Setelah ASN, Giliran Pegawai Kontrak ASDP Ditangkap karena Jual Surat Antigen Palsu Rp200 Ribu
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Setelah ASN, Giliran Pegawai Kontrak ASDP Ditangkap karena Jual Surat Antigen Palsu Rp200 Ribu

...
RILIS.ID
Lampung Selatan
28 Juli 2021 - 14:32 WIB
Hukum | RILISID
...
Tersangka penipuan surat tes antigen palsu ditangkap Polres Lamsel, Rabu (28/7/2021). Foto: Ahmad Kurdy

RILISID, Lampung Selatan — Kepolisian Resort Lampung Selatan (Polres Lamsel) meringkus dua tersangka kasus pemalsuan surat tes antigen di Pelabuhan Bakauheni.

Kapolres Lamsel AKBP Edwin saat konferensi pers di Mapolres setempat, Rabu (28/7/2021), mengungkapkan, kedua tersangka ditangkap pada Sabtu (24/7/2021) lalu.

Keduanya adalah Dwi (29), warga Pasar Minggu, Jakarta Selatan yang merupakan sopir travel; dan Wahyudin (37), warga Bakauheni, yang bekerja sebagai pegawai kontrak di PT ASDP Cabang Bakauheni.

"Mereka ditangkap karena menawarkan pembuatan surat keterangan tes rapid antigen palsu disertai dengan pemerasan," kata Edwin.

Modus yang digunakan tersangka, lanjut Edwin, dengan menwarkan jasa kepada para penumpang travel untuk mendapatkan surat keterangan tes antigen palsu agar dapat menyeberang ke Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Bakauheni.

"Kesepakatannya setiap penumpang diminta Rp200 ribu untuk pembuatan surat rapid tes antigen palsu," jelas Edwin.

Dari penangkapan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti. Seperti uang tunai Rp800 ribu, 16 lembar surat keterangan tes antigen palsu, dan satu unit komputer yang digunakan untuk mencetak surat keterangan antigen palsu.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 368 KUHP dan Pasal 14 ayat (1) UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular.

"Dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara," tandas Kapolres.

Beberapa waktu sebelumnya, Polres Lamsel juga menangkap seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) bernama Afrianto dan Budi Rizki, pengurus penyeberangan bus di Pelabuhan Bakauheni.

Keduanya diciduk polisi setelah terekam melakukan pungutan liar (Pungli) surat antigen hingga videonya viral di media sosial.

Polisi pun menetapkan Budi Rizki dan Afrianto yang diketahui bertugas di Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) Lamsel sebagai tersangka kasus pungli tes antigen.

Afrianto sendiri memang diperbantukan di Seaport Interdiction (SI) atau pintu masuk Pelabuhan Bakauheni pada masa PPKM Darurat Pulau Jawa dan Bali. (*)

Laporan: Ahmad Kurdy, Kontributor Lampung Selatan

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Setelah ASN, Giliran Pegawai Kontrak ASDP Ditangkap karena Jual Surat Antigen Palsu Rp200 Ribu

...
RILIS.ID
Lampung Selatan
28 Juli 2021 - 14:32 WIB
Hukum | RILISID
...
Tersangka penipuan surat tes antigen palsu ditangkap Polres Lamsel, Rabu (28/7/2021). Foto: Ahmad Kurdy

RILISID, Lampung Selatan — Kepolisian Resort Lampung Selatan (Polres Lamsel) meringkus dua tersangka kasus pemalsuan surat tes antigen di Pelabuhan Bakauheni.

Kapolres Lamsel AKBP Edwin saat konferensi pers di Mapolres setempat, Rabu (28/7/2021), mengungkapkan, kedua tersangka ditangkap pada Sabtu (24/7/2021) lalu.

Keduanya adalah Dwi (29), warga Pasar Minggu, Jakarta Selatan yang merupakan sopir travel; dan Wahyudin (37), warga Bakauheni, yang bekerja sebagai pegawai kontrak di PT ASDP Cabang Bakauheni.

"Mereka ditangkap karena menawarkan pembuatan surat keterangan tes rapid antigen palsu disertai dengan pemerasan," kata Edwin.

Modus yang digunakan tersangka, lanjut Edwin, dengan menwarkan jasa kepada para penumpang travel untuk mendapatkan surat keterangan tes antigen palsu agar dapat menyeberang ke Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Bakauheni.

"Kesepakatannya setiap penumpang diminta Rp200 ribu untuk pembuatan surat rapid tes antigen palsu," jelas Edwin.

Dari penangkapan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti. Seperti uang tunai Rp800 ribu, 16 lembar surat keterangan tes antigen palsu, dan satu unit komputer yang digunakan untuk mencetak surat keterangan antigen palsu.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 368 KUHP dan Pasal 14 ayat (1) UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular.

"Dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara," tandas Kapolres.

Beberapa waktu sebelumnya, Polres Lamsel juga menangkap seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) bernama Afrianto dan Budi Rizki, pengurus penyeberangan bus di Pelabuhan Bakauheni.

Keduanya diciduk polisi setelah terekam melakukan pungutan liar (Pungli) surat antigen hingga videonya viral di media sosial.

Polisi pun menetapkan Budi Rizki dan Afrianto yang diketahui bertugas di Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) Lamsel sebagai tersangka kasus pungli tes antigen.

Afrianto sendiri memang diperbantukan di Seaport Interdiction (SI) atau pintu masuk Pelabuhan Bakauheni pada masa PPKM Darurat Pulau Jawa dan Bali. (*)

Laporan: Ahmad Kurdy, Kontributor Lampung Selatan

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya