Pentolan Tim Lajnah Abu Rusydan Ditangkap Terkait Dugaan Terorisme
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Pentolan Tim Lajnah Abu Rusydan Ditangkap Terkait Dugaan Terorisme

...
RILIS.ID
Jakarta
14 September 2021 - 16:20 WIB
Hukum | RILISID
...
Ilustrasi: Rilisid/Kalbi

RILISID, Jakarta — Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri kembali melakukan penangkapan terduga teroris terkait jaringan Jamaah Islamiyah (JI).

Kali ini yang ditangkap adalah Thoriquddin alias Abu Rusydan, yang merupakan salah satu tim Lajnah sebagai panitia pemilihan amir bersama para senior JI.

"Yang bersangkutan bersama senior-senior dan sepuh-sepuh telah menjadi satu kesatuan dan membentuk Majelis Kesepuhan,” ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/9/2021).

Ramadhan mengungkapkan Majelis Kesepuhan itu berisi orang-orang JI yang sudah senior, termasuk Abu Rusydan. Mereka tetap bersatu meski pemimpinnya yang terdahulu, Parawijayanto telah ditangkap.

"Majelis kesepuhan itu adalah kumpulan senior-senior dan tetap bergabung dengan amir (pimpinan) Parawijayanto yang telah ditangkap,” tuturnya.

Lajnah Ihtiari Linasbil Amir (LILA) merupakan tim panitia pemilihan amir yang terdiri dari para senior JI.

Di antaranya Siswanto alias Arif selaku ketua LILA dan Parawijayanto mewakili bidang Tajhiz dan Alwi. Arif dan Parawijayanto telah ditangkap.

Pasca-penangkapan Parawijayanto pada 2019, tim Lajnah berperan sebagai panitia penyelamat organisasi JI dengan memegang amanah kepemimpinan di organisasi tersebut.

Salah satunya mengubah struktur organisasi JI, yang dibentuk oleh Parawijayanto menjadi lebih sederhana atau dengan struktur darurat.

Setelah penangkapan Siswasto pada November 2020, Densus 88 Antiteror Polri mengungkap struktur tim Lajnah yang baru.

Hingga 10 September 2021, Polri menangkap Abu Rusydan selaku Tim Lajnah dan pengurus beserta anggota Pusat Edukasi, Rehabilitasi dan Advokasi (Perisai) yang merupakan lembaga bantuan hukum organisasi milik JI dan salah satu kantong pendanaan (fund raising). (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Pentolan Tim Lajnah Abu Rusydan Ditangkap Terkait Dugaan Terorisme

...
RILIS.ID
Jakarta
14 September 2021 - 16:20 WIB
Hukum | RILISID
...
Ilustrasi: Rilisid/Kalbi

RILISID, Jakarta — Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri kembali melakukan penangkapan terduga teroris terkait jaringan Jamaah Islamiyah (JI).

Kali ini yang ditangkap adalah Thoriquddin alias Abu Rusydan, yang merupakan salah satu tim Lajnah sebagai panitia pemilihan amir bersama para senior JI.

"Yang bersangkutan bersama senior-senior dan sepuh-sepuh telah menjadi satu kesatuan dan membentuk Majelis Kesepuhan,” ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/9/2021).

Ramadhan mengungkapkan Majelis Kesepuhan itu berisi orang-orang JI yang sudah senior, termasuk Abu Rusydan. Mereka tetap bersatu meski pemimpinnya yang terdahulu, Parawijayanto telah ditangkap.

"Majelis kesepuhan itu adalah kumpulan senior-senior dan tetap bergabung dengan amir (pimpinan) Parawijayanto yang telah ditangkap,” tuturnya.

Lajnah Ihtiari Linasbil Amir (LILA) merupakan tim panitia pemilihan amir yang terdiri dari para senior JI.

Di antaranya Siswanto alias Arif selaku ketua LILA dan Parawijayanto mewakili bidang Tajhiz dan Alwi. Arif dan Parawijayanto telah ditangkap.

Pasca-penangkapan Parawijayanto pada 2019, tim Lajnah berperan sebagai panitia penyelamat organisasi JI dengan memegang amanah kepemimpinan di organisasi tersebut.

Salah satunya mengubah struktur organisasi JI, yang dibentuk oleh Parawijayanto menjadi lebih sederhana atau dengan struktur darurat.

Setelah penangkapan Siswasto pada November 2020, Densus 88 Antiteror Polri mengungkap struktur tim Lajnah yang baru.

Hingga 10 September 2021, Polri menangkap Abu Rusydan selaku Tim Lajnah dan pengurus beserta anggota Pusat Edukasi, Rehabilitasi dan Advokasi (Perisai) yang merupakan lembaga bantuan hukum organisasi milik JI dan salah satu kantong pendanaan (fund raising). (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya