Polisi Ungkap Peredaran Ekstasi Jenis Baru asal Jerman, 9 Orang Diamankan
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Polisi Ungkap Peredaran Ekstasi Jenis Baru asal Jerman, 9 Orang Diamankan

...
RILIS.ID
Jakarta
3 Juni 2021 - 17:35 WIB
Hukum | RILISID
...
Ilustrasi ungkap kasus narkotika.

RILISID, Jakarta — Bareskrim Polri berhasil mengungkap peredaran belasan ribu butir pil ekstasi di wilayah DKI Jakarta. Total ada 13.865 butir pil ekstasi yang diamankan.

Dari total tersebut, polisi menemukan ekstasi jenis baru seberat asal Jerman. Per butirnya, barang haram tersebut memiliki berat 0,42 gram.

Direktur Tindak Pidana Bareskrim Polri Brigjen Krisno Holomoan Siregar mengatakan pil ekstasi asal Jerman itu tidak hanya berbeda dari beratnya, tetapi juga warnanya yang hijau kekuningan.

Selain barang bukti, sembilan tersangka berhasil diamankan. Mereka berinisial SR (21), IY (46), EM (50), MR (23), DB (24), JY (46), KV (23), UY (39), dan AW (46).

”Mereka ditangkap di Jakarta Pusat dan Jakarta Barat dengan total barang bukti ekstasi 13.865 dan tiga buah handphone,” kata Brigjen Krisno di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (3/6/2021).

Krisno menuturkan para tersangka menyelundupkan barang haram itu dengan melalui jasa pengiriman barang berupa mainan.

Kemudian pemasok di Jerman memang sudah mengetahui aturan Mahkamah Agung mengenai hukuman pengedar narkoba berdasarkan berat barang sitaan.

”Mereka sengaja melebihkannya di setiap butir ekstasi untuk mengakali putusan MA itu,” tuturnya.

Bareskrim Polri juga membekuk pengedar 45 sabu-sabu (SS) asal Malaysia yang diproduksi di Myanmar.

Barang haram tersebut siap diedarkan oleh tersangka ADT (44), SW (25), ES (45), AN (45), AI (39), dan MJ (44).

”Keempat tersangka menggunakan modus penyelundupan jalur laut melalui pantai timur Pulau Sumatera. Para tersangka mengemas SS dengan kemasan teh hijau yang sudah dijadikan modus sejak lima tahun terakhir,” ungkap Krisno.

Akibat perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2005 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal enam tahun dan maksimal 20 tahun.

”Dan denda minimal Rp1 miliar maksimal Rp10 miliar subsider sepertiga masa tahanan,” pungkas Krisno. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Polisi Ungkap Peredaran Ekstasi Jenis Baru asal Jerman, 9 Orang Diamankan

...
RILIS.ID
Jakarta
3 Juni 2021 - 17:35 WIB
Hukum | RILISID
...
Ilustrasi ungkap kasus narkotika.

RILISID, Jakarta — Bareskrim Polri berhasil mengungkap peredaran belasan ribu butir pil ekstasi di wilayah DKI Jakarta. Total ada 13.865 butir pil ekstasi yang diamankan.

Dari total tersebut, polisi menemukan ekstasi jenis baru seberat asal Jerman. Per butirnya, barang haram tersebut memiliki berat 0,42 gram.

Direktur Tindak Pidana Bareskrim Polri Brigjen Krisno Holomoan Siregar mengatakan pil ekstasi asal Jerman itu tidak hanya berbeda dari beratnya, tetapi juga warnanya yang hijau kekuningan.

Selain barang bukti, sembilan tersangka berhasil diamankan. Mereka berinisial SR (21), IY (46), EM (50), MR (23), DB (24), JY (46), KV (23), UY (39), dan AW (46).

”Mereka ditangkap di Jakarta Pusat dan Jakarta Barat dengan total barang bukti ekstasi 13.865 dan tiga buah handphone,” kata Brigjen Krisno di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (3/6/2021).

Krisno menuturkan para tersangka menyelundupkan barang haram itu dengan melalui jasa pengiriman barang berupa mainan.

Kemudian pemasok di Jerman memang sudah mengetahui aturan Mahkamah Agung mengenai hukuman pengedar narkoba berdasarkan berat barang sitaan.

”Mereka sengaja melebihkannya di setiap butir ekstasi untuk mengakali putusan MA itu,” tuturnya.

Bareskrim Polri juga membekuk pengedar 45 sabu-sabu (SS) asal Malaysia yang diproduksi di Myanmar.

Barang haram tersebut siap diedarkan oleh tersangka ADT (44), SW (25), ES (45), AN (45), AI (39), dan MJ (44).

”Keempat tersangka menggunakan modus penyelundupan jalur laut melalui pantai timur Pulau Sumatera. Para tersangka mengemas SS dengan kemasan teh hijau yang sudah dijadikan modus sejak lima tahun terakhir,” ungkap Krisno.

Akibat perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2005 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal enam tahun dan maksimal 20 tahun.

”Dan denda minimal Rp1 miliar maksimal Rp10 miliar subsider sepertiga masa tahanan,” pungkas Krisno. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya