Polisi Tangkap Yahya Waloni Usai Didesak Abu Janda dan Denny Siregar
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Polisi Tangkap Yahya Waloni Usai Didesak Abu Janda dan Denny Siregar

...
RILIS.ID
Jakarta
26 Agustus 2021 - 18:56 WIB
Hukum | RILISID
...
Foto: Tangkapan layar Instagram @permadiaktivis2

RILISID, Jakarta — Setelah ramai desakan dari berbagai kalangan terutama pegiat media sosial Permadi Arya atau Abu Janda dan Denny Siregar, Polri akhirnya menangkap Yahya Waloni di salah satu kawasan di Cibubur, pada Kamis (26/8/2021).

Polri belum memberikan keterangan resmi terkait penangkapan Yahya Waloni yang dilakukan oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

Sebelumnya, Abu mendesak Polri untuk menangkap Yahya Waloni. Melalui Instagram pribadinya, Abu Janda menyebut Yahya Waloni lebih biadab dibandingkan Muhammad Kece yang ditangkap Bareskrim Polri terkait kasus dugaan penodaan agama.

Sebenarnya Yahya Waloni jauh lebih biadab dibanding Muhamad Kace, sudah waktunya ditertibkan juga oleh aparat penegak hukum. Bukan saja demi keadilan bagi umat non-Islam.. tapi juga untuk menyelamatkan Islam. citra Islam dirusak oleh kebiadaban seorang Yahya Waloni,” tulisnya sebagaimana dikutip Rilisid dari Instagramnya.

Teman2 yang beragama Kristen jangan diam saja. Bantu mention Polri @divisihumaspolri cybercrime @ccicpolri dll, post ini story kalian. Supaya bapak2 polisi tau ditantang Yahya Waloni,” lanjutnya.

Yok kita dorong @ccicpolri untuk segera menangkap Yahya Waloni.. Gerakin tagar..#tangkapYahyawaloni,” kicau Denny Siregar di Twitternya.

Sebagai informasi, Yahya Waloni dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh komunitas Masyarakat Cinta Pluralisme soal dugaan penistaan agama terhadap Injil. Yahya Waloni dinilai menista agama dalam ceramah yang menyebut Bible itu palsu.

Pelaporan tersebut tertuang dalam Laporan Polisi (LP) Nomor: LP/B/0287/IV/2021/BARESKRIM. Yahya Waloni dilaporkan dengan dugaan kebencian atau permusuhan individu dan/atau antargolongan (SARA), pada 27 April 2021 lalu.

Dalam kasus ini, Yahya dilaporkan bersama pemilik akun YouTube Tri Datu. Dalam video ceramah itu, Yahya Waloni menyampaikan bahwa Bible tak hanya fiktif, tapi juga palsu.

Di dalam LP tersebut, mereka disangkakan dengan UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 45 A juncto Pasal 28 Ayat (2) dan/atau Pasal 156a KUHP. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Polisi Tangkap Yahya Waloni Usai Didesak Abu Janda dan Denny Siregar

...
RILIS.ID
Jakarta
26 Agustus 2021 - 18:56 WIB
Hukum | RILISID
...
Foto: Tangkapan layar Instagram @permadiaktivis2

RILISID, Jakarta — Setelah ramai desakan dari berbagai kalangan terutama pegiat media sosial Permadi Arya atau Abu Janda dan Denny Siregar, Polri akhirnya menangkap Yahya Waloni di salah satu kawasan di Cibubur, pada Kamis (26/8/2021).

Polri belum memberikan keterangan resmi terkait penangkapan Yahya Waloni yang dilakukan oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

Sebelumnya, Abu mendesak Polri untuk menangkap Yahya Waloni. Melalui Instagram pribadinya, Abu Janda menyebut Yahya Waloni lebih biadab dibandingkan Muhammad Kece yang ditangkap Bareskrim Polri terkait kasus dugaan penodaan agama.

Sebenarnya Yahya Waloni jauh lebih biadab dibanding Muhamad Kace, sudah waktunya ditertibkan juga oleh aparat penegak hukum. Bukan saja demi keadilan bagi umat non-Islam.. tapi juga untuk menyelamatkan Islam. citra Islam dirusak oleh kebiadaban seorang Yahya Waloni,” tulisnya sebagaimana dikutip Rilisid dari Instagramnya.

Teman2 yang beragama Kristen jangan diam saja. Bantu mention Polri @divisihumaspolri cybercrime @ccicpolri dll, post ini story kalian. Supaya bapak2 polisi tau ditantang Yahya Waloni,” lanjutnya.

Yok kita dorong @ccicpolri untuk segera menangkap Yahya Waloni.. Gerakin tagar..#tangkapYahyawaloni,” kicau Denny Siregar di Twitternya.

Sebagai informasi, Yahya Waloni dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh komunitas Masyarakat Cinta Pluralisme soal dugaan penistaan agama terhadap Injil. Yahya Waloni dinilai menista agama dalam ceramah yang menyebut Bible itu palsu.

Pelaporan tersebut tertuang dalam Laporan Polisi (LP) Nomor: LP/B/0287/IV/2021/BARESKRIM. Yahya Waloni dilaporkan dengan dugaan kebencian atau permusuhan individu dan/atau antargolongan (SARA), pada 27 April 2021 lalu.

Dalam kasus ini, Yahya dilaporkan bersama pemilik akun YouTube Tri Datu. Dalam video ceramah itu, Yahya Waloni menyampaikan bahwa Bible tak hanya fiktif, tapi juga palsu.

Di dalam LP tersebut, mereka disangkakan dengan UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 45 A juncto Pasal 28 Ayat (2) dan/atau Pasal 156a KUHP. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya