Setelah Mabok Bareng, Dua Warga Terlibat Perkelahian, Satu Tewas
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Setelah Mabok Bareng, Dua Warga Terlibat Perkelahian, Satu Tewas

...
Imron Hakiki
Malang
8 November 2021 - 16:19 WIB
Hukum | RILISID
...
Kapolres Malang saat menginterogasi tersangka saat di Mapolres setempat, Minggu (7/11/2021). FOTO: RILIS.ID/Imron Hakiki

RILISID, Malang — Seorang warga bernama Muchammad Subhan (36) tewas setelah terlibat perkelahian dengan MAK alias Bocel (31). Perkelahian diduga di bawah pengaruh minuman keras (miras). 

Peristiwa itu terjadi di kawasan Jalan Panglima Sudirman, Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, pada Kamis (4/11/2021).

Muchammad Subhan meregang nyawa setelah mengalami luka tusukan menggunakan pisau oleh MAK.

Kapolres Malang AKBP Bagoes Wibisono mengatakan perkelahian itu terjadi akibat keduanya selisih paham ketika sedang minum-minuman keras bersama.

Selain keduanya, terdapat dua orang lain atas nama Usman dan Maskur yang turut dalam perjamuan minuman keras itu.

"Tidak lama tersangka dan korban cekcok. Kemudian korban Muchammad Subhan merebut pisau milik Mistiani, salah satu penjual pempek yang tidak jauh dari lokasi mereka untuk ditusukkan ke tersangka MAK," ungkapnya saat konferensi pers di Mapolres Malang, Minggu (7/11/2021).

Namun, niat korban berhasil digagalkan oleh tersangka. Ia berhasil merebut pisau yang dipegang korban, kemudian menusukkan kembali kepada korban.

"Usman yang juga ada di sana telah berupaya untuk melerai keduanya. Hanya saja karena adanya pisau dalam perkelahian itu. Usman mengurungkan niat untuk melerai karena takut terkena imbasnya," tutur Bagoes.

Akibat penusukan itu, korban mengalami pendarahan hebat, dan dinyatakan meninggal dunia setelah dilarikan ke Rumah Sakit Wava Husada.

Akibat perbuatannya itu, tersangka terjerat pasal berlapis 338 KUHP tentang pembunuhan dan Pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan.

"Pasal 338 KUHP ancaman hukumannya maksimal 5 tahun penjara. Sedangkan Pasal 351 ayat 3 ancaman hukumannya maksimal 7 tahun penjara," pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Setelah Mabok Bareng, Dua Warga Terlibat Perkelahian, Satu Tewas

...
Imron Hakiki
Malang
8 November 2021 - 16:19 WIB
Hukum | RILISID
...
Kapolres Malang saat menginterogasi tersangka saat di Mapolres setempat, Minggu (7/11/2021). FOTO: RILIS.ID/Imron Hakiki

RILISID, Malang — Seorang warga bernama Muchammad Subhan (36) tewas setelah terlibat perkelahian dengan MAK alias Bocel (31). Perkelahian diduga di bawah pengaruh minuman keras (miras). 

Peristiwa itu terjadi di kawasan Jalan Panglima Sudirman, Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, pada Kamis (4/11/2021).

Muchammad Subhan meregang nyawa setelah mengalami luka tusukan menggunakan pisau oleh MAK.

Kapolres Malang AKBP Bagoes Wibisono mengatakan perkelahian itu terjadi akibat keduanya selisih paham ketika sedang minum-minuman keras bersama.

Selain keduanya, terdapat dua orang lain atas nama Usman dan Maskur yang turut dalam perjamuan minuman keras itu.

"Tidak lama tersangka dan korban cekcok. Kemudian korban Muchammad Subhan merebut pisau milik Mistiani, salah satu penjual pempek yang tidak jauh dari lokasi mereka untuk ditusukkan ke tersangka MAK," ungkapnya saat konferensi pers di Mapolres Malang, Minggu (7/11/2021).

Namun, niat korban berhasil digagalkan oleh tersangka. Ia berhasil merebut pisau yang dipegang korban, kemudian menusukkan kembali kepada korban.

"Usman yang juga ada di sana telah berupaya untuk melerai keduanya. Hanya saja karena adanya pisau dalam perkelahian itu. Usman mengurungkan niat untuk melerai karena takut terkena imbasnya," tutur Bagoes.

Akibat penusukan itu, korban mengalami pendarahan hebat, dan dinyatakan meninggal dunia setelah dilarikan ke Rumah Sakit Wava Husada.

Akibat perbuatannya itu, tersangka terjerat pasal berlapis 338 KUHP tentang pembunuhan dan Pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan.

"Pasal 338 KUHP ancaman hukumannya maksimal 5 tahun penjara. Sedangkan Pasal 351 ayat 3 ancaman hukumannya maksimal 7 tahun penjara," pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya