Gempa Malang Tak Berpotensi Tsunami, Ini Penjelasan BMKG
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Gempa Malang Tak Berpotensi Tsunami, Ini Penjelasan BMKG

...
RILIS.ID
Jakarta
22 Oktober 2021 - 11:54 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Foto: Tangkapan layar BMKG

RILISID, Jakarta — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperbaharui gempa magnitudo (M) 5,3 yang mengguncang Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Jumat (22/10/2021) pukul 09.21 WIB.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, hasil analisis BMKG menunjukkan gempa selatan Jawa Timur memiliki parameter final dengan magnitudo 5,1.

"Gempa selatan Jawa Timur merupakan jenis gempa kedalaman menengah akibat adanya deformasi atau patahan pada slab lempeng Indo-Australia yang tersubduksi ke bawah lempeng Eurasia," ujar Daryono melalui akun Twitternya, Jumat.

Menurutnya, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa selatan Jawa Timur memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa selatan Jatim tadi tidak berpotensi tsunami, karena magnitudonya yang relatif kecil di kedalaman menengah sehingga tidak mengganggu kolom air laut," jelasnya.

Gempa Malang juga dirasakan dalam skala intensitas II-III MMI di Ponorogo, Malang, Pasuruan, Nganjuk, Mojokerto, Pacitan, Lumajang, Jember, dan Trenggalek.

Episenter gempa terletak pada koordinat 8,81 LS-112,4 BT. Atau tepatnya di laut pada jarak 75 kilometer arah Selatan Kota Kepanjen, Kabupaten Malang pada kedalaman 98 km. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Gempa Malang Tak Berpotensi Tsunami, Ini Penjelasan BMKG

...
RILIS.ID
Jakarta
22 Oktober 2021 - 11:54 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Foto: Tangkapan layar BMKG

RILISID, Jakarta — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperbaharui gempa magnitudo (M) 5,3 yang mengguncang Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Jumat (22/10/2021) pukul 09.21 WIB.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, hasil analisis BMKG menunjukkan gempa selatan Jawa Timur memiliki parameter final dengan magnitudo 5,1.

"Gempa selatan Jawa Timur merupakan jenis gempa kedalaman menengah akibat adanya deformasi atau patahan pada slab lempeng Indo-Australia yang tersubduksi ke bawah lempeng Eurasia," ujar Daryono melalui akun Twitternya, Jumat.

Menurutnya, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa selatan Jawa Timur memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa selatan Jatim tadi tidak berpotensi tsunami, karena magnitudonya yang relatif kecil di kedalaman menengah sehingga tidak mengganggu kolom air laut," jelasnya.

Gempa Malang juga dirasakan dalam skala intensitas II-III MMI di Ponorogo, Malang, Pasuruan, Nganjuk, Mojokerto, Pacitan, Lumajang, Jember, dan Trenggalek.

Episenter gempa terletak pada koordinat 8,81 LS-112,4 BT. Atau tepatnya di laut pada jarak 75 kilometer arah Selatan Kota Kepanjen, Kabupaten Malang pada kedalaman 98 km. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya