Pertama di Indonesia, Pemalsuan Materai 10.000 Senilai Rp37 Miliar Diungkap Polisi
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Pertama di Indonesia, Pemalsuan Materai 10.000 Senilai Rp37 Miliar Diungkap Polisi

...
Segan Simanjuntak
Tangerang
17 Maret 2021 - 17:30 WIB
Hukum | RILISID
...
FOTO: ISTIMEWA

RILISID, Tangerang — Tim penyidik Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, berhasil membongkar pemalsuan materai 10.000 dan 6.000 senilai Rp37 miliar.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan ada enam orang yang ditangkap dan semuanya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Keenam tersangka itu berinisial SRL, WID, SNK, BST, HND, dan ASR. Komplotan tersebut diduga telah merugikan negara hingga Rp37 miliar.

"Jadi ini pengungkapan yang cukup besar, mengungkap materai yang 10.000 ini baru pertama kali di Indonesia," kata Yusri dalam konferensi pers bersama Ditjen Pajak dan Perum Peruri di Mapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (17/3/2021).

Menurut Yusri, praktik pemalsuan materai ini sudah berjalan selama 3,5 tahun. Ia menyatakan materai palsu dipasarkan hingga lintas provinsi.

"Kita tarik 3,5 tahun lalu, dia mulai bekerja dengan materai yang 6.000. Kita ambil paling minim saja, total semuanya hampir Rp37 miliar," ungkapnya.

Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Adi Ferdian Saputra menambahkan satu orang lainnya berinisial MSR sedang dalam pengejaran. Ia kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Dia (MSR) berperan sebagai penjahit yang membuat lubang perforasi pada lembaran materai palsu," kata Adi.

Polisi juga telah menyita sejumlah barang bukti dari tangan para tersangka. Di antaranya printer, kertas polos pembuat meterai, alat sablon, plastik pembuat hologram, mesin jahit, dan laptop.

Adi menyatakan para tersangka dijerat pasal 253 dan pasal 257 KUHP serta pasal 24 dan 25 UU Nomor 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai.

"Dengan ancaman hukuman penjara tujuh tahun," ucapnya. (*)

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya

Pertama di Indonesia, Pemalsuan Materai 10.000 Senilai Rp37 Miliar Diungkap Polisi

...
Segan Simanjuntak
Tangerang
17 Maret 2021 - 17:30 WIB
Hukum | RILISID
...
FOTO: ISTIMEWA

RILISID, Tangerang — Tim penyidik Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, berhasil membongkar pemalsuan materai 10.000 dan 6.000 senilai Rp37 miliar.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan ada enam orang yang ditangkap dan semuanya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Keenam tersangka itu berinisial SRL, WID, SNK, BST, HND, dan ASR. Komplotan tersebut diduga telah merugikan negara hingga Rp37 miliar.

"Jadi ini pengungkapan yang cukup besar, mengungkap materai yang 10.000 ini baru pertama kali di Indonesia," kata Yusri dalam konferensi pers bersama Ditjen Pajak dan Perum Peruri di Mapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (17/3/2021).

Menurut Yusri, praktik pemalsuan materai ini sudah berjalan selama 3,5 tahun. Ia menyatakan materai palsu dipasarkan hingga lintas provinsi.

"Kita tarik 3,5 tahun lalu, dia mulai bekerja dengan materai yang 6.000. Kita ambil paling minim saja, total semuanya hampir Rp37 miliar," ungkapnya.

Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Adi Ferdian Saputra menambahkan satu orang lainnya berinisial MSR sedang dalam pengejaran. Ia kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Dia (MSR) berperan sebagai penjahit yang membuat lubang perforasi pada lembaran materai palsu," kata Adi.

Polisi juga telah menyita sejumlah barang bukti dari tangan para tersangka. Di antaranya printer, kertas polos pembuat meterai, alat sablon, plastik pembuat hologram, mesin jahit, dan laptop.

Adi menyatakan para tersangka dijerat pasal 253 dan pasal 257 KUHP serta pasal 24 dan 25 UU Nomor 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai.

"Dengan ancaman hukuman penjara tujuh tahun," ucapnya. (*)

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya