Soal Oknum ASN Penjual Vaksin Covid-19 di Sumut, Menpan RB: Jika Terbukti, Pecat!
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Soal Oknum ASN Penjual Vaksin Covid-19 di Sumut, Menpan RB: Jika Terbukti, Pecat!

...
RILIS.ID
JAKARTA
22 Mei 2021 - 23:34 WIB
Hukum | RILISID
...
Menpan RB Tjahjo Kumolo.FOTO: Dokumen Rilis.id

RILISID, JAKARTA — Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo menyesalkan ulah tiga oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga terlibat penjualan vaksin Covid-19 secara ilegal di Sumatera Utara (Sumut).

Diketahui, Polda Sumut telah menetapkan 4 orang tersangka dalam kasus dugaan jual beli vaksin Sinovac yang terjadi sejak April 2021 tersebut. Dari empat tersangka itu, tiga di antaranya adalah oknum ASN. Mereka saat ini sudah ditahan setelah dilakukan pemeriksaan oleh polisi.

”Jika terbukti bersalah, ASN tersebut harus mendapatkan hukuman yang setimpal. Mereka saya usulkan dipecat,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (22/5/2021).

Tjahjo menjelaskan, berdasarkan UU No.5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan PP No.11/2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, PNS yang melakukan tindak pidana dapat diberhentikan tidak dengan hormat. Sambil menunggu proses hukum selesai, PNS dimaksud dapat diberhentikan sementara sebagai PNS.

Ia berharap, penegakan hukum yang tegas bagi ASN yang terbukti melakukan tindak pidana menimbulkan efek jera.

”Kita harus tegas penegakan aturan ASN agar hal seperti ini tidak terjadi lagi di masa depan,” ucapnya.

Tjahjo juga menyesalkan adanya oknum ASN yang mencari kesempatan untuk meraup keuntungan pribadi di tengah pandemi.

”Vaksinasi Covid-19 adalah program nasional yang harus kita dukung. ASN harus menjadi contoh bukan bersikap sebaliknya,” tegasnya.

Tjahjo juga menekankan agar para ASN bertindak dan berperilaku sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Sebagai tindak lanjut dari peristiwa yang merugikan masyarakat ini, Kementerian PANRB segera berkirim surat kepada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) terkait untuk dilakukan proses pemeriksaan sebagaimana ketentuan yang berlaku dan selama proses hukum berlangsung yang bersangkutan diberhentikan sementara sebagai PNS.

Informasi yang dihimpun Rilis.id, keempat tersangka itu adalah SW (40) yang berprofesi sebagai agen properti, lalu IW (45) dan KS (47). Keduanya adalah dokter, serta SH yang merupakan ASN di Dinas Kesehatan Sumut.(*)

 

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya

Soal Oknum ASN Penjual Vaksin Covid-19 di Sumut, Menpan RB: Jika Terbukti, Pecat!

...
RILIS.ID
JAKARTA
22 Mei 2021 - 23:34 WIB
Hukum | RILISID
...
Menpan RB Tjahjo Kumolo.FOTO: Dokumen Rilis.id

RILISID, JAKARTA — Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo menyesalkan ulah tiga oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga terlibat penjualan vaksin Covid-19 secara ilegal di Sumatera Utara (Sumut).

Diketahui, Polda Sumut telah menetapkan 4 orang tersangka dalam kasus dugaan jual beli vaksin Sinovac yang terjadi sejak April 2021 tersebut. Dari empat tersangka itu, tiga di antaranya adalah oknum ASN. Mereka saat ini sudah ditahan setelah dilakukan pemeriksaan oleh polisi.

”Jika terbukti bersalah, ASN tersebut harus mendapatkan hukuman yang setimpal. Mereka saya usulkan dipecat,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (22/5/2021).

Tjahjo menjelaskan, berdasarkan UU No.5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan PP No.11/2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, PNS yang melakukan tindak pidana dapat diberhentikan tidak dengan hormat. Sambil menunggu proses hukum selesai, PNS dimaksud dapat diberhentikan sementara sebagai PNS.

Ia berharap, penegakan hukum yang tegas bagi ASN yang terbukti melakukan tindak pidana menimbulkan efek jera.

”Kita harus tegas penegakan aturan ASN agar hal seperti ini tidak terjadi lagi di masa depan,” ucapnya.

Tjahjo juga menyesalkan adanya oknum ASN yang mencari kesempatan untuk meraup keuntungan pribadi di tengah pandemi.

”Vaksinasi Covid-19 adalah program nasional yang harus kita dukung. ASN harus menjadi contoh bukan bersikap sebaliknya,” tegasnya.

Tjahjo juga menekankan agar para ASN bertindak dan berperilaku sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Sebagai tindak lanjut dari peristiwa yang merugikan masyarakat ini, Kementerian PANRB segera berkirim surat kepada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) terkait untuk dilakukan proses pemeriksaan sebagaimana ketentuan yang berlaku dan selama proses hukum berlangsung yang bersangkutan diberhentikan sementara sebagai PNS.

Informasi yang dihimpun Rilis.id, keempat tersangka itu adalah SW (40) yang berprofesi sebagai agen properti, lalu IW (45) dan KS (47). Keduanya adalah dokter, serta SH yang merupakan ASN di Dinas Kesehatan Sumut.(*)

 

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya