Pemenggal Kepala Ayah Kandung Diobservasi di RSJ, Dipantau CCTV 24 Jam
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Pemenggal Kepala Ayah Kandung Diobservasi di RSJ, Dipantau CCTV 24 Jam

...
Dwi Des Saputra
BANDARLAMPUNG
24 Maret 2021 - 22:17 WIB
Hukum | RILISID
...
Ilustrasi Rilis.ID

RILISID, BANDARLAMPUNG — Kukuh Priyo Waskito alias Jaya (32) menjalani observasi di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Daerah Provinsi Lampung.

Kukuh adalah tersangka pembunuh Slamet Riyanto (69), yang tak lain ayah kandungnya sendiri.

Diketahui, peristiwa menggemparkan itu terjadi di Kampung Sendangrejo,Sendang Agung, Lampung Tengah, Senin (22/3/2021). Kala itu, ia membunuh Slamet dengan cara memenggal kepalanya.

Humas RSJ Lampung David mengatakanm, Kukuh dibawa ke RSJ oleh Kapolsek Kalirejo Iptu Edi Suhendra.

’Kukuh belum pernah dirawat di RSJ. Akan ada upaya visum et repertum psikiatri (VeRP) dengan mengobservasi kejiwaan Kukuh,” ujar David, Rabu (24/3/2021).

Ia menjelaskan,VeRP merupakan salah satu alat bukti yang sah yang diharapkan dapat membantu dan menambah keyakinan hakim dalam menentukan kepastian hukum di sidang pengadilan.

Menurutnya, pemeriksaan dokter biasanya dilakukan 1 sampai 14 hari. Namun, apabila dirasa kurang dapat meminta perpanjangan waktu ke polsek untuk memeriksa kejiwaanya lebih dalam. 

”Kita pakai asas pro justitia, nggak bisa buru-buru dan harus detail benar hasilnya,” jelasnya.

Banyak pemeriksaan yang harus dilalui Kukuh untuk menyatakan benar tidaknya tersangka mengalami gangguan jiwa.

Mulai dari wawancara psikiatri, observasi keperawatannya, dan lainnya. Selama waktu tersebut, Kukuh tidak mendapat perawatan khusus. Begitu juga pemberian obat. Aktivitasnya terus dipantau 24 jam melalui Closed Circuit Television (CCTV).

”Sehingga murni observasi, tidak ada intervensi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah, AKP Edi Qorinas mengatakan, tersangka diduga mengalami gangguan jiwa.

“Tersangka adalah anak kandung, diduga sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ),” ujar Edi, Senin.

Menurut Edi, sebelum terjadinya pembunuhan tersebut, tersangka sempat berbicara sendiri, bahkan meminta izin untuk memenggal kepala ayahnya itu dengan alasan dirinya akan disantet oleh ayahnya.

”Setelah memenggal kepala ayahnya, tersangka sempat menentengnya,” jelasnya. 

Disinggung mengenai motif, Edi mengatakan pihaknya masih mendalami hal itu. 

”Inikan masih kita dalami, tidak serta merta kita percaya kalau pelaku itu ODGJ (orang dengan gangguan jiwa). Untuk hasilnya nanti akan disampaikan,” pungkasnya.(*)

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya

Pemenggal Kepala Ayah Kandung Diobservasi di RSJ, Dipantau CCTV 24 Jam

...
Dwi Des Saputra
BANDARLAMPUNG
24 Maret 2021 - 22:17 WIB
Hukum | RILISID
...
Ilustrasi Rilis.ID

RILISID, BANDARLAMPUNG — Kukuh Priyo Waskito alias Jaya (32) menjalani observasi di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Daerah Provinsi Lampung.

Kukuh adalah tersangka pembunuh Slamet Riyanto (69), yang tak lain ayah kandungnya sendiri.

Diketahui, peristiwa menggemparkan itu terjadi di Kampung Sendangrejo,Sendang Agung, Lampung Tengah, Senin (22/3/2021). Kala itu, ia membunuh Slamet dengan cara memenggal kepalanya.

Humas RSJ Lampung David mengatakanm, Kukuh dibawa ke RSJ oleh Kapolsek Kalirejo Iptu Edi Suhendra.

’Kukuh belum pernah dirawat di RSJ. Akan ada upaya visum et repertum psikiatri (VeRP) dengan mengobservasi kejiwaan Kukuh,” ujar David, Rabu (24/3/2021).

Ia menjelaskan,VeRP merupakan salah satu alat bukti yang sah yang diharapkan dapat membantu dan menambah keyakinan hakim dalam menentukan kepastian hukum di sidang pengadilan.

Menurutnya, pemeriksaan dokter biasanya dilakukan 1 sampai 14 hari. Namun, apabila dirasa kurang dapat meminta perpanjangan waktu ke polsek untuk memeriksa kejiwaanya lebih dalam. 

”Kita pakai asas pro justitia, nggak bisa buru-buru dan harus detail benar hasilnya,” jelasnya.

Banyak pemeriksaan yang harus dilalui Kukuh untuk menyatakan benar tidaknya tersangka mengalami gangguan jiwa.

Mulai dari wawancara psikiatri, observasi keperawatannya, dan lainnya. Selama waktu tersebut, Kukuh tidak mendapat perawatan khusus. Begitu juga pemberian obat. Aktivitasnya terus dipantau 24 jam melalui Closed Circuit Television (CCTV).

”Sehingga murni observasi, tidak ada intervensi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah, AKP Edi Qorinas mengatakan, tersangka diduga mengalami gangguan jiwa.

“Tersangka adalah anak kandung, diduga sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ),” ujar Edi, Senin.

Menurut Edi, sebelum terjadinya pembunuhan tersebut, tersangka sempat berbicara sendiri, bahkan meminta izin untuk memenggal kepala ayahnya itu dengan alasan dirinya akan disantet oleh ayahnya.

”Setelah memenggal kepala ayahnya, tersangka sempat menentengnya,” jelasnya. 

Disinggung mengenai motif, Edi mengatakan pihaknya masih mendalami hal itu. 

”Inikan masih kita dalami, tidak serta merta kita percaya kalau pelaku itu ODGJ (orang dengan gangguan jiwa). Untuk hasilnya nanti akan disampaikan,” pungkasnya.(*)

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya