Percaya Siapa
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Percaya Siapa


4 April 2020 - 8:30 WIB
Perspektif | RILISID
...
Oleh: Wirahadikusumah

RILISID, — Entahlah! Siapa yang harus dipercaya.

Apakah juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona Achmad Yurianto?

Atau Kepala Dinas Kesehatan Lampung Reihana?

Seperti kita ketahui, Jumat (3/4/2020), Achmad Yurianto mengumumkan pasien positif Corona di Lampung ada 12 orang.

Sementara, Reihana menyatakan, masih 11 orang.

Reihana menuding pemerintah pusat salah ketik. Menurutnya, itu diketahui setelah dia mengkonfirmasi Kementerian Kesehatan.

Bahkan, dia mengaku sudah meminta pemerintah pusat merubah angka pasien positif di Lampung itu.

Lalu, siapa yang saya percaya?

Tentu saya percaya Tuhan.

Ups. Dalam persoalan ini, keduanya belum ada yang saya percaya.

Meskipun saya berharap, data Reihana yang benar.

Bukan karena saya lebih percaya Reihana daripada Achmad Yurianto. Itu karena saya berharap pasien positif Corona tak bertambah.

Kendati begitu, saya lebih menyukai data yang benar. Karena itu, saya berharap sekali, pemerintah memberikan data yang akurat. Terutama soal angka Corona ini.

Pastinya, terkait persoalan ini, saya jadi ingat tulisan Pak Dahlan Iskan (DIS). Yang membahas soal data.

Pak DIS menyatakan, data itu tidak beragama. Tidak bersuku bangsa. Dan tidak berpartai.

Karenanya, harus diumumkan sesuai kenyataan: hitam adalah hitam. Putih bukanlah jingga.

Memang di negara otoriter, data sering dijadikan alat politik. Dimainkan. Disembunyikan. Diungkap-ungkapkan.

Data diperlakukan semaunya yang berkuasa. Meski akhirnya ketahuan juga: tidak cocok dengan kenyataan. Atau tidak sesuai dengan yang dirasakan.

Tapi, patut diingat. Dalam persoalan ini, kita sedang membahas soal data sangat penting. Yang menyangkut nyawa manusia.

Karenanya, sesuaikanlah dengan faktanya. Jika memang ada 12 orang positif Corona di Lampung, umumkan saja 12.

Pun bila 11 orang. Sampaikan 11 orang. Begitupun dengan data nasional. Sesuaikan faktanya!

Jangan malah bikin bingung masyarakat. Dengan menyajikan data berbeda. Antara pemerintah pusat dan daerah.

Sebab, saya yakin, jika bicara soal data, masyarakat lebih suka yang mementingkan akurasi, daripada manipulasi.(Wirahadikusumah)

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya

Percaya Siapa

...
[email protected]

4 April 2020 - 8:30 WIB
Perspektif | RILISID
...
Oleh: Wirahadikusumah

RILISID, — Entahlah! Siapa yang harus dipercaya.

Apakah juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona Achmad Yurianto?

Atau Kepala Dinas Kesehatan Lampung Reihana?

Seperti kita ketahui, Jumat (3/4/2020), Achmad Yurianto mengumumkan pasien positif Corona di Lampung ada 12 orang.

Sementara, Reihana menyatakan, masih 11 orang.

Reihana menuding pemerintah pusat salah ketik. Menurutnya, itu diketahui setelah dia mengkonfirmasi Kementerian Kesehatan.

Bahkan, dia mengaku sudah meminta pemerintah pusat merubah angka pasien positif di Lampung itu.

Lalu, siapa yang saya percaya?

Tentu saya percaya Tuhan.

Ups. Dalam persoalan ini, keduanya belum ada yang saya percaya.

Meskipun saya berharap, data Reihana yang benar.

Bukan karena saya lebih percaya Reihana daripada Achmad Yurianto. Itu karena saya berharap pasien positif Corona tak bertambah.

Kendati begitu, saya lebih menyukai data yang benar. Karena itu, saya berharap sekali, pemerintah memberikan data yang akurat. Terutama soal angka Corona ini.

Pastinya, terkait persoalan ini, saya jadi ingat tulisan Pak Dahlan Iskan (DIS). Yang membahas soal data.

Pak DIS menyatakan, data itu tidak beragama. Tidak bersuku bangsa. Dan tidak berpartai.

Karenanya, harus diumumkan sesuai kenyataan: hitam adalah hitam. Putih bukanlah jingga.

Memang di negara otoriter, data sering dijadikan alat politik. Dimainkan. Disembunyikan. Diungkap-ungkapkan.

Data diperlakukan semaunya yang berkuasa. Meski akhirnya ketahuan juga: tidak cocok dengan kenyataan. Atau tidak sesuai dengan yang dirasakan.

Tapi, patut diingat. Dalam persoalan ini, kita sedang membahas soal data sangat penting. Yang menyangkut nyawa manusia.

Karenanya, sesuaikanlah dengan faktanya. Jika memang ada 12 orang positif Corona di Lampung, umumkan saja 12.

Pun bila 11 orang. Sampaikan 11 orang. Begitupun dengan data nasional. Sesuaikan faktanya!

Jangan malah bikin bingung masyarakat. Dengan menyajikan data berbeda. Antara pemerintah pusat dan daerah.

Sebab, saya yakin, jika bicara soal data, masyarakat lebih suka yang mementingkan akurasi, daripada manipulasi.(Wirahadikusumah)

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya