Simpan Bahan Peledak, Pedagang di Malang Ditangkap
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Simpan Bahan Peledak, Pedagang di Malang Ditangkap

...
RILIS.ID
Malang
10 Juli 2021 - 14:43 WIB
Hukum | RILISID
...
Polisi menangkap pedagang di Malang. Foto: Rilis.id/Imron Hakiki

RILISID, Malang — Seorang pedagang keripik berinisial MI (41) kembali berurusan dengan polisi. Warga Desa Baturetno, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, itu ditangkap terkait kepemilikan bahan peledak ilegal jenis petasan.

Ia diringkus pada Senin (10/7/2021). Sebelum ditangkap, MI sempat menjadi buronan sejak Maret lalu. Saat itu, tersangka berhasil kabur dari kejaran aparat Polsek Singosari.

Kapolsek Singosari Kompol Octa Pandjaitan mengatakan tersangka merupakan residivis sebanyak tiga kali atas kasus yang sama.

"Awalnya kami mendapat informasi dari warga setempat. Setelah dilakukan lidik yang bersangkutan memang sering membuat petasan. Namun ketika hendak kami tangkap pada Maret lalu, pelaku melarikan diri, dan baru tanggal 5 Juli lalu baru kembali ke rumah," ungkapnya saat konferensi pers di Mapolsek Singosari, Sabtu (10/7/2021).

Saat dilakukan penangkapan, jajaran Polsek Singosari menemukan barang bukti berupa 1 serbuk peledak seberat 4 kg, 1 unit timbangan meja warna merah, serbuk hitam diduga arang seberat 1 kg.

Kemudian sumbu sejumlah 600 biji, petasan diameter 6,5 cm panjang 9 cm berjumlah 7 butir, petasan diameter 2 cm panjang 6,5 cm berjumlah 125 butir, 1 buah pisau, 1 buah gunting, potasium berat 4 kg, dan 3 buah ember warna hitam.

"Pelaku ini memproduksi petasan mulai tahun 2011," tutur Octa.

Octa mengimbau kepada masyarakat agar turut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, dan jangan bermain petasan, yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Sekalipun itu hari besar seperti Idul Adha ataupun hari-hari besar lainnya.

Sementara itu, MI mengaku nekat memproduksi petasan itu secara ilegal karena adanya permintaan dari konsumen.

" Saya memproduksi petasan itu biasanya di hari-hari besar, karena pada momen itu cukup banyak permintaan," akunya.

Akibat perbuatannya, kini MI harus mendekam dibui. Ia dikenakan Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat No.12 Tahun 1951, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara hingga 20 tahun penjara. (*)

Laporan: Imron Hakiki, Kontributor Malang

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Simpan Bahan Peledak, Pedagang di Malang Ditangkap

...
RILIS.ID
Malang
10 Juli 2021 - 14:43 WIB
Hukum | RILISID
...
Polisi menangkap pedagang di Malang. Foto: Rilis.id/Imron Hakiki

RILISID, Malang — Seorang pedagang keripik berinisial MI (41) kembali berurusan dengan polisi. Warga Desa Baturetno, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, itu ditangkap terkait kepemilikan bahan peledak ilegal jenis petasan.

Ia diringkus pada Senin (10/7/2021). Sebelum ditangkap, MI sempat menjadi buronan sejak Maret lalu. Saat itu, tersangka berhasil kabur dari kejaran aparat Polsek Singosari.

Kapolsek Singosari Kompol Octa Pandjaitan mengatakan tersangka merupakan residivis sebanyak tiga kali atas kasus yang sama.

"Awalnya kami mendapat informasi dari warga setempat. Setelah dilakukan lidik yang bersangkutan memang sering membuat petasan. Namun ketika hendak kami tangkap pada Maret lalu, pelaku melarikan diri, dan baru tanggal 5 Juli lalu baru kembali ke rumah," ungkapnya saat konferensi pers di Mapolsek Singosari, Sabtu (10/7/2021).

Saat dilakukan penangkapan, jajaran Polsek Singosari menemukan barang bukti berupa 1 serbuk peledak seberat 4 kg, 1 unit timbangan meja warna merah, serbuk hitam diduga arang seberat 1 kg.

Kemudian sumbu sejumlah 600 biji, petasan diameter 6,5 cm panjang 9 cm berjumlah 7 butir, petasan diameter 2 cm panjang 6,5 cm berjumlah 125 butir, 1 buah pisau, 1 buah gunting, potasium berat 4 kg, dan 3 buah ember warna hitam.

"Pelaku ini memproduksi petasan mulai tahun 2011," tutur Octa.

Octa mengimbau kepada masyarakat agar turut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, dan jangan bermain petasan, yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Sekalipun itu hari besar seperti Idul Adha ataupun hari-hari besar lainnya.

Sementara itu, MI mengaku nekat memproduksi petasan itu secara ilegal karena adanya permintaan dari konsumen.

" Saya memproduksi petasan itu biasanya di hari-hari besar, karena pada momen itu cukup banyak permintaan," akunya.

Akibat perbuatannya, kini MI harus mendekam dibui. Ia dikenakan Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat No.12 Tahun 1951, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara hingga 20 tahun penjara. (*)

Laporan: Imron Hakiki, Kontributor Malang

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya