Indra Masuk Tim Riset Vaksin AstraZeneca, Sri Mulyani: Indonesia Harus Bangga
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Indra Masuk Tim Riset Vaksin AstraZeneca, Sri Mulyani: Indonesia Harus Bangga

...
RILIS.ID
Jakarta
24 Juli 2021 - 17:33 WIB
Inspirasi | RILISID
...
Indra Rudiansyah, mahasiswa Indonesia yang tergabung tim riset Vaksin AstraZeneca. Foto: Instagram @smindrawati

RILISID, Jakarta — Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan kebanggaannya terhadap Indra Rudiansyah, mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam tim riset vaksin AstraZeneca.

Menurutnya, masyarakat Indonesia harus berbangga karena Indra Rudiansyah menjadi salah satu anak bangsa di balik terciptanya vaksin AstraZeneca yang kini banyak digunakan masyarakat dunia termasuk Indonesia.

"Indonesia harus berbangga karena salah satu anak bangsa, Indra Rudiansyah, tergabung dalam tim riset vaksin Covid-19 University of Oxford yang bekerja sama dengan AstraZeneca," tulis Sri Mulyani sebagaimana dikutip dari Instagram resminya @smindrawati, Sabtu (24/7/2021).

Indra, lanjut Sri Mulyani, merupakan seorang penerima beasiswa program doktoral Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di Clinical Medicine, University of Oxford, Inggris.

"Awalnya, Indra mendedikasikan studi doktoralnya untuk riset pengembangan vaksin malaria. Namun demi percepatan penanganan pandemi, tidak ragu Indra ikut mendaftar dalam program pengembangan uji klinis vaksin Covid-19," katanya.

Indra yang merupakan alumnus S1 Mikrobiologi ITB pada 2013 itu mendapatkan pengalaman langsung pemanfaatan kemajuan teknologi dalam bidang farmasi di Inggris dan berharap Indonesia bisa memiliki departemen clinical medicine.

Atas pencapaian Indra itu, Sri Mulyani mengajak kepada seluruh penerima beasiswa LPDP agar menggunakan waktu dan kesempatan dengan sebaik-baiknya.

"Selama menjalani program beasiswa, kembangkanlah kemampuan dan wawasan tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk Indonesia," pungkasnya.

Sebagai informasi, Indra menjadi salah satu tim riset vaksin AstraZeneca di bawah pemimpin tim pengembangan vaksin Oxford/AstraZeneca, Profesor Sarah Gilbert.

Sarah Gilbert pun mendapat mendapat standing ovation dari penonton kejuaraan tenis Wimbledon 2021 hingga videonya viral di media sosial.

Indra yang berasal dari Bandung merupakan mahasiswa Universitas Oxford yang tergabung dalam tim Jenner Institute di bawah pimpinan Profesor Sarah Gilbert.

Tim Jenner Institute dan Oxford Vaccine Group bekerja sama menguji coba vaksin virus corona di Pusat Vaksin Oxford sejak 20 Januari 2020.

Dikutip dari Antara London, Indra mengaku bahwa sebenarnya vaksin corona bukan penelitian utamanya untuk tesis, melainkan vaksin malaria.

Namun, pria 29 tahun itu mengaku bangga bisa bergabung dalam tim uji klinis vaksin Covid-19 AstraZeneca. Indra bergabung dengan tim karena saat itu lab kekurangan banyak sumber daya manusia. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Indra Masuk Tim Riset Vaksin AstraZeneca, Sri Mulyani: Indonesia Harus Bangga

...
RILIS.ID
Jakarta
24 Juli 2021 - 17:33 WIB
Inspirasi | RILISID
...
Indra Rudiansyah, mahasiswa Indonesia yang tergabung tim riset Vaksin AstraZeneca. Foto: Instagram @smindrawati

RILISID, Jakarta — Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan kebanggaannya terhadap Indra Rudiansyah, mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam tim riset vaksin AstraZeneca.

Menurutnya, masyarakat Indonesia harus berbangga karena Indra Rudiansyah menjadi salah satu anak bangsa di balik terciptanya vaksin AstraZeneca yang kini banyak digunakan masyarakat dunia termasuk Indonesia.

"Indonesia harus berbangga karena salah satu anak bangsa, Indra Rudiansyah, tergabung dalam tim riset vaksin Covid-19 University of Oxford yang bekerja sama dengan AstraZeneca," tulis Sri Mulyani sebagaimana dikutip dari Instagram resminya @smindrawati, Sabtu (24/7/2021).

Indra, lanjut Sri Mulyani, merupakan seorang penerima beasiswa program doktoral Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di Clinical Medicine, University of Oxford, Inggris.

"Awalnya, Indra mendedikasikan studi doktoralnya untuk riset pengembangan vaksin malaria. Namun demi percepatan penanganan pandemi, tidak ragu Indra ikut mendaftar dalam program pengembangan uji klinis vaksin Covid-19," katanya.

Indra yang merupakan alumnus S1 Mikrobiologi ITB pada 2013 itu mendapatkan pengalaman langsung pemanfaatan kemajuan teknologi dalam bidang farmasi di Inggris dan berharap Indonesia bisa memiliki departemen clinical medicine.

Atas pencapaian Indra itu, Sri Mulyani mengajak kepada seluruh penerima beasiswa LPDP agar menggunakan waktu dan kesempatan dengan sebaik-baiknya.

"Selama menjalani program beasiswa, kembangkanlah kemampuan dan wawasan tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk Indonesia," pungkasnya.

Sebagai informasi, Indra menjadi salah satu tim riset vaksin AstraZeneca di bawah pemimpin tim pengembangan vaksin Oxford/AstraZeneca, Profesor Sarah Gilbert.

Sarah Gilbert pun mendapat mendapat standing ovation dari penonton kejuaraan tenis Wimbledon 2021 hingga videonya viral di media sosial.

Indra yang berasal dari Bandung merupakan mahasiswa Universitas Oxford yang tergabung dalam tim Jenner Institute di bawah pimpinan Profesor Sarah Gilbert.

Tim Jenner Institute dan Oxford Vaccine Group bekerja sama menguji coba vaksin virus corona di Pusat Vaksin Oxford sejak 20 Januari 2020.

Dikutip dari Antara London, Indra mengaku bahwa sebenarnya vaksin corona bukan penelitian utamanya untuk tesis, melainkan vaksin malaria.

Namun, pria 29 tahun itu mengaku bangga bisa bergabung dalam tim uji klinis vaksin Covid-19 AstraZeneca. Indra bergabung dengan tim karena saat itu lab kekurangan banyak sumber daya manusia. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya