Pendamping PKH di Malang Ditangkap Terkait Dugaan Korupsi Rp450 Juta
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Pendamping PKH di Malang Ditangkap Terkait Dugaan Korupsi Rp450 Juta

...
Imron Hakiki
Malang
9 Agustus 2021 - 12:17 WIB
Hukum | RILISID
...
Kapolres Malang, AKBP Bagoes Wibisono saat konferesi pers kasus korupsi pendamping PKH, Minggu (8/8/2021). FOTO: RILIS.ID/Imron Hakiki.

RILISID, Malang — Usianya masih terbilang muda dan belum menikah. Namun, seorang perempuan berinisial PTH ini sudah berani melakukan tindak pidana korupsi dalam jabatannya sebagai pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim).

Untuk mempertanggungjawabkan tindakannya, warga Merjosari Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, itu kini harus menjalani hari-harinya di balik jeruji besi Polres Malang.

Dia dikenai Pasal 2 ayat 1 sub Pasal 3 sub Pasal 8 UU No. 20 tahun 2001 sebagaimana telah diubah dan ditambah menjadi UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Ia terancam hukuman penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun penjara, sekaligus denda paling sedikit Rp200 juta hingga Rp1 miliar," terang Kapolres Malang AKBP Bagoes Wibisono saat konferensi pers di Mapolres Malang, pada Minggu (8/8/2021).

PTH sengaja tidak memberikan KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) kepada 37 KPM (Keluarga Penerima Manfaat) di Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang dengan alasan untuk keperluan pengobatan sakit diabetes yang dialami ibunya.

"Rinciannya, 16 KKS untuk KKM tidak diberikan sama sekali, 17 KPM meninggal dan 4 KKS untuk KPM hanya diberikan sebagian," beber Bagoes.

Alhasil, kerugian negara akibat perbuatan perempuan berusia 28 tahun itu diperkirakan mencapai Rp450 juta.

"Selain tersangka, kami (Polisi) telah memeriksa 27 orang. Tapi tidak ada dugaan pelaku lain yang terlibat dalam perbuatannya," ujar Bagoes.

Namun selain untuk kebutuhan pengobatan ibunya, PTH juga memanfaatkan uang hasil korupsi itu untuk membeli peralatan rumah serta 1 unit sepeda motor.

"Peralatan rumah yang ia beli dari hasil korupsi itu diantaranya kulkas, televisi LED, kompor gas, mesin cuci, dan banyak juga barang-barang lainnya," pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Pendamping PKH di Malang Ditangkap Terkait Dugaan Korupsi Rp450 Juta

...
Imron Hakiki
Malang
9 Agustus 2021 - 12:17 WIB
Hukum | RILISID
...
Kapolres Malang, AKBP Bagoes Wibisono saat konferesi pers kasus korupsi pendamping PKH, Minggu (8/8/2021). FOTO: RILIS.ID/Imron Hakiki.

RILISID, Malang — Usianya masih terbilang muda dan belum menikah. Namun, seorang perempuan berinisial PTH ini sudah berani melakukan tindak pidana korupsi dalam jabatannya sebagai pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim).

Untuk mempertanggungjawabkan tindakannya, warga Merjosari Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, itu kini harus menjalani hari-harinya di balik jeruji besi Polres Malang.

Dia dikenai Pasal 2 ayat 1 sub Pasal 3 sub Pasal 8 UU No. 20 tahun 2001 sebagaimana telah diubah dan ditambah menjadi UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Ia terancam hukuman penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun penjara, sekaligus denda paling sedikit Rp200 juta hingga Rp1 miliar," terang Kapolres Malang AKBP Bagoes Wibisono saat konferensi pers di Mapolres Malang, pada Minggu (8/8/2021).

PTH sengaja tidak memberikan KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) kepada 37 KPM (Keluarga Penerima Manfaat) di Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang dengan alasan untuk keperluan pengobatan sakit diabetes yang dialami ibunya.

"Rinciannya, 16 KKS untuk KKM tidak diberikan sama sekali, 17 KPM meninggal dan 4 KKS untuk KPM hanya diberikan sebagian," beber Bagoes.

Alhasil, kerugian negara akibat perbuatan perempuan berusia 28 tahun itu diperkirakan mencapai Rp450 juta.

"Selain tersangka, kami (Polisi) telah memeriksa 27 orang. Tapi tidak ada dugaan pelaku lain yang terlibat dalam perbuatannya," ujar Bagoes.

Namun selain untuk kebutuhan pengobatan ibunya, PTH juga memanfaatkan uang hasil korupsi itu untuk membeli peralatan rumah serta 1 unit sepeda motor.

"Peralatan rumah yang ia beli dari hasil korupsi itu diantaranya kulkas, televisi LED, kompor gas, mesin cuci, dan banyak juga barang-barang lainnya," pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya