Sekda Nias Utara Ditangkap Pesta Narkoba Bersama 3 Wanita Cantik di Tempat Karaoke
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Sekda Nias Utara Ditangkap Pesta Narkoba Bersama 3 Wanita Cantik di Tempat Karaoke

...
RILIS.ID
Medan
14 Juni 2021 - 20:48 WIB
Hukum | RILISID
...
Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko melakukan konferensi pers terkait penangkapan Sekda Nias Utara dan puluhan pengunjung karaoke, Senin (14/6/2021). FOTO: Humas Polrestabes Medan

RILISID, Medan — Sekretaris Daerah (Sekda) Nias Utara Yafeti Nazara (YN) terjaring dalam operasi Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Medan, pada Minggu (13/6/2021) dini hari pukul 02.00 WIB.

Yafeti diamankan saat sedang pesta narkoba di tempat hiburan malam Bosque, Jalan H. Adam Malik, Kelurahan Sei Lalas, Kecamatan Medan Barat.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan ratusan butir pil ekstasi. Dari 71 pengunjung yang digelandang ke Mapolrestabes Medan untuk dilakukan tes urine, terdapat 51 orang di antaranya positif amphetamine dan methapethamine.

"Didapati seorang oknum ASN berinisial YN, yang sedang asyik berkaraoke bersama orang-orang yang mengaku baru menggunakan narkoba," ujar Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko dalam keterangannya di Instagram @humaspolrestabesmedan, Senin (14/6/2021).

"YN mengaku sebagai ASN Dinkes. Di ruangan itu kita dapatkan sisa 1 butir ekstasi di bawah sofa tempat yang bersangkutan duduk bersama tiga wanita. Dia mengaku ke Medan untuk perjalanan dinas. Dia (YN) positif narkoba. Hingga saat ini masih didalami," lanjut Riko.

Riko menjelaskan pil haram tersebut disiapkan oleh pihak pengelola. Pola penjualannya melibatkan mulai dari waiters yang menawarkan, termasuk karyawan operator yang menyimpan dan menyembunyikan ekstasinya.

"Modusnya menawarkan kemudian tamu pesan dan barang diantar dengan karyawan yang lain lagi. Butir ekstasi itu disimpan di tempat-tempat permen," ungkapnya.

Menurut Riko, penggerebekan ini dilakukan karena Satgas Covid-19 banyak menerima informasi tentang tempat hiburan malam yang melanggar jam operasional di masa pandemi.

Padahal sesuai aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM mikro, tempat hiburan malam tidak boleh beroperasi. Ini sesuai surat edaran Gubernur Sumatera Utara. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Sekda Nias Utara Ditangkap Pesta Narkoba Bersama 3 Wanita Cantik di Tempat Karaoke

...
RILIS.ID
Medan
14 Juni 2021 - 20:48 WIB
Hukum | RILISID
...
Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko melakukan konferensi pers terkait penangkapan Sekda Nias Utara dan puluhan pengunjung karaoke, Senin (14/6/2021). FOTO: Humas Polrestabes Medan

RILISID, Medan — Sekretaris Daerah (Sekda) Nias Utara Yafeti Nazara (YN) terjaring dalam operasi Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Medan, pada Minggu (13/6/2021) dini hari pukul 02.00 WIB.

Yafeti diamankan saat sedang pesta narkoba di tempat hiburan malam Bosque, Jalan H. Adam Malik, Kelurahan Sei Lalas, Kecamatan Medan Barat.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan ratusan butir pil ekstasi. Dari 71 pengunjung yang digelandang ke Mapolrestabes Medan untuk dilakukan tes urine, terdapat 51 orang di antaranya positif amphetamine dan methapethamine.

"Didapati seorang oknum ASN berinisial YN, yang sedang asyik berkaraoke bersama orang-orang yang mengaku baru menggunakan narkoba," ujar Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko dalam keterangannya di Instagram @humaspolrestabesmedan, Senin (14/6/2021).

"YN mengaku sebagai ASN Dinkes. Di ruangan itu kita dapatkan sisa 1 butir ekstasi di bawah sofa tempat yang bersangkutan duduk bersama tiga wanita. Dia mengaku ke Medan untuk perjalanan dinas. Dia (YN) positif narkoba. Hingga saat ini masih didalami," lanjut Riko.

Riko menjelaskan pil haram tersebut disiapkan oleh pihak pengelola. Pola penjualannya melibatkan mulai dari waiters yang menawarkan, termasuk karyawan operator yang menyimpan dan menyembunyikan ekstasinya.

"Modusnya menawarkan kemudian tamu pesan dan barang diantar dengan karyawan yang lain lagi. Butir ekstasi itu disimpan di tempat-tempat permen," ungkapnya.

Menurut Riko, penggerebekan ini dilakukan karena Satgas Covid-19 banyak menerima informasi tentang tempat hiburan malam yang melanggar jam operasional di masa pandemi.

Padahal sesuai aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM mikro, tempat hiburan malam tidak boleh beroperasi. Ini sesuai surat edaran Gubernur Sumatera Utara. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya