Polisi Benarkan Anak Pengusaha Akidi Tio Tersangka Kasus Penipuan
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Polisi Benarkan Anak Pengusaha Akidi Tio Tersangka Kasus Penipuan

...
RILIS.ID
Jakarta
4 Agustus 2021 - 14:20 WIB
Hukum | RILISID
...
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat konferensi pers di Polres Jakarta Pusat. Foto: Tangkapan layar

RILISID, Jakarta — Anak pengusaha Akidi Tio, Heriyanti ternyata pernah menjadi tersangka kasus penipuan dan penggelapan pada Februari 2020 lalu.

Kasus tersebut ditangani Polda Metro Jaya. Pelapornya bernama Ju Bang Kioh (JBK), rekan kerja Heriyanti. JBK melaporkan hal itu pada 14 Februari 2020.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus membenarkan Heriyanti dilaporkan oleh JBK terkait kasus penipuan dan penggelapan.

Menurutnya, Heriyanti sudah pernah diundang untuk klarifikasi tapi yang bersangkutan tidak hadir.

"Dari hasil gelar perkara, naik statusnya terlapor menjadi tersangka kasus penipuan dan penggelapan,” ujar Yusri dalam keterangan tertulisnya, dikutip dari laman Humas Polri pada Rabu (4/8/2021).

Ia menjelaskan kasus tersebut berawal dari kerja sama di beberapa bisnis yang dilakukan keduanya sejak 2018 lalu.

Namun sejak 2020, lanjut Yusri, Heryanti tidak memberikan hasil dari kerja sama bisnis tersebut sehingga dilaporkan ke polisi.

"Ada kerja sama untuk orderan songket, orderan AC dan interior dengan total uang yang dihasilkan Rp7,9 miliar. Namun, sejak awal 2020 pelapor terus menagih janji uang, tapi tidak dipenuhi terlapor,” jelasnya.

Dari hasil penyelidikan, menurut Yusri, dana sebesar Rp7,9 miliar tersebut telah dikembalikan secara bertahap hingga mencapai Rp1,3 miliar.

"Tapi sampai dengan terakhir, pelapor kemudian mencabut laporan pada 28 Juli 2021 dalam bentuk pengiriman surat untuk pencabutan laporan,” tuturnya.

Yusri menegaskan akan kembali memanggil pelapor untuk mengetahui motif di balik pencabutan laporan dugaan kasus penipuan dan penggelapan yang dilakukan Heryanti.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menyangkut-pautkan masalah sumbangan Rp2 triliun untuk penanganan Covid-19 Sumatera Selatan dengan kasus ini.

Karena menurut Yusri, kasus dugaan penipuan dan penggelapan sudah terjadi sejak 2020 lalu.

"Tapi yang perlu ditegaskan, laporan ini sejak Februari 2020 tentang laporan penipuan dan penggelapan, tolong jangan disangkutpautkan dengan masalah yang terjadi di Sumsel. Karena sekali lagi, ini memang sudah terjadi sejak tahun 2020,” pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Polisi Benarkan Anak Pengusaha Akidi Tio Tersangka Kasus Penipuan

...
RILIS.ID
Jakarta
4 Agustus 2021 - 14:20 WIB
Hukum | RILISID
...
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat konferensi pers di Polres Jakarta Pusat. Foto: Tangkapan layar

RILISID, Jakarta — Anak pengusaha Akidi Tio, Heriyanti ternyata pernah menjadi tersangka kasus penipuan dan penggelapan pada Februari 2020 lalu.

Kasus tersebut ditangani Polda Metro Jaya. Pelapornya bernama Ju Bang Kioh (JBK), rekan kerja Heriyanti. JBK melaporkan hal itu pada 14 Februari 2020.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus membenarkan Heriyanti dilaporkan oleh JBK terkait kasus penipuan dan penggelapan.

Menurutnya, Heriyanti sudah pernah diundang untuk klarifikasi tapi yang bersangkutan tidak hadir.

"Dari hasil gelar perkara, naik statusnya terlapor menjadi tersangka kasus penipuan dan penggelapan,” ujar Yusri dalam keterangan tertulisnya, dikutip dari laman Humas Polri pada Rabu (4/8/2021).

Ia menjelaskan kasus tersebut berawal dari kerja sama di beberapa bisnis yang dilakukan keduanya sejak 2018 lalu.

Namun sejak 2020, lanjut Yusri, Heryanti tidak memberikan hasil dari kerja sama bisnis tersebut sehingga dilaporkan ke polisi.

"Ada kerja sama untuk orderan songket, orderan AC dan interior dengan total uang yang dihasilkan Rp7,9 miliar. Namun, sejak awal 2020 pelapor terus menagih janji uang, tapi tidak dipenuhi terlapor,” jelasnya.

Dari hasil penyelidikan, menurut Yusri, dana sebesar Rp7,9 miliar tersebut telah dikembalikan secara bertahap hingga mencapai Rp1,3 miliar.

"Tapi sampai dengan terakhir, pelapor kemudian mencabut laporan pada 28 Juli 2021 dalam bentuk pengiriman surat untuk pencabutan laporan,” tuturnya.

Yusri menegaskan akan kembali memanggil pelapor untuk mengetahui motif di balik pencabutan laporan dugaan kasus penipuan dan penggelapan yang dilakukan Heryanti.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menyangkut-pautkan masalah sumbangan Rp2 triliun untuk penanganan Covid-19 Sumatera Selatan dengan kasus ini.

Karena menurut Yusri, kasus dugaan penipuan dan penggelapan sudah terjadi sejak 2020 lalu.

"Tapi yang perlu ditegaskan, laporan ini sejak Februari 2020 tentang laporan penipuan dan penggelapan, tolong jangan disangkutpautkan dengan masalah yang terjadi di Sumsel. Karena sekali lagi, ini memang sudah terjadi sejak tahun 2020,” pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya