Sutjiati Kelanaritma, Pesenam Blasteran AS yang Sabet 3 Medali di PON XX Papua
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Sutjiati Kelanaritma, Pesenam Blasteran AS yang Sabet 3 Medali di PON XX Papua

...
RILIS.ID
Bandarlampung
15 Oktober 2021 - 8:56 WIB
Inspirasi | RILISID
...
Sutjiati Kelanaritma Narendra. Foto: Instagram @sutji.ritma

RILISID, Bandarlampung — Provinsi Lampung patut berbangga memiliki Sutjiati Kelanaritma Narendra, pesenam ritmik yang sudah berkiprah di kancah nasional hingga internasional.

Teranyar, dara kelahiran New York, Amerika Serikat (AS) 13 Februari 2004, itu sukses mendulang tiga medali dari cabor senam ritmik di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua.

Sutji meraih dua medali emas di nomor peralatan bola dan sempay (pita). Sementara pada nomor all around, ia harus puas mendapatkan medali perak.

Raihan Sutji ini tak terlepas dari sentuhan tangan dingin sang pelatih, Yulianti. Juga kedua orangtuanya, Andy Narendra dan Christina Marie.

Sang ayah berasal dari Solo, Jawa Tengah. Sedangkan, ibu Sutji merupakan perempuan berdarah AS dan Jerman.

Andy Narendra sudah menetap di Kota Bandarlampung sejak 1984 hingga kemudian kepincut Christina Marie.

Kecintaan Sutji terhadap cabang olahraga (cabor) senam mengikuti jejak sang ibu. Ditambah lagi ketika ia menonton penampilan tim senam AS di Olimpiade 2012 lalu.

"Gerakannya indah dan unik serta berbeda, sehingga saya mulai tertarik dan jatuh cinta pada cabor ini," ungkap Sutji dalam program Rilis Corner, Kamis (14/10/2021).


Dari Olimpiade itu, Sutji makin giat berlatih senam ritmik dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan pantang menyerah.

Rutinitas latihan yang padat membuat kedua orangtuanya memberikan home schooling yang kurikulumnya mengikuti pendidikan di Amerika.

Bahkan untuk mempersiapkan PON XX Papua ini, Sutji berlatih keras selama dua tahun lamanya.

Sebab, ini even PON pertama bagi Sutji. Hasil kerja keras Sutji pun akhirnya terbayar.

Sulung dari tiga bersaudara ini tak lupa memberikan ucapan terima kasih atas support yang diberikan kepadanya hingga mencapai prestasi dan membawa harum nama Lampung.

"Terima kasih untuk keluarga, saudara, pelatih, dan masyarakat Lampung dan Indonesia," ucap gadis yang berlatih senam ritmik sejak umur 8 tahun ini.

Dia mengaku bahagia atas capaian prestasinya saat ini. Perasaan bahagia, haru, dan tidak menduga bercampur aduk menjadi satu.

Ia memaparkan, seluruh konstestan pesenam ritmik ada sekitar 15 orang yang berlaga di PON.

Lampung mendelegasikan dua atlet yakni Sutji dan Tri Wahyuni, yang juga menyumbangkan perak. 

Menurut Sutji, lawan terberat dalam cabor senam ritmik berasal dari DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Usai gelaran PON, Sutji kini bersiap untuk berlatih lebih keras demi mendulang medali di Sea Games 2022.

"Mulai minggu depan kembali berlatih dan pelatnasnya di Lampung," ucapnya.

Meski belum mengetahui kepastian tanggal dan bulan pelaksanaan Sea Games, Sutji akan fokus dan terus berlatih.

"Sutji akan berlatih lebih keras lagi. Mohon doa dan dukungan," harap gadis berambut ikal ini.

Terakhir, Sutji membagikan tips sukses hingga meraih prestasi di ajang PON tersebut.

"Sebenarnya banyak kuncinya, tapi yang utama harus percaya diri, disiplin, fokus, dan tenang. Anggap saja latihan," tandasnya. (*)

Laporan: Dwi Des, Bandarlampung

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Sutjiati Kelanaritma, Pesenam Blasteran AS yang Sabet 3 Medali di PON XX Papua

...
RILIS.ID
Bandarlampung
15 Oktober 2021 - 8:56 WIB
Inspirasi | RILISID
...
Sutjiati Kelanaritma Narendra. Foto: Instagram @sutji.ritma

RILISID, Bandarlampung — Provinsi Lampung patut berbangga memiliki Sutjiati Kelanaritma Narendra, pesenam ritmik yang sudah berkiprah di kancah nasional hingga internasional.

Teranyar, dara kelahiran New York, Amerika Serikat (AS) 13 Februari 2004, itu sukses mendulang tiga medali dari cabor senam ritmik di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua.

Sutji meraih dua medali emas di nomor peralatan bola dan sempay (pita). Sementara pada nomor all around, ia harus puas mendapatkan medali perak.

Raihan Sutji ini tak terlepas dari sentuhan tangan dingin sang pelatih, Yulianti. Juga kedua orangtuanya, Andy Narendra dan Christina Marie.

Sang ayah berasal dari Solo, Jawa Tengah. Sedangkan, ibu Sutji merupakan perempuan berdarah AS dan Jerman.

Andy Narendra sudah menetap di Kota Bandarlampung sejak 1984 hingga kemudian kepincut Christina Marie.

Kecintaan Sutji terhadap cabang olahraga (cabor) senam mengikuti jejak sang ibu. Ditambah lagi ketika ia menonton penampilan tim senam AS di Olimpiade 2012 lalu.

"Gerakannya indah dan unik serta berbeda, sehingga saya mulai tertarik dan jatuh cinta pada cabor ini," ungkap Sutji dalam program Rilis Corner, Kamis (14/10/2021).


Dari Olimpiade itu, Sutji makin giat berlatih senam ritmik dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan pantang menyerah.

Rutinitas latihan yang padat membuat kedua orangtuanya memberikan home schooling yang kurikulumnya mengikuti pendidikan di Amerika.

Bahkan untuk mempersiapkan PON XX Papua ini, Sutji berlatih keras selama dua tahun lamanya.

Sebab, ini even PON pertama bagi Sutji. Hasil kerja keras Sutji pun akhirnya terbayar.

Sulung dari tiga bersaudara ini tak lupa memberikan ucapan terima kasih atas support yang diberikan kepadanya hingga mencapai prestasi dan membawa harum nama Lampung.

"Terima kasih untuk keluarga, saudara, pelatih, dan masyarakat Lampung dan Indonesia," ucap gadis yang berlatih senam ritmik sejak umur 8 tahun ini.

Dia mengaku bahagia atas capaian prestasinya saat ini. Perasaan bahagia, haru, dan tidak menduga bercampur aduk menjadi satu.

Ia memaparkan, seluruh konstestan pesenam ritmik ada sekitar 15 orang yang berlaga di PON.

Lampung mendelegasikan dua atlet yakni Sutji dan Tri Wahyuni, yang juga menyumbangkan perak. 

Menurut Sutji, lawan terberat dalam cabor senam ritmik berasal dari DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Usai gelaran PON, Sutji kini bersiap untuk berlatih lebih keras demi mendulang medali di Sea Games 2022.

"Mulai minggu depan kembali berlatih dan pelatnasnya di Lampung," ucapnya.

Meski belum mengetahui kepastian tanggal dan bulan pelaksanaan Sea Games, Sutji akan fokus dan terus berlatih.

"Sutji akan berlatih lebih keras lagi. Mohon doa dan dukungan," harap gadis berambut ikal ini.

Terakhir, Sutji membagikan tips sukses hingga meraih prestasi di ajang PON tersebut.

"Sebenarnya banyak kuncinya, tapi yang utama harus percaya diri, disiplin, fokus, dan tenang. Anggap saja latihan," tandasnya. (*)

Laporan: Dwi Des, Bandarlampung

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya