Tiga Terdakwa Penyelendupan 45 Kg Sabu Lolos dari Hukuman Mati
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Tiga Terdakwa Penyelendupan 45 Kg Sabu Lolos dari Hukuman Mati

...
RILIS.ID
Lampung Selatan
6 Agustus 2021 - 17:58 WIB
Hukum | RILISID
...
Ilustrasi penggagalan penyelendupan sabu-sabu.

RILISID, Lampung Selatan — Komitmen pemerintah untuk menghukum mati penyelendup narkotika dan zat-zat terlarang lainnya dalam jumlah besar, ternyata hanya lips service semata.

Kabar terbaru, tiga terdakwa kasus penyelundupan 45 kilogram sabu-sabu (SS) yang sebelumnya dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Lampung Selatan, hanya dijatuhi hukuman 20 tahun penjara.

Selain 20 tahun penjara, Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kalianda juga menjatuhi hukuman denda Rp1 miliar kepada tiga terdakwa yakni Hendri Gunawan, Hasbibullah, dan Mahyunir.

Tiga terdakwa kurir SS ini dituntut hukuman mati oleh JPU Kejari Lampung Selatan pada 8 Juli 2021. Mereka sebelumnya ditangkap polisi di Seaport Interdiction Bakauheni.

Mereka diancam Pasal 114 (2) jo Pasal 132 (1) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Kasiintelijen Kejari Lampung Selatan Samiadji Noer menjelaskan majelis hakim PN Kalianda memberikan hukuman untuk Hendri Gunawan dan Hasbibullah penjara 20 tahun dengan denda Rp1 miliar.

"Apabila denda tidak dibayar, maka diganti pidana penjara tiga bulan," tegas Samiadji seperti dikutip dari Rilisid Lampung (Grup Rilisid), Jumat (6/8/2021).

Sementara untuk terdakwa Mahyunir, hakim memutuskan pidana penjara selama 15 tahun juga dengan denda Rp1 miliar.

"Hasil putusan memang tidak sesuai dengan tuntutan kami," kata Samiadji.

Menurutnya, para terdakwa pantas diberi hukuman mati karena barang bukti yang diamankan dari mereka terbilang sangat banyak, yakni 45 bungkus plastik warna hijau bertuliskan 'Guanyinwang', yang masing-masing berisi 1 kilogram bruto kristal putih SS.

Atas vonis ini, jaksa penuntut dari Kejari Lamsel karenanya meminta waktu untuk berpikir sebelum menyatakan menerima atau banding atas putusan tersebut.

"Dia ini ditangkap di (Pelabuhan) Bakauheni mau ke Pulau Jawa. Jadi kami tujuh hari ini pikir-pikir terlebih dahulu buat banding atau terima. Sebenarnya layak lah dihukum mati," tandasnya. (*)

Laporan: Ahmad Kurdy, Kontributor Lampung Selatan

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Tiga Terdakwa Penyelendupan 45 Kg Sabu Lolos dari Hukuman Mati

...
RILIS.ID
Lampung Selatan
6 Agustus 2021 - 17:58 WIB
Hukum | RILISID
...
Ilustrasi penggagalan penyelendupan sabu-sabu.

RILISID, Lampung Selatan — Komitmen pemerintah untuk menghukum mati penyelendup narkotika dan zat-zat terlarang lainnya dalam jumlah besar, ternyata hanya lips service semata.

Kabar terbaru, tiga terdakwa kasus penyelundupan 45 kilogram sabu-sabu (SS) yang sebelumnya dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Lampung Selatan, hanya dijatuhi hukuman 20 tahun penjara.

Selain 20 tahun penjara, Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kalianda juga menjatuhi hukuman denda Rp1 miliar kepada tiga terdakwa yakni Hendri Gunawan, Hasbibullah, dan Mahyunir.

Tiga terdakwa kurir SS ini dituntut hukuman mati oleh JPU Kejari Lampung Selatan pada 8 Juli 2021. Mereka sebelumnya ditangkap polisi di Seaport Interdiction Bakauheni.

Mereka diancam Pasal 114 (2) jo Pasal 132 (1) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Kasiintelijen Kejari Lampung Selatan Samiadji Noer menjelaskan majelis hakim PN Kalianda memberikan hukuman untuk Hendri Gunawan dan Hasbibullah penjara 20 tahun dengan denda Rp1 miliar.

"Apabila denda tidak dibayar, maka diganti pidana penjara tiga bulan," tegas Samiadji seperti dikutip dari Rilisid Lampung (Grup Rilisid), Jumat (6/8/2021).

Sementara untuk terdakwa Mahyunir, hakim memutuskan pidana penjara selama 15 tahun juga dengan denda Rp1 miliar.

"Hasil putusan memang tidak sesuai dengan tuntutan kami," kata Samiadji.

Menurutnya, para terdakwa pantas diberi hukuman mati karena barang bukti yang diamankan dari mereka terbilang sangat banyak, yakni 45 bungkus plastik warna hijau bertuliskan 'Guanyinwang', yang masing-masing berisi 1 kilogram bruto kristal putih SS.

Atas vonis ini, jaksa penuntut dari Kejari Lamsel karenanya meminta waktu untuk berpikir sebelum menyatakan menerima atau banding atas putusan tersebut.

"Dia ini ditangkap di (Pelabuhan) Bakauheni mau ke Pulau Jawa. Jadi kami tujuh hari ini pikir-pikir terlebih dahulu buat banding atau terima. Sebenarnya layak lah dihukum mati," tandasnya. (*)

Laporan: Ahmad Kurdy, Kontributor Lampung Selatan

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya