Kuasai 7 Bahasa Asing, Uzla Ingin Majukan Indonesia di Kancah Dunia
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Kuasai 7 Bahasa Asing, Uzla Ingin Majukan Indonesia di Kancah Dunia

...
RILIS.ID
Jakarta
19 Agustus 2021 - 10:32 WIB
Inspirasi | RILISID
...
Uzla Riyadhoti Candora. Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Sudah cantik, jago berbahasa asing pula. Itulah sosok Uzla Riyadhoti Candora, perempuan 28 tahun asal Jakarta yang menguasai tujuh bahasa asing sekaligus.

Menguasai bahasa Indonesia dan Inggris tentu bukan hal mengejutkan lagi. Namun, Uzla menguasai tujuh bahasa asing dalam tempo yang relatif singkat.

Ketujuh bahasa asing itu adalah Arab, Inggris, Jerman, Belanda, Prancis, Spanyol, dan Italia.

Kepada Rilisid, Uzla yang merupakan lulusan FISIP Universitas Indonesia ini mengaku menguasai lebih dari satu bahasa asing sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP).

"Karena dulu saya suka baca buku, suka nonton film luar seperti telenovela yang bahasanya Spanyol. Dari situ saya tertarik belajar bahasa Spanyol, kemudian film-film hollywood, dan kebetulan saya juga memang suka dengan budaya-budaya luar negeri," katanya, Kamis (19/8/2021).

Hobinya melakukan perjalanan atau travelling semakin mendekatkan Uzla dengan bahasa yang sedang ia pelajari.

"Memang suka travelling juga ke luar negeri, suka mempelajari budaya-budaya asing," lanjut warga Jakarta Timur ini.

Uzla menceritakan bahasa asing pertama yang dikuasai olehnya adalah bahasa Inggris dan Arab. Khusus bahasa Arab, dia mendapatkan hal itu dari sang ayah yang merupakan seorang ulama.

"Karena bapak saya kan seorang ulama dan dari saya kecil saya sudah bersekolah di sekolah yang memang khusus untuk pendalaman ilmu agama, di mana sudah diajarkan bahasa arab sedari kecil. Dan memang di rumah sendiri, bapak saya punya banyak koleksi buku-buku, kitab-kitab bahasa arab yang akhirnya membuat saya secara tidak langsung dipaksa untuk memahami juga," jelasnya.

Semangat ingin menguasai bahasa asing karena dahulu ia bercita-cita mau menjadi seorang diplomat.

"Dulu saya pernah bercita-cita jadi diplomat, jadi dari situlah saya mulai belajar banyak bahasa," ucap Uzla. 

Lebih lanjut, Uzla mengungkapkan ada beberapa metode yang selalu ia gunakan dalam mempelajari bahasa. Menurutnya, tekad yang kuat dan konsistensi merupakan kunci seseorang dapat menguasai bahasa asing bahkan secara otodidak sekalipun.

"Metodenya belajar dari film, bisa juga belajar dari buku anak-anak yang paling mudah itu akan lebih memudahkan kita untuk mencerna karena bahasa anak-anak itu kan ringan. Lalu banyak berlatih," paparnya.

Dia menyatakan berlatih itu paling penting, karena bahasa itu sebenarnya adalah alat komunikasi dan bukan knowledge. Semua orang bisa asal terbiasa. Jadi, tidak ada orang yang dikatakan pandai atau bodoh dengan bahasa.

"Kalau bahasa itu hanya perlu dilatih dan dibiasakan karena yang namanya bahasa kalau kita tidak berlatih, lama kelamaan bisa lupa," tambah wanita berhijab ini.

Bermodalkan bahasa dan jiwa kepemimpinan yang tinggi, Uzla mudah diterima bekerja di beberapa perusahaan dalam negeri maupun luar negeri dan sukses meraih jabatan tinggi di usia muda meski akhirnya ditinggalkan karena dia ingin membangun perusahaan sendiri, yakni Universa Consulting www.universaconsulting.com.

"Mimpi saya, saya ingin perusahaan saya lebih go internasional, lebih bisa mendapat banyak klien dari seluruh negara, saat ini memang saya sudah punya klien dari beberapa negara asing," ungkapnya.

Universa Consulting menawarkan jasa penerjemahan 20 bahasa dunia dan jasa editing sebagai bidang usaha utama. Selain itu juga telah memiliki ratusan klien perusahaan baik dari dalam maupun luar negeri untuk bidang penerjemahan dan telah mengerjakan ribuan naskah publikasi di bidang editing.

Untuk jasa editing, Uzla memiliki beberapa tim ahli yang merupakan editor profesional dan tersertifikasi. Selain sukses mendirikan perusahaan sendiri, hingga kini Uzla juga dipercaya sebagai konsultan di bidang pembangunan berkelanjutan di beberapa organisasi internasional termasuk PBB.

"Semoga saya bisa lebih berguna untuk pembangunan berkelanjutan di Indonesia." tutup Uzla. (*)

Laporan: Ahmad Kurdy, Jakarta

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Kuasai 7 Bahasa Asing, Uzla Ingin Majukan Indonesia di Kancah Dunia

...
RILIS.ID
Jakarta
19 Agustus 2021 - 10:32 WIB
Inspirasi | RILISID
...
Uzla Riyadhoti Candora. Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Sudah cantik, jago berbahasa asing pula. Itulah sosok Uzla Riyadhoti Candora, perempuan 28 tahun asal Jakarta yang menguasai tujuh bahasa asing sekaligus.

Menguasai bahasa Indonesia dan Inggris tentu bukan hal mengejutkan lagi. Namun, Uzla menguasai tujuh bahasa asing dalam tempo yang relatif singkat.

Ketujuh bahasa asing itu adalah Arab, Inggris, Jerman, Belanda, Prancis, Spanyol, dan Italia.

Kepada Rilisid, Uzla yang merupakan lulusan FISIP Universitas Indonesia ini mengaku menguasai lebih dari satu bahasa asing sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP).

"Karena dulu saya suka baca buku, suka nonton film luar seperti telenovela yang bahasanya Spanyol. Dari situ saya tertarik belajar bahasa Spanyol, kemudian film-film hollywood, dan kebetulan saya juga memang suka dengan budaya-budaya luar negeri," katanya, Kamis (19/8/2021).

Hobinya melakukan perjalanan atau travelling semakin mendekatkan Uzla dengan bahasa yang sedang ia pelajari.

"Memang suka travelling juga ke luar negeri, suka mempelajari budaya-budaya asing," lanjut warga Jakarta Timur ini.

Uzla menceritakan bahasa asing pertama yang dikuasai olehnya adalah bahasa Inggris dan Arab. Khusus bahasa Arab, dia mendapatkan hal itu dari sang ayah yang merupakan seorang ulama.

"Karena bapak saya kan seorang ulama dan dari saya kecil saya sudah bersekolah di sekolah yang memang khusus untuk pendalaman ilmu agama, di mana sudah diajarkan bahasa arab sedari kecil. Dan memang di rumah sendiri, bapak saya punya banyak koleksi buku-buku, kitab-kitab bahasa arab yang akhirnya membuat saya secara tidak langsung dipaksa untuk memahami juga," jelasnya.

Semangat ingin menguasai bahasa asing karena dahulu ia bercita-cita mau menjadi seorang diplomat.

"Dulu saya pernah bercita-cita jadi diplomat, jadi dari situlah saya mulai belajar banyak bahasa," ucap Uzla. 

Lebih lanjut, Uzla mengungkapkan ada beberapa metode yang selalu ia gunakan dalam mempelajari bahasa. Menurutnya, tekad yang kuat dan konsistensi merupakan kunci seseorang dapat menguasai bahasa asing bahkan secara otodidak sekalipun.

"Metodenya belajar dari film, bisa juga belajar dari buku anak-anak yang paling mudah itu akan lebih memudahkan kita untuk mencerna karena bahasa anak-anak itu kan ringan. Lalu banyak berlatih," paparnya.

Dia menyatakan berlatih itu paling penting, karena bahasa itu sebenarnya adalah alat komunikasi dan bukan knowledge. Semua orang bisa asal terbiasa. Jadi, tidak ada orang yang dikatakan pandai atau bodoh dengan bahasa.

"Kalau bahasa itu hanya perlu dilatih dan dibiasakan karena yang namanya bahasa kalau kita tidak berlatih, lama kelamaan bisa lupa," tambah wanita berhijab ini.

Bermodalkan bahasa dan jiwa kepemimpinan yang tinggi, Uzla mudah diterima bekerja di beberapa perusahaan dalam negeri maupun luar negeri dan sukses meraih jabatan tinggi di usia muda meski akhirnya ditinggalkan karena dia ingin membangun perusahaan sendiri, yakni Universa Consulting www.universaconsulting.com.

"Mimpi saya, saya ingin perusahaan saya lebih go internasional, lebih bisa mendapat banyak klien dari seluruh negara, saat ini memang saya sudah punya klien dari beberapa negara asing," ungkapnya.

Universa Consulting menawarkan jasa penerjemahan 20 bahasa dunia dan jasa editing sebagai bidang usaha utama. Selain itu juga telah memiliki ratusan klien perusahaan baik dari dalam maupun luar negeri untuk bidang penerjemahan dan telah mengerjakan ribuan naskah publikasi di bidang editing.

Untuk jasa editing, Uzla memiliki beberapa tim ahli yang merupakan editor profesional dan tersertifikasi. Selain sukses mendirikan perusahaan sendiri, hingga kini Uzla juga dipercaya sebagai konsultan di bidang pembangunan berkelanjutan di beberapa organisasi internasional termasuk PBB.

"Semoga saya bisa lebih berguna untuk pembangunan berkelanjutan di Indonesia." tutup Uzla. (*)

Laporan: Ahmad Kurdy, Jakarta

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya