Bermodalkan Bahasa Inggris-Spanyol, Caba PK Ini Ingin Teruskan Karir Sang Ayah di TNI
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Bermodalkan Bahasa Inggris-Spanyol, Caba PK Ini Ingin Teruskan Karir Sang Ayah di TNI

...
RILIS.ID
Jakarta
12 September 2021 - 17:20 WIB
Inspirasi | RILISID
...
Seleksi Caba PK TNI AD di Makassar. Foto: Dok Istimewa

RILISID, Jakarta — Penguasaan bahasa asing menjadi modal tersendiri bagi Sultan Syafri Darmasulla (18), untuk mengikuti seleksi Calon Bintara Prajurit Karir (Caba PK) TNI Angkatan Darat (AD).

Selain mengandalkan kesehatan dan jasmani, Sultan juga telah memiliki modal dengan menguasai Bahasa Inggris dan Spanyol.

Anak dari pasangan Kapten Arh Muh. Yusuf dan Nunuk Nuriati ini telah dinyatakan lulus mengikuti seleksi tingkat Sub Panpus di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Plh Kapenrem 143/HO Letda Inf Rusmin Ismail mengatakan Sultan merupakan salah satu peserta seleksi Caba PK yang tergolong langka karena memiliki kemampuan dua bahasa asing sekaligus.

“Kemampuan bahasa Inggris mungkin saat ini sudah dianggap umum, namun untuk bahasa Spanyol apalagi keduanya tentu dapat dianggap sesuatu yang langka," ujar Rusmin dikutip dari laman TNI AD, Minggu (12/9/2021).

Rusmin pun teringat tentang sosok anggota TNI AD bernama Kopda Hardius dari Kodam Iskandar Muda, yang viral karena menguasai tujuh bahasa asing beberapa waktu lalu.

Kopda Hardius menguasai Bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Jerman Portugis, Italia, dan Belanda.

“Ini tentu dua peristiwa yang dapat menginspirasi kita semua, bahwa selama ada kemauan maka kita semua bisa mempelajari bahasa asing. Ingat, bahasa adalah jendela sekaligus jembatan untuk mengetahui dunia,” kata Rusmin.

Kembali ke Sultan, Rusmin berharap Caba PK itu bisa lulus menjadi prajurit TNI AD dengan materi seleksi yang ketat dan berat.

"Semoga mampu melewati tahapan tes serta masuk dalam parade dan pantukhir,” ucapnya.

Sementara, Sultan mengatakan bahwa keahlian berbahasanya itu dimulai sejak dirinya sekolah dasar.


“Saya mengenal Bahasa Inggris sejak SD dan ketika SMA ikut ekstrakurikuler debat Bahasa Inggris sehingga melatih setiap hari. Setelah itu, selama satu tahun, saya juga belajar bahasa Spanyol sebagai bahasa asing kedua yang dikuasai,” ujarnya.

Terkait motivasi menjadi prajurit TNI AD, Sultan mengaku ingin mengabdikan diri kepada negara dan bangsa. Selain itu, ia juga ingin membanggakan orang tua dan keluarganya.

“Saya ingin membanggakan orang tua dan meneruskan karier orang tua ke depannya,” ujar Sultan. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Bermodalkan Bahasa Inggris-Spanyol, Caba PK Ini Ingin Teruskan Karir Sang Ayah di TNI

...
RILIS.ID
Jakarta
12 September 2021 - 17:20 WIB
Inspirasi | RILISID
...
Seleksi Caba PK TNI AD di Makassar. Foto: Dok Istimewa

RILISID, Jakarta — Penguasaan bahasa asing menjadi modal tersendiri bagi Sultan Syafri Darmasulla (18), untuk mengikuti seleksi Calon Bintara Prajurit Karir (Caba PK) TNI Angkatan Darat (AD).

Selain mengandalkan kesehatan dan jasmani, Sultan juga telah memiliki modal dengan menguasai Bahasa Inggris dan Spanyol.

Anak dari pasangan Kapten Arh Muh. Yusuf dan Nunuk Nuriati ini telah dinyatakan lulus mengikuti seleksi tingkat Sub Panpus di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Plh Kapenrem 143/HO Letda Inf Rusmin Ismail mengatakan Sultan merupakan salah satu peserta seleksi Caba PK yang tergolong langka karena memiliki kemampuan dua bahasa asing sekaligus.

“Kemampuan bahasa Inggris mungkin saat ini sudah dianggap umum, namun untuk bahasa Spanyol apalagi keduanya tentu dapat dianggap sesuatu yang langka," ujar Rusmin dikutip dari laman TNI AD, Minggu (12/9/2021).

Rusmin pun teringat tentang sosok anggota TNI AD bernama Kopda Hardius dari Kodam Iskandar Muda, yang viral karena menguasai tujuh bahasa asing beberapa waktu lalu.

Kopda Hardius menguasai Bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Jerman Portugis, Italia, dan Belanda.

“Ini tentu dua peristiwa yang dapat menginspirasi kita semua, bahwa selama ada kemauan maka kita semua bisa mempelajari bahasa asing. Ingat, bahasa adalah jendela sekaligus jembatan untuk mengetahui dunia,” kata Rusmin.

Kembali ke Sultan, Rusmin berharap Caba PK itu bisa lulus menjadi prajurit TNI AD dengan materi seleksi yang ketat dan berat.

"Semoga mampu melewati tahapan tes serta masuk dalam parade dan pantukhir,” ucapnya.

Sementara, Sultan mengatakan bahwa keahlian berbahasanya itu dimulai sejak dirinya sekolah dasar.


“Saya mengenal Bahasa Inggris sejak SD dan ketika SMA ikut ekstrakurikuler debat Bahasa Inggris sehingga melatih setiap hari. Setelah itu, selama satu tahun, saya juga belajar bahasa Spanyol sebagai bahasa asing kedua yang dikuasai,” ujarnya.

Terkait motivasi menjadi prajurit TNI AD, Sultan mengaku ingin mengabdikan diri kepada negara dan bangsa. Selain itu, ia juga ingin membanggakan orang tua dan keluarganya.

“Saya ingin membanggakan orang tua dan meneruskan karier orang tua ke depannya,” ujar Sultan. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya