyebarkan Islam di Ciamis ini harus kita hargai dan kontekstualisasi dalam spirit kehidupan kekinian," kata LaNyalla dalam keterangan tertulisnya, Senin (25/10/2021).

Menurutnya, ziarah makam dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada kedua tokoh yang berperan penting dalam penyebaran agama Islam di Kabupaten Ciamis.

"Nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Islam tak lekang oleh waktu. Oleh karenanya, mari kita terus teguhkan nilai-nilai keislaman untuk membangun peradaban bangsa ini ke arah yang semakin maju ke depannya," tutur LaNyalla.

Sekitar Abad ke-XVI, ketika pengaruh agama Islam mulai membumi di Tatar Sunda, Astana Gede Kawali menjadi pusat pemerintahan.

Pada era Kerajaan Galuh, Situs Astana Gede Kawali bukan hanya sekadar makam, tapi merupakan ibu Kota Kerajaan Galuh, sekaligus jejak akhir dari peradaban Kerajaan Sunda Galuh.

Astana Gede Kawali terletak di Dusun Indrayasa, Desa Kawali, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Jaraknya sekitar 40 menit dari pusat perkotaan Ciamis. Astana Gede Kawali kini sebagai tempat wisata yang dikelola oleh Dinas Pariwisata Ciamis dan ditetapkan sebagai cagar budaya.

Di lokasi ini terdapat beberapa peninggalan Raja Kerajaan Galuh berupa batu prasasti, yang dikenal ada enam prasasti yang ada di situs tersebut.

Prasasti ini memiliki tulisan Sunda kuno, bahkan ada juga cetakan telapak tangan dan kaki salah seorang Raja Galuh yakni Prabu Niskala Wastukencana. Ada juga batu tempat penobatan para Raja Galuh di Kawali. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya