Kuda Kuning
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Kuda Kuning


6 Januari 2020 - 10:11 WIB
Perspektif | RILISID
...
Oleh: Wirahadikusumah

RILISID, — Delapan kabupaten dan kota di Lampung akan menggelar pilkada tahun ini. Rencananya, pencoblosan bakal dilangsungkan pada 23 September 2020.

Karenanya wajar jika konstelasi politik di delapan kabupaten itu terus menjadi sorotan berbagai pihak. Termasuk saya di antaranya.

Kendati begitu, dalam pilkada serentak kali ini, perhatian saya lebih kepada tiga daerah. Yakni, Bandarlampung, Lampung Selatan (Lamsel), dan Pesawaran.

Tentu ada alasannya. Mengapa saya lebih memperhatikan pilkada di tiga daerah tersebut.

Seperti Bandarlampung. Alasannya karena kota ini tempat saya tinggal. Ibu kota provinsi pula.

Lamsel?

Itu juga karena saya pernah tinggal di sana. Ijazah SD dan SMP saya keluaran sekolah yang berdomisili di Kalianda: ibu kota Lamsel.

Sedangkan Pesawaran?

Kabupaten ini adalah kampung ibu saya. Karenanya saya kerap berkunjung ke daerah ini. Minimal setahun sekali.

Terlebih saya pernah bertugas di Pesawaran. Selama 1,5 tahun meliput di kabupaten ini. Saat masih bekerja di SKH Radar Lampung.

Nah, dalam tulisan kali ini, saya ingin cawe-cawe mengenai Pilkada Pesawaran.

Selain karena alasan di atas, banyak kandidat yang saya kenal telah mendeklarasikan ikut berkontestasi dalam pilkada di kabupaten tersebut.

Di Pesawaran, untuk posisi teratas popularitas saat ini mungkin ditempati tiga kandidat. Yakni, Dendi Ramadhona, M. Nasir, dan Aries Sandi Darma Putra.

Wajar saja. Dendi adalah petahana. Sementara M. Nasir juga Ketua DPRD. Sedangkan Aries Sandi ialah mantan bupati Pesawaran 2010-2015.

Informasinya, ketiganya sedang memperebutkan rekomendasi dari partai untuk perahu politiknya. Agar bisa berlayar di Pilkada Pesawaran.

Dendi diprediksi bakal mudah mendapatkan perahu. Selain karena petahana, ia juga memiliki komunikasi politik yang baik dengan partai lainnya.

M. Nasir juga demikian. Perahu PDI Perjuangan kemungkinan akan berlabuh kepadanya.

Selain karena Ketua DPC PDI Perjuangan Pesawaran, ia juga dikabarkan berpasangan dengan anggota DPRD Bandarlampung Naldi Rinara.

Diketahui, Naldi adalah kader Partai NasDem. Tentu, bisa jadi PDI Perjuangan dan NasDem akan bergandengan mengusung Nasir dan Naldi.

Lalu, bagaimana dengan Aries Sandi?

Informasinya Aries Sandi juga sedang berusaha mendapatkan perahu yang bisa mengusungnya di Pilkada Pesawaran. Ia sudah mendaftar pada beberapa partai politik di kabupaten tersebut.

Sebagai mantan bupati setempat, tentu menjadi nilai tambah baginya untuk dilirik partai politik dan diusung dalam Pilkada Pesawaran.

Namun, dari ketiga orang tersebut, saya melihat ada seorang kandidat lainnya yang berpeluang besar mendapatkan perahu politik. Untuk ikut berkontestasi di Pilkada Pesawaran.

Saya mendapatkan informasi, jika kandidat ini memiliki kedekatan dengan elite-elite Partai Golkar di DPP. Juga di DPD.

Kedekatan itu terbangun sejak dulu. Mulai dari  merintis usaha di Jakarta, hingga sekarang menjadi pengusaha sukses di ibu kota.

Karenanya, bukan tidak mungkin, Partai Golkar akan merekomendasikan kandidat ini dalam Pilkada Pesawaran.

Kandidat yang saya maksud adalah Suriansyah Rhalieb. Seorang pengusaha di Jakarta. Juga putra daerah Pesawaran.

Memang popularitas kandidat ini masih kalah dengan Dendi, Nasir, ataupun Aries Sandi. Namun, karena kedekatannya dengan elite DPP dan DPD Partai Golkar, potensinya untuk mendapatkan perahu berlambang pohon beringin itu tidak bisa diremehkan.

Sebagai partai ”penguasa” yang diketuai Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, tentu Golkar memiliki keinginan memenangkan kontestasi di Pilkada Pesawaran.

Untuk itu, saya menilai wajar, ketika Suriansyah memilih Partai Golkar sebagai partai pertama tempatnya mendaftar sebagai calon bupati Pesawaran.

Dan tentu saja, Suriansyah juga akan berusaha keras memanfaatkan jaringannya. Yang mungkin saja tidak bisa kita duga ada di partai lain untuk mendapatkan perahu yang siap berlayar di Pilkada Pesawaran.

Karenanya, saya pikir tidak berlebihan, kalau Suriansyah Rhalieb saat ini saya sebut sebagai "Kuda Kuning", eh, Kuda Hitam di Pilkada Pesawaran. (Wirahadikusumah)

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya

Kuda Kuning

...
[email protected]

6 Januari 2020 - 10:11 WIB
Perspektif | RILISID
...
Oleh: Wirahadikusumah

RILISID, — Delapan kabupaten dan kota di Lampung akan menggelar pilkada tahun ini. Rencananya, pencoblosan bakal dilangsungkan pada 23 September 2020.

Karenanya wajar jika konstelasi politik di delapan kabupaten itu terus menjadi sorotan berbagai pihak. Termasuk saya di antaranya.

Kendati begitu, dalam pilkada serentak kali ini, perhatian saya lebih kepada tiga daerah. Yakni, Bandarlampung, Lampung Selatan (Lamsel), dan Pesawaran.

Tentu ada alasannya. Mengapa saya lebih memperhatikan pilkada di tiga daerah tersebut.

Seperti Bandarlampung. Alasannya karena kota ini tempat saya tinggal. Ibu kota provinsi pula.

Lamsel?

Itu juga karena saya pernah tinggal di sana. Ijazah SD dan SMP saya keluaran sekolah yang berdomisili di Kalianda: ibu kota Lamsel.

Sedangkan Pesawaran?

Kabupaten ini adalah kampung ibu saya. Karenanya saya kerap berkunjung ke daerah ini. Minimal setahun sekali.

Terlebih saya pernah bertugas di Pesawaran. Selama 1,5 tahun meliput di kabupaten ini. Saat masih bekerja di SKH Radar Lampung.

Nah, dalam tulisan kali ini, saya ingin cawe-cawe mengenai Pilkada Pesawaran.

Selain karena alasan di atas, banyak kandidat yang saya kenal telah mendeklarasikan ikut berkontestasi dalam pilkada di kabupaten tersebut.

Di Pesawaran, untuk posisi teratas popularitas saat ini mungkin ditempati tiga kandidat. Yakni, Dendi Ramadhona, M. Nasir, dan Aries Sandi Darma Putra.

Wajar saja. Dendi adalah petahana. Sementara M. Nasir juga Ketua DPRD. Sedangkan Aries Sandi ialah mantan bupati Pesawaran 2010-2015.

Informasinya, ketiganya sedang memperebutkan rekomendasi dari partai untuk perahu politiknya. Agar bisa berlayar di Pilkada Pesawaran.

Dendi diprediksi bakal mudah mendapatkan perahu. Selain karena petahana, ia juga memiliki komunikasi politik yang baik dengan partai lainnya.

M. Nasir juga demikian. Perahu PDI Perjuangan kemungkinan akan berlabuh kepadanya.

Selain karena Ketua DPC PDI Perjuangan Pesawaran, ia juga dikabarkan berpasangan dengan anggota DPRD Bandarlampung Naldi Rinara.

Diketahui, Naldi adalah kader Partai NasDem. Tentu, bisa jadi PDI Perjuangan dan NasDem akan bergandengan mengusung Nasir dan Naldi.

Lalu, bagaimana dengan Aries Sandi?

Informasinya Aries Sandi juga sedang berusaha mendapatkan perahu yang bisa mengusungnya di Pilkada Pesawaran. Ia sudah mendaftar pada beberapa partai politik di kabupaten tersebut.

Sebagai mantan bupati setempat, tentu menjadi nilai tambah baginya untuk dilirik partai politik dan diusung dalam Pilkada Pesawaran.

Namun, dari ketiga orang tersebut, saya melihat ada seorang kandidat lainnya yang berpeluang besar mendapatkan perahu politik. Untuk ikut berkontestasi di Pilkada Pesawaran.

Saya mendapatkan informasi, jika kandidat ini memiliki kedekatan dengan elite-elite Partai Golkar di DPP. Juga di DPD.

Kedekatan itu terbangun sejak dulu. Mulai dari  merintis usaha di Jakarta, hingga sekarang menjadi pengusaha sukses di ibu kota.

Karenanya, bukan tidak mungkin, Partai Golkar akan merekomendasikan kandidat ini dalam Pilkada Pesawaran.

Kandidat yang saya maksud adalah Suriansyah Rhalieb. Seorang pengusaha di Jakarta. Juga putra daerah Pesawaran.

Memang popularitas kandidat ini masih kalah dengan Dendi, Nasir, ataupun Aries Sandi. Namun, karena kedekatannya dengan elite DPP dan DPD Partai Golkar, potensinya untuk mendapatkan perahu berlambang pohon beringin itu tidak bisa diremehkan.

Sebagai partai ”penguasa” yang diketuai Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, tentu Golkar memiliki keinginan memenangkan kontestasi di Pilkada Pesawaran.

Untuk itu, saya menilai wajar, ketika Suriansyah memilih Partai Golkar sebagai partai pertama tempatnya mendaftar sebagai calon bupati Pesawaran.

Dan tentu saja, Suriansyah juga akan berusaha keras memanfaatkan jaringannya. Yang mungkin saja tidak bisa kita duga ada di partai lain untuk mendapatkan perahu yang siap berlayar di Pilkada Pesawaran.

Karenanya, saya pikir tidak berlebihan, kalau Suriansyah Rhalieb saat ini saya sebut sebagai "Kuda Kuning", eh, Kuda Hitam di Pilkada Pesawaran. (Wirahadikusumah)

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya